Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Apa yang Dimaksud dengan Belajar….

OPINI | 18 November 2010 | 08:49 Dibaca: 1745   Komentar: 2   1

Belajar?belajar????kata itu identik sekali dengan sekolah, lembaga pendidikan guru dan semua hal yang berhubungan dengan pendidikan. Padahal sebenarnya belajar dapat kita lakukan di mana saja dan kapan saja, secara sadar baik yang dapat diamati maupun tidak. Dalam kehidupan sehari-hari kita belajar bagaimana bergaul? Bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan? Dan masih banyak hal yang kita pelajari, namun bagi sebagian orang berpendapat bahwa belajar hanya dilakukan ketika akan melaksanakan ujian. Lalu apa sih yang dimaksud dengan belajar itu sendiri?

Belajar dapat terjadi ketika suatu pengalaman menyebabkan perubahan, baik pengetahuan maupun perilaku yang relatif permanen. Misalnya, ketika anak kecil berusaha menendang bola agar bergerak menuju sasaran. Untuk itu, kita juga perlu memahami bagaimana karakteristik belajar. Perlu kita ketahui bahwa belajar merupakan perubahan positif yang disadari yang merupakan hasil dari suatu pengalaman. Perubahan yang dialami tidak hanya menyangkut satu aspek saja melainkan seluruh aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis. Belajar merupakan suatu proses yang terjadi secara berkala sehingga apa yang telah dipelajari dapat kita ambil ilmunya dan kita terapkan dalam kehidupan, jadi ketika seseorang menggap bahwa belajar dilakukan pada saat menghadapi ujian saja itu merupakan proses membaca atau hafalan semata bukan dalam konteks belajar yang sebenarnya.

Mengapa belajar itu merupakan suatu proses yang terpadu? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu kita kaji terlebih dahulu bahwa kegiatan belajar yang terpadu dapat berakibat terhadap beberapa aspek yang memungkinkan dapat memberi sumbangan terhadap tujuan pendidikan. Sehingga dalam hal ini belajar bukan semata mencari informasi melainkan juga bagaimana kita berusaha memproses informasi tersebut untuk mencari sebuah kebenaran yang ilmiah. Sebagai seorang pendidik kita mempunyai peran yang penting dalam membentuk karakteristik anak agar dapat menjadi pribadi yang baik, untuk itu kita harus mengarahkan kepada para anak didik untuk mengoptimalkan dirinya baik dalam perkembangan intelektual maupun dalam rangka meningkatkan keterampilan sosial, sehingga diharapkan mereka dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 5 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 7 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 9 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 11 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: