Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Faris Gibran

I'm studying, beating drums, shooting ball, living life.. :)

Rangkuman Bab VII Buku “Komposisi” Karya Gorys Keraf

OPINI | 26 November 2010 | 00:49 Dibaca: 267   Komentar: 0   0

Bab VII

A. Pengumpulan Data

Dalam menyusun sebuah karangan, kita membutuhkan data atau informasi yang berupa fakta (faktual). Data tersebut bisa dikumpulkan dan diuji kebenarannya melalui wawancara, angket (daftar kuistioner), observasi, penelitian lapangan atau penelitian kepustakaan.

Wawancara (interview) adalah cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung pada narasumber atau autoritas (ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah). Dengan wawancara kesalah-pahaman dapat dikurangi dan hasil wawancara secara kualitatif dapat dipertanggungjawabkan, tapi data yang dikumpulkan sangat terbatas, dan bila dilakukan dalam wilayah yang luas akan memakan banyak waktu dan biaya. Angket adalah wawancara yang dijawab secara tertulis. Angket lebih menguntungkan karena secara kuantitatif peneliti dapat memperoleh data cukup banyak yang tersebar dalam wilayah luas tapi bisa terjadi salah paham karena ada jawaban yang berbeda dan tidak jelas.

Untuk pengumpulan data untuk tulisan ilmiah bisa dilakukan observasi yaitu pengamatan langsung pada obyek yang akan diteliti dalam waktu singkat dan penelitian lapangan yaitu pengumpulan data dan informasi secara intensif disertai analisa dan pengujian kembali atas hasil yang didapat dan memerlukan waktu lebih lama.Dalam penelitian pendapat terdapat analisa yakni proses memecahkan sesuatu ke dalam bagian-bagian yang saling berhubungan, sintese yakni proses menggabungkan beberapa bagian yang berdiri sendiri ke dalam suatu kesatuan, klasifikasi yakni penilaian kembali atas pendapat, serta penarikan analogi dari dua hal yang berbeda.

Penelitian kepustakaan yakni mencari bahan dari berbagai sumber pustaka,pendapat ahli dalam buku yang bertujuan melatih pengarang untuk kritis.Ada 3 golongan buku yang diperlukan: buku yang memberikan gambaran umum tentang materi, buku yang didalamnya terdapat materi dan perlu dibuat kutipan, dan buku yang memuat informasi tambahan. Media standar untuk penelitian ini adalah: kartu katalog yakni kartu yang berisi keterangan tentang buku yang disusun secara alfabetis, buku referensi yang digunakan untuk dasar untuk mencari keterangan yang khusus mengenai pokok tertentu, terdiri atas buku katalogus, indeks majalah,indeks harian, kamus umum, ensiklopedia umum, dan buku referensi lainnya. Setelah membaca data secara intensif, kita harus mencatat bahan dengan memuat sumber data dan data yang dianggap penting.

B. Kutipan

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang yang sudah terkenal atau pengarang yang dimuat dalam buku atau majalah. -Kutipan berfungsi sebagai pembuktian dalam karangan kita, memperkuat uraian, dan mengadakan sorotan, analisa, kritik. Kutipan dibedakan menjadi 2: kutipan langsung yakni pinjaman kata yang diambil persis dari teks asli dan kutipan tidak langsung yakni intisari dari pendapat yang dikutip. Prinsip dalam mengutip yaitu : jangan mengadakan perubahan, tidak boleh memperbaiki langsung kesalahan dalam kutipan tapi harus menggunakan sic! Untuk pembetulan, dan juga tidak boleh menghilangkan bagian bila itu mengubah makna aslinya. Kutipan menunjukkan tanggung jawab penulis terhadap pendapat yang dikutip.

- Cara mengutip:

1. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris : kutipan langsung dimasukkan ke dalam teks, jarak antar baris 2 spasi,kutipan diapit tanda kutip, sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengan spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama sinngkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman yang dikutip.

2. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris: dipisahkan dari teks dengan 2,5 spasi, jarak antar baris 1 spasi, tidak diapit tanda kutip, sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengan spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama sinngkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman yang dikutip,seluruh kutipan dimasukkan dalam 5-7 ketikan.

3. Kutipan tidak langsung: sama dengan cara kutip 1.

4. Kutipan pada catatan kaki: dalam spasi rapat, diberi tanda kutip, persis seperti teks asli.

5. Kutipan atas uapan lisan: fleksibel asal tidak mengganggu teks itu sendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 11 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 18 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 19 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: