Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Erico Pieter

Saya adalah saya.

Gelar Unik Kepala Negara/Pemerintahan

HL | 20 November 2010 | 02:43 Dibaca: 2683   Komentar: 14   3

Secara umum, kita sering mendengar gelar Raja/Ratu, Presiden, dan Perdana Menteri sebagai gelar Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan. Ada pula negara yang menggunakan gelar Pangeran atau Emir. Namun, terdapat negara yang memberi gelar unik kepada kepala negara atau kepala pemerintahannya. Inilah negara tersebut:

Austria dan Jerman

Cukup umum diketahui, keunikan dari Austria dan Jerman adalah kepala pemerintahannya yang bergelar Kanselir Federal (Bundeskanzler dalam Bahasa Jerman). Kanselir yang masa awalnya merupakan penasehat raja sudah digunakan pemimpin pemerintahan di wilayah Austria dan Jerman sejak masih di bawah Kekaisaran Romawi Suci. Dan setelah merdeka dan kemudian menjadi republik, gelar kanselir pun tetap dipertahankan sebagai kepala pemerintahannya. Saat ini Kanselir Jerman dijabat oleh Angela Merkel sejak 2005, yang juga merupakan kanselir wanita pertama di Jerman. Manakala Kanselir Austria dijabat oleh Werner Faymann sejak 2008.

Iran

Iran mempunyai Kepala Negara yang bergelar Rahbare Mo’azzame Enqelab yang berarti Pemimpin Revolusi (Pemimpin Tertinggi dalam terjemahan resminya). Posisi ini merupakan posisi tertinggi di Iran dan memiliki kuasa dan pengaruh lebih dari Presiden Iran, termasuk memecat presiden dan memveto undang-undang yang diajukan presiden. Saat ini, Pemimpin Revolusi Iran dijabat oleh Ali Khamenei sejak 1989.

Irlandia

Kepala Pemerintahan Irlandia bergelar Taoiseach. Gelar unik dalam Bahasa Irlandia ini tidak mempunyai arti yang sepadan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Dalam sejarahnya, Taoiseach merupakan gelar bagi raja-raja di masa Irlandia kuno. Gelar Taoiseach dihidupkan kembali pada tahun 1937 sebagai gelar kepala pemerintahan setelah kemerdekaan Irlandia dari Britania Raya.

Jepang

Kepala Negara Jepang sangat umum dikenal sebagai Kaisar. Namun, dalam Bahasa Jepang, gelarnya adalah Tenno yang secara harafiah bisa berarti “pemimpin/raja dari langit/surga”. Menurut legenda, Kaisar Jepang merupakan titisan dari Dewi Amaterasu, dewi matahari dan dewi tertinggi dalam Agama Shinto. Manakala gelar resmi Perdana Menterinya dalam Bahasa Jepang adalah Naikaku Sori Daijin yang berarti Menteri Kabinet bidang Administrasi Umum.

Korea Utara

Secara resmi Kepala Negara Korea Utara adalah Kim Il-sung yang telah meninggal tahun 1994 dengan gelar Presiden Abadi. Karena sang kepala negara telah meninggal, tugas kepala negara dijalankan oleh ketua parlemen yang bergelar Ketua Majelis Agung Rakyat. Namun ia menjalankan tugas seusai arahan dari Kim Jong-il yang bergelar Ketua Komisi Pertahanan Nasional. Ketua Komisi Pertahanan Nasional inilah yang dianggap sebagai Kepala Negara Korea Utara secara de facto. Secara informal, Kim Jong-il dipanggil dengan sebutan Pemimpin Besar.

Libya

Libya memiliki sistem pemerintahan unik. Kepala Negara bergelar Sekretaris Jenderal Kongres Umum Rakyat, manakala Kepala Pemerintahannya bergelar Sekretaris Jenderal Komite Umum Rakyat. Namun, baik kepala negara maupun kepala pemerintahan menjalankan tugas sesuai arahan dan perintah dari Muammar Al-Gaddafi yang bergelar Saudara Pemimpin dan Pembimbing Revolusi. Oleh karena itu, secara umum, Pemimpin dan Pembimbing Revolusi dikategorikan sebagai posisi tertinggi di Libya serta kepala negara dan kepala pemerintahan secara de facto.

Luksemburg

Luksemburg merupakan negara monarki konstitusional dengan kepala negara bergelar Groussherzogtum. Dalam Bahasa Inggris, gelar itu diterjemahkan sebagai Grand Duke. Duke sendiri menurut sejarahnya merupakan gelar bagi penguasa wilayah tertentu dalam satu kerajaan, dan merupakan gelar kebangsawanan tertinggi setelah Raja/Ratu. Jika diindonesiakan, gelar tersebut kurang lebih setara dengan Adipati Agung.

Malaysia

Di Malaysia, sang raja bergelar Yang di-Pertuan Agong, atau lebih lengkapnya Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong. Gelar ini dibuat untuk membedakan gelar raja se-Malaysia dengan raja-raja di tiap negara bagian. Yang di-Pertuan Agong ini dipilih setiap 5 tahun oleh dan dari antara 9 raja-raja negara bagian. Yang di-Pertuan Agong saat ini dipegang oleh Tuanku Mizan Zainal Abidin sejak 2006, yang juga ialah Sultan Terengganu.

Myanmar

Gelar resmi kepala negara Myanmar adalah Ketua Dewan Perdamaian dan Pembangunan Negara. Gelar itu diciptakan Than Shwe pada tahun 1993 ketika ia menduduki posisi kepala negara menggantikan gelar kepala negara sebelumnya, yakni Ketua Dewan Restorasi Orde dan Hukum Negara yang menggantikan gelar Presiden setelah kudeta militer pada taun 1988.

Republik Rakyat Cina

Sejak 1982, pemerintah RRC menetapkan bahwa kepala negaranya dikenal dengan gelar Presiden di dunia internasional. Namun, tahukah anda bahwa gelar resminya dalam Bahasa Mandarin adalah Zhuxi yang berarti Ketua? Ya, gelar tersebut dipilih oleh pendiri RRC Mao Zedong dibandingkan gelar Presiden untuk memberi kesan bahwa kedudukannya tidak lebih tinggi dari rakyat.

Samoa


Di Samoa, kepala negaranya bergelar unik, yakni O le Ao o le Malo yang berarti “Pemimpin Pemerintahan”. Meskipun berarti begitu, O le Ao o le Malo merupakan kepala negara simbolik karena pemerintahan dikendalikan Perdana Menteri. Pada awalnya O le Ao o le Malo adalah gelar Raja Samoa. Namun, setelah sang raja meninggal tahun 2007, posisi tersebut dipilih setiap 5 tahun oleh parlemen. Kemudian, salah satu raja dari empat raja tradisional, Tufuga Efi terpilih sebagai O le Ao o le Malo yang baru, sehingga muncul perdebatan apakah Samoa kerajaan atau republik. Pemerintah Samoa mengklaim Samoa sebagai republik dan O le Ao o le Malo merupakan bukanlah raja, karena posisi itu kini bisa dijabat siapa saja yang memenuhi syarat, tidak harus salah satu raja tradisional.

Swaziland

Swaziland adalah kerajaan di mana takhtanya dipegang secara bersama-sama oleh seorang raja dan ibunya. Meskipun dalam dunia internasional dikenal dengan sebutan raja, dalam Bahasa Swati, Raja Swaziland secara resmi bergelar Ngwenyama yang berarti singa. Manakala sang ibu suri bergelar Ndlovukazi yang berarti gajah betina. Ngwenyama merupakan kepala negara yang memimpin pemerintahan negara, manakala Ndlovukazi merupakan kepala negara yang memimpin bidang kebudayaan, tradisi, serta ritual-ritual kepercayaan.

Vatikan

Secara umum Kepala Negara Vatikan dikenal sebagai Paus. Namun, gelar Paus sebenarnya merupakan gelar informal dia dalam posisinya sebagai Kepala Gereja Katolik Roma. Manakala gelar resminya sebagai Kepala Negara Vatikan adalah Sovrano dello Stato della Città del Vaticano yang secara harafiah bisa berarti Kedaulatan Negara Kota Vatikan. Gelar “kedaulatan” yang melekat dalam diri Kepala Negara Vatikan tidaklah berlebihan, karena ialah pemegang kekuasaan penuh atas eksekutif, legislatif, dan yudikatif di negara terkecil di dunia itu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 7 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 9 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: