Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Apa yang Dimaksud dengan Belajar….

OPINI | 18 November 2010 | 08:49 Dibaca: 1788   Komentar: 2   1

Belajar?belajar????kata itu identik sekali dengan sekolah, lembaga pendidikan guru dan semua hal yang berhubungan dengan pendidikan. Padahal sebenarnya belajar dapat kita lakukan di mana saja dan kapan saja, secara sadar baik yang dapat diamati maupun tidak. Dalam kehidupan sehari-hari kita belajar bagaimana bergaul? Bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan? Dan masih banyak hal yang kita pelajari, namun bagi sebagian orang berpendapat bahwa belajar hanya dilakukan ketika akan melaksanakan ujian. Lalu apa sih yang dimaksud dengan belajar itu sendiri?

Belajar dapat terjadi ketika suatu pengalaman menyebabkan perubahan, baik pengetahuan maupun perilaku yang relatif permanen. Misalnya, ketika anak kecil berusaha menendang bola agar bergerak menuju sasaran. Untuk itu, kita juga perlu memahami bagaimana karakteristik belajar. Perlu kita ketahui bahwa belajar merupakan perubahan positif yang disadari yang merupakan hasil dari suatu pengalaman. Perubahan yang dialami tidak hanya menyangkut satu aspek saja melainkan seluruh aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis. Belajar merupakan suatu proses yang terjadi secara berkala sehingga apa yang telah dipelajari dapat kita ambil ilmunya dan kita terapkan dalam kehidupan, jadi ketika seseorang menggap bahwa belajar dilakukan pada saat menghadapi ujian saja itu merupakan proses membaca atau hafalan semata bukan dalam konteks belajar yang sebenarnya.

Mengapa belajar itu merupakan suatu proses yang terpadu? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu kita kaji terlebih dahulu bahwa kegiatan belajar yang terpadu dapat berakibat terhadap beberapa aspek yang memungkinkan dapat memberi sumbangan terhadap tujuan pendidikan. Sehingga dalam hal ini belajar bukan semata mencari informasi melainkan juga bagaimana kita berusaha memproses informasi tersebut untuk mencari sebuah kebenaran yang ilmiah. Sebagai seorang pendidik kita mempunyai peran yang penting dalam membentuk karakteristik anak agar dapat menjadi pribadi yang baik, untuk itu kita harus mengarahkan kepada para anak didik untuk mengoptimalkan dirinya baik dalam perkembangan intelektual maupun dalam rangka meningkatkan keterampilan sosial, sehingga diharapkan mereka dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 5 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 5 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 6 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 6 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 8 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 8 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 9 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 9 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: