Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wahid Kian

Lahir di Witihama, Adonara, Flores Timur, NTT. Saat ini Beraktivitas di Media dan berdomisili di selengkapnya

BANGGA MENJADI ORANG INDONESIA

OPINI | 27 November 2010 | 17:51 Dibaca: 123   Komentar: 2   0

Negeri ini adalah negeri yang besar; bangsa ini adalah bangsa yang besar. Besar karena cakupan wilayah dan kandungan bumi pertiwi yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati; Besar karena populasi penduduknya yang senantiasa berada pada urutan empat besar dunia setelah China, India, dan Amerika; Besar karena keanekaragaman dan kekayaan budayanya menjadi salah satu cagar peradaban dunia; Besar karena menjadi negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia; Besar karena tidak sedikit anak pertiwi ini menjadi orang-orang terkemuka dunia; bangsa dan negeri ini adalah Indonesia.

Putra-putri pertiwi tidak akan terhina karena tidak bisa berbahasa asing; Putra-putri pertiwi tidak akan terhina karena tidak mengenyam pendidikan luar negeri; Putra-putri pertiwi tidak akan terhina karena memakan makanan dan meminum minuman hasil pertanian Indonesia; Putra-putri pertiwi tidak akan pernah miskin dan kelaparan karena hidup dan berusaha di negerinya sendiri; Putra-putri pertiwi seharusnya bangga sebagai bangsa Indonesia.

Bangga menjadi bangsa Indonesia adalah mau menggali dan mengoptimalkan potensi Negeri dan Bangsa ini; Bangga menjadi bangsa Indonesia adalah tidak perlu berbahasa dan berperilaku ke-asing-asingan; Bangga menjadi bangsa Indonesia adalah tidak melihat orang asing sebagai tolok ukur ganteng dan cantiknya sebuah rupa; Bangga menjadi bangsa Indonesia adalah tidak melihat orang asing sebagai tolok ukur besar kecilnya postur sebuah tubuh; Bangga menjadi bangsa Indonesia adalah menghormati dan berperilaku santun terhadap putra-putri pertiwi; Bangga menjadi bangsa Indonesia adalah tidak memandang orang asing sebagai Tuan namun sebagai Mitra atau diperlakukan selayaknya sesuai etika dan budaya bangsa.

Bangga menjadi bangsa Indonesia karena putra-putri pertiwi tidak pernah dibesarkan oleh Maling dan diajarkan menjadi Maling; Bangga menjadi bangsa Indonesia karena putra-putri pertiwi tidak pernah diajarkan untuk minder dan menjadi pengecut; Bangga menjadi bangsa Indonesia karena terlahir sempurna sebagai putra-putri pertiwi.

bersambung kemudian . . . .

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 13 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 14 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: