Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ani Yuliani

Aku akan terus berjalan, selama jalan itu lurus (first) Aku mengejar ilmuku, tapi aku juga mengejar selengkapnya

Pertumbuhan dan Perkembangan

OPINI | 15 November 2010 | 22:14 Dibaca: 1387   Komentar: 0   0

Pertumbuhan dan Perkembangan dan Faktor yang Mempengaruhinya…

Perubahan selalu terjadi dalam diri manusia yang berlangsung selama manusia itu hidup. Awal ketika lahir manusia disebut seabagai bayi yang kemudian menjadi manusia dalam kategori remaja, dewasa hingga tua. Perubahan sangat nampak pada perubahan fisik, dimana ketika bayi organ-organ tubuh manusia masih berukuran kecil dan berangsur membesar seperti menjadi lebih tinggi dan berat tubuhnya. Perilaku manusia pada masa bayi masih sangat tergantung pada orang dewasa, masih kanak-kanak, egois yang sebenarnya meminta perhatian, remaja yang mencari jati diri, pembangkangan, dewasa yang mulai terkontrol untuk mencapai tujuan hidup dan mandiri hingga masa dewasa tua dimana manusia mulai memikirkan tentang kehidupan setelah dunia, kebijaksanaan dalam mengasuh juga sangat tampak. Ada kalanya ketika masa dewasa tua ini manusia seperti kembali pada sifat kekanak-kanakannya. Tingkah laku mereka sulit dimengerti, egois dan meminta perhatian yang sangat kepada lingkungan sekitar muncul kembali, fisiknya mulai lemah sehingga dalam bertindak pun selalu memerlukan orang lain. Namun itulah hakikat kehidupan manusia yang pasti dijalani manusia ketika manusia itu hidup dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi ciptaan Yang Maha Kuasa ini.

Perubahan dalam diri manusia sering diartikan sebagai pertumbuhan dan perkembangan. Secara umum, orang lebih sering menamakan pertumbuhan dan perkembangan disebut sebagai satu kata yaitu perkembangan. Ahli psikologi, Moh. Kasiram (Kasiram, 1983:23), berpendapat bahwa pertumbuhan dan perkembangan meski saling melengkapi namun mempunyai arti sendiri-sendiri. Pada peristiwa pertumbuhan, tampak adanya perubahan jumlah atau ukuran dari hal-hal yang telah ada, sedangkan perkembangan ditandai dengan adanya sifat-sifat yang baru yang berbeda dari sebelumnya. Dicontohkan, anak ayam kecil yang menjadi besar adalah merupakan peristiwa pertumbuhan. Sedangkan perubahan dari telur menjadi anak ayam adalah peristiwa perkembangan.

Dalam psikologi perkembangan, kata pertumbuhan selain dalam arti fisik dan psikis, dapat pula dalam arti proses pendewasaan, perubahan dalam kemampuan (ability), proses mengadakan reorganisasi terus-menerus terhadap sesuatu yang baru ke dalam sesuatu yang lama.

Jadi, pada dasarnya perkembangan memiliki kesamaan. Dilihat dari sisi psikologi, perkembangan mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala-gejala psikologis yang tampak. Karena pertumbuhan fisik berpengaruh pada pada proses perkembangan yang mengarah pada perilaku. Ketika fungsi otak anak tumbuh, fungsi biologis pada setiap organ tubuh tumbuh, anak mulai dapat tersenyum, berbicara, berjalan. Saat anak mulai dapat berbicara, bagaimana anak dilatih agar berbicara yang baik sebagai bentuk penilaian perilaku. Ini berarti anak mulai dapat bertingkah laku yang dapat diamati. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, dan menyebabkan perubahan perilaku yang merupakan objek dalam psikologi.

Fase dan Tugas-tugas Perkembangan….

Dalam setiap perkembangan, manusia mengalami perubahan secara bertahap menuju kemajuan dalam fungsi tubuh, cara berpikir maupun dalam berperilaku. Walaupun pada hakikatnya, perkembangan tampak tidak teratur, dalam rentang waktu yang tidak sama, namun pada dasarnya untuk seorang bayi menuju remaja dan dewasa melewati suatu perubahan-perubahan dalam waktu tertentu yang sering diartikan sebagai fase-fase perkembangan.

Dalam setiap fase perkembangan, terdapat perubahan perkembangan yang menjadi ciri khas pada masa tertentu. Ciri dari suatu perubahan ini umumnya terjadi secara otomatis pada perkembangan normal seorang anak yang harus dikuasai. Satu tahap/ fase perkembangan harus dikuasai anak sebelum mencapai tahap selanjutnya. Perubahan yang harus dikuasai inilah yang disebut sebagai tugas perkembangan dan muncul dalam setiap fase perkembangan.

Ada beberapa pendapat tentang fase dan tugas perkembangan yaitu menurut Buhler, Hurlock, Erikson, dan Havighurst. Secara umum fase perkembangan terdiri dari masa bayi, masa anak-anak, masa remaja, masa dewasa hingga masa tua. Masa bayi, anak yang normal akan memulainya dengan terlihatnya fungsi-fungsi motorik halus, seperti gerakan-gerakan dasar pada anggota tubuh. Lama-kelamaan tubuh anak semakin kuat. Anak umumnya sudah dapat menguasai gerakan-gerakan otot, misalnya jalan sendiri, bicara, makan, bermain. Masa bayi ini berkisar sampai anak berusia 2 tahun. Masa anak, pada masa sebelumnya anak sudah dapat berbicara, berjalan… Pada masa ini anak mulai bereksplorasi selalu ingin tahu. Anak umumnya menjadi sangat kritis, pintar bertanya, anak berlari kesana-kemari bermain dengan teman-temannya untuk beradaptasi dengan lingkungan. Masa ini berkisar sampai anak berusia 10/ 11 tahun.

Masa remaja adalah masa penuh bergejolak, perkembangan fungsi tubuh seperti seks mulai mengganggu. Remaja sudah dapat merasakan kebutuhan akan pasangan, namun belum begitu dalam. Remaja ingin selalu menunjukkan identitas diri, pola perilakunya sering berubah-berubah. Dengan kemampuan adaptasi dengan lingkungan sebelumnya, seharus remaja dapat mensosialisasikan dirinya dengan baik. Masa remaja sampai berkisar usia 20/ 21 tahun. Ketika masa dewasa remaja sudah dapat memantapkan identitas dirinya, remaja mulai memantapkan tujuan hidupnya dan lebih mandiri. Masa dewasa berlanjut pada masa tua. Ketika seseorang mulai mengambil kebijaksanaan hidup melalui pengalaman-pengalaman hidup yang telah dilalui. Masa tua juga merupakan masa penyesuaian kembali, tak jarang seseorang yang telah berusia 40-60 tahun seperti kembali pada sifat-sifat kekanak-kanakan.

Fase dan Tugas Perkembangan Menurut Havighurst menandai bahwa erjalanan hidup seseorang ditandai dengan adanya tugas-tugas yang harus dipenuhi dan bersifat khas pada masa-masa tertentu. Tugas-tugas perkembangan (developmental tasks) yaitu tugas-tgas yang harus dilakukan seseorang dalam masa hidup tertentu, sesuai dengan norma-norma masyarakat serta norma-norma kebudayannya.

Beberapa catatan Erickson yaitu dalam tugas-tugas perkembangan berbeda-beda setiap negara, tidak semua macam tugas perkembangan sama pentingnya, jadi kebahagiaan dan kesejahteraan tidak hanya dipengaruhi berhasil tidaknya melakukan tugas-tugas perkembangan. Seperti memperoleh pekerjaan yang memuaskan akan lebih penting daripada mendapatkan teman hidup ketika masa-masa tertentu. Catatan selanjutnya bahwa pendidikan banyak ditentukan oleh kebudayaan suatu bangsa, yang berarti pula proses belajar dan sosialisai dipengaruhi oleh keadaan masyarakat dan kultur tertentu pada periode tertentu pula. Catatan terakhir bahwa seseorang dalam ketegangan antara keinginan untuk bergantung dan dorongan bebas dari orang tua, berjuang untuk mendaparkan tanggung jawab sendiri dalam menentukan pola hidupnya.

Prinsip-prinsip Perkembangan ….

Prinsip perkembangan dapat diartikan sebagai kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat perkembangan. Atau dapat diartikan pula patokan secara umum mengenai sebab akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia.

Prinsip-prinsip perkembangan antara lain perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh besar, tetapi mencakup rangkaian perubahan yang tidak terlepas dan bersifat progresif, teratur, koheren dan berkesinambungan, perkembangan megarah pada prinsip totalitas pada diri seseorang yang lambat laun bagian-bagian yang masih bersifat samar menjadi bertambah nyata dan jelas dalam kerangka keseluruhan dengan aspek mental, emosi, fisik-motorik, dan sosial yang saling berkaitan erat, perkembangan dimulai dari respon umum menuju respon khusus, tahapan perkembangan berlangsung secara berantai dan universal. Sebagai contoh perkembangan anak normal berturut-turut yaitu memiringkan badan, telungkup, mengangkat kepala, duduk, merangkak, berjalan dengan bantuan, akhirnya dapat berjalan sendiri. Selanjutnya tempo kecepatan seseorang berbeda-beda, ada yang cepat, sedang dan lambat, irama perkembangan tidak tetap, kadang naik, kadang turun. Terkadang irama perkembagan anak goncang, yang disebut masa kritis/ trotz. Yaitu ketika anak mengalami masa egois dan membantah orang tua. Setiap anak memiliki dorongan dan hasrat dalam mempertahankan diri dari hal-hal yang negatif, mengembangkan diri guna mendapatkan kemajuan baru, dalam perkembangan terdapat masa peka, yaitu masa ketika fungsi jasmani atau rohani dapat berkembang cepat jika mendapat latihan yang baik dan kontinu, perkembangan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir tetapi juga karena faktor lingkungan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan …

Anak tumbuh dan berkembang untuk dapat menjadi manusia dewasa yang matang, sanggup dan mampu mengurus dirinya sendiri, tidak selalu bergantung pada orang lain atau bahkan tidak menyebabkan masalah bagi keluarga, kelompok dan masyarakat. Anak dilahirkan dari sebuah keluarga dengan latar belakang berbeda-beda. Ketika anak lahir, anak dihadapkan dengan lingkungan sosialnya. Terdapat berbagai perbedaan pendapat, faktor manakah yang lebih berperan sehingga muncul berbagai aliran perkembangan.

Aliran Nativisme atau Aliran Pembawaan

Tokoh utama aliran ini adalah Arthur Schopenhauer (1788-1800), seorang filsof Jerman. Para penganut aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Aliran Nativisme mengemukan bahwa manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan, manakala pembawaan itu baik, baik pula anak itu kelak dan sebaliknya. Pendidikan tidak dapat diubah dan senantiasa berkembang dengan sendirinya.

Aliran Empirisme atau Aliran Lingkungan

Aliran empirisme memandang bahwa perkembangan anak sepenuhnya tergantung pada faktor lingkungan, sedangkan faktor bakat pembawaan tidak ada pengaruhnya. Anak waktu dilahirkan masih dalam keadaan suci bersih, laksana kertas putih bersih atau semacam tabula rasa yaitu meja yang tertutu lapisan lilin putih. Kertas putih dapat ditulis dengan tinta warna apapun, begitu pula dengan meja lilin yang bisa dicat berwarna-warni.Teori ini dikemukakan oleh John Locke.

Lingkungan pendidikan akan berpengaruh terhadap perkembangan anak, sudah pasti tidak mungkin tidak, pendidikan pun dapat membuat anak menjadi baik atau buruk. Faktor lingkungan sebenarnya sangat kompleks mempengaruhi perkembangan, seperti penggunaan obat-obatan ketika anak masih dalam kandungan maupun ketika anak lahir. Obat dapat bereaksi kimia yang dapat menghambat perkembangan anak. Ibu yang mengkonsumsi obat-obatan berlebih ketika mengandung juga dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan, janin tidak dapat tumbuh normal, sehingga ketika lahir organ tubuh bayi kecil, atau perkembangannya lambat karena pengaruh obat-obatan saat dalam kandungan. Lingkungan juga dapat berarti nutrisi atau gizi yang diberikan kepada anak, akan mempengaruhi perkembangan anak. Masa bayi adalah masa kebutuhan asupan gizi yang besar. Apabila bayi tidak mendapat asupan gizi yang tepat maka kemungkinan besar perkembangan bayi lambat. Tubuh bayi kecil, tidak dapat segera berjalan, dsb.

Aliran Kovergensi atau Aliran Campuran

Tokoh aliran konvergensi adalah Louis William Stern. Aliran ini menggabungkan arti pentingya hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan manusia. Faktor pembawaan tidak berarti apa-apa tanpa faktor pengalaman, demikian pula sebaliknya faktor pengalaman tanpa faktor bawaan tidak akan mampu mengembangkan manusia sesuai dengan harapan

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Lingkungan tang sehat dan sesuai akan mendorong berfungsinya kemampuan anak, begitu sebaliknya kondisi sosialnya buruk, dapat melumpuhkan potensi pembawaan anak.

Pengaruh keturunan membutuhkan perantara atau perangsang yang terdapat dalam lingkungan, sekalipun kenyataannya memang ada tingkatan yang lebih atau kurang pada keadaan tertentu. Ada kalanya faktor-faktor tersebut berlangsung singkat atau dalam jangka waktu lama, ada masa ketika pengaruh lingkungan sangat kecil atau sebaliknya, ada masa-masa ketika pengaruhnya besar. Ini disebut juga faktor segmental.

Jadi, pada kesimpulannya faktor pembawaan dan lingkungan sama-sama berperan dalam perkembangan manusia. Kedua-duanya tidak mutlak 100 % sama-sama mempengaruhi. Ada kalanya, masa-masa tertentu faktor pembawaan berpengaruh lebih besar atau sebaliknya faktor lingkungan. Manusia selalu berinteraksi dengan lingkungan. Bakat pembawaan apabila tidak ada rangsangan dari luar, maka bakat itu hanya sebagai pembawaan saja.

Aliran psikoanalisis, kehidupan manusia banyak dipengaruhi oleh ketidaksadaran. Teori ini meyakini bahwa sumber utama konflik dan gangguan mental terletak pada ketidak sadaran seseorang.

Aliran asosiasi, kemampuan seseorang dalam menerima rangsang dan memproduksinya kembali. Penggabungan rangsangan yang satu dengan yang lain, sehingga muncullah kemampuan berfikir.

Aliran gestalt, perkembangan belajar tidak dapat dalam aspek-aspek yang terpisah melainkan menyeluruh. Akan lebih mudah belajar dalam keseluruhan, tidak merinci pada detailnya. Kejiwaan seseorang tidak berdasarkan jumlah unsur-unsurnya melainkan gestalt (keseluruhan) dan tiap-tiap bagian tidak berarti dan bisa mempunyai arti kalau bersatu dalam hubungan kesatuan.

Aliran behavior, yaitu bahwa perilaku manusia jika mendapat perintah baru mau melakukan. Artinya bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh perintah. Aliran behavior mempelajari tingkah laku yang erat kaitannya dengan kebiasaan dan hasil dari belajar.

Aliran kognitif, yaitu kemampuan berfikir untuk dapat membandingkan, menceritakan kembali, menguraikan

Aliran konstruktivisme, yaitu untuk mempelajari gejala-gejala kejiwaaan kita harus mempelajari isi dan struktur jiwa seseorang.

Aliran humanistik, pemahaman perilaku seseorang dari sudut pandang si pelaku, bukan dari yang mengamati. Aliran ini mempunyai pandangan bahwa tiap-tiap individu di pengaruhi dan dibimbing diri pribadi yang dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman sendiri.

Implikasinya/ Implementasinya dari beberapa aliran…

Aliran nativisme, mengacu pada pengembangan dalam pengolahan bakat yang dibawa sejak lahir. Pada aliran konstruktivisme, anak dilatih untuk memecahkan suatu masalah, aliran empirisme, dengan menciptakan lingkungan yang baik bagi perkembangan anak. Aliran kognitif ditekankan pada proses belajar yang sesuai dengan tugas dan perkembangan anak, melatih siswa untuk berfikir. Pada aliran behavior yaitu dengan mengefektifkan kegiatan belajar, aliran gestalt yaitu dengan menstransfer kegiatan belajar secara terorganisir.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

PDI-P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 7 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 19 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 20 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: