Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Didit Wisnu Purwanto

MAHASISWA S1 PGSD UNS KAMPUS VI KEBUMEN ANGKATAN 2010.

Nih bedanya simpati dan empati

OPINI | 27 November 2010 | 04:20 Dibaca: 10059   Komentar: 0   0

12908322291384943538

Simpati dan empati ibarat angka yaitu angka 11 dan 12, kenapa begitu? karena hampir mirip.

Simpati dan empati itu suatu gejala kepedulian yg pengertiannya hampir mirip. namun bedanya terletak di empati adalah lebih daripada peduli akibat perasaan kita yg terlalu membawai dalam menyikapi suatu masalah seseorang yg kita empatikan. Sehingga letak perbedaan antara empati dan simpati terletak hanya pada taraf atau prosentase perasaan kita yg lebih mengalur pada  perasaan orang. Pada simpati perlakuan orang terhadap sesama memberikan perhatian lebih tanpa ada alasan apapun, empati perlakuan orang terhadap sesama memberikan perhatian dengan alasan tertentu.

Dalam  hal yang mengenai ketertarikan seseorang kepada orang lain yang seolah-olah merasakan perasaan orang lain inilah salah satu bentuk simpati misalnya seperti membantu korban bencana alam, mengucapkan selamat ulang tahun pada hari ulang tahun merupakan wujud rasa simpati seseorang.

Sedangkan untuk rasa simpati yang sangat mendalam yang mampu memberikan pengaruh pada kejiwaan dan atau fisik seseorang nah ini yang biasa disebut rasa empati. Misalnya saja rasa rindu yang terlalu dalam bisa menyebabkan seorang gadis menjadi panas dingin akibat tidak direstuinya hubungan cinta dengan kekasihnya.

Sehingga dapat kita ketahui bahwa Simpati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain. Dalam simpati, perasaan memegang peranan penting. Simpati akan berlangsung apabila terdapat pengertian pada kedua belah pihak Simpati lebih banyak terlihat dalam hubungan persahabatan, hubungan bertetangga, atau hubungan pekerjaan.
Seseorang merasa simpati dari pada orang lain karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya. Untuk empati mirip perasaan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja, melainkan diikuti perasaan yang sangat dalam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 13 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 14 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 17 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 18 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 13 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 13 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 13 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 13 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: