Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Apa yang Dimaksud dengan Belajar….

OPINI | 18 November 2010 | 08:49 Dibaca: 1750   Komentar: 2   1

Belajar?belajar????kata itu identik sekali dengan sekolah, lembaga pendidikan guru dan semua hal yang berhubungan dengan pendidikan. Padahal sebenarnya belajar dapat kita lakukan di mana saja dan kapan saja, secara sadar baik yang dapat diamati maupun tidak. Dalam kehidupan sehari-hari kita belajar bagaimana bergaul? Bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan? Dan masih banyak hal yang kita pelajari, namun bagi sebagian orang berpendapat bahwa belajar hanya dilakukan ketika akan melaksanakan ujian. Lalu apa sih yang dimaksud dengan belajar itu sendiri?

Belajar dapat terjadi ketika suatu pengalaman menyebabkan perubahan, baik pengetahuan maupun perilaku yang relatif permanen. Misalnya, ketika anak kecil berusaha menendang bola agar bergerak menuju sasaran. Untuk itu, kita juga perlu memahami bagaimana karakteristik belajar. Perlu kita ketahui bahwa belajar merupakan perubahan positif yang disadari yang merupakan hasil dari suatu pengalaman. Perubahan yang dialami tidak hanya menyangkut satu aspek saja melainkan seluruh aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis. Belajar merupakan suatu proses yang terjadi secara berkala sehingga apa yang telah dipelajari dapat kita ambil ilmunya dan kita terapkan dalam kehidupan, jadi ketika seseorang menggap bahwa belajar dilakukan pada saat menghadapi ujian saja itu merupakan proses membaca atau hafalan semata bukan dalam konteks belajar yang sebenarnya.

Mengapa belajar itu merupakan suatu proses yang terpadu? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu kita kaji terlebih dahulu bahwa kegiatan belajar yang terpadu dapat berakibat terhadap beberapa aspek yang memungkinkan dapat memberi sumbangan terhadap tujuan pendidikan. Sehingga dalam hal ini belajar bukan semata mencari informasi melainkan juga bagaimana kita berusaha memproses informasi tersebut untuk mencari sebuah kebenaran yang ilmiah. Sebagai seorang pendidik kita mempunyai peran yang penting dalam membentuk karakteristik anak agar dapat menjadi pribadi yang baik, untuk itu kita harus mengarahkan kepada para anak didik untuk mengoptimalkan dirinya baik dalam perkembangan intelektual maupun dalam rangka meningkatkan keterampilan sosial, sehingga diharapkan mereka dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Makan Ikan Petrus dari Laut Galilea …

Andre Jayaprana | | 23 August 2014 | 00:20

Pihak Jokowi-JK Sudah Tepat Bila Mengadopsi …

Abdul Muis Syam | | 23 August 2014 | 03:40

Mana Gaya Manajemen Konflik Anda? …

Pical Gadi | | 23 August 2014 | 07:51

Goa Kalak Pertapaan Prabu Brawijaya …

Nanang Diyanto | | 23 August 2014 | 02:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dapatkah MK Dipercaya? (2) …

Pecel Tempe | 11 jam lalu

Mulianya Hamdan Zoelva, Hinanya Akil Mochtar …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Ada Foto ‘Menegangkan’ Ibu Ani …

Posma Siahaan | 14 jam lalu

Mempertanyakan Keikhlasan Relawan Jokowi-JK …

Muhammad | 15 jam lalu

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: