Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Gejala Kejiwaan

OPINI | 07 December 2010 | 10:32 Dibaca: 2922   Komentar: 0   0

Apa itu Kognisi?

KOGNISI adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami,menilai,menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencerminkan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung.

Kognisi dapat diukur melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati, jadi tidak dapat diukur secara langsug. Semisal kemampuan anak untuk mengingat huruf A-Z.

Adapun macam gejala kognisi,yaitu:

1. Pengamatan

Pengamatan adalah aktivitas yang dilakukan manusia terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.

Adapun proses-proses pengamatan, yaitu penglihatan, pendengaran, rabaan, pembauan (penciuman), pengecapan

2. Tanggapan

Yaitu suatu bayangan yang melekat dalam ingatan setelah kita melakukan suatu pengamatan.

3. Ingatan

Ingatan adalah saat kita menggambarkan pengalaman masa lalu dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah bagaimana kita menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut.

Ingatan dibagi menjadi dua kategori:

Ingatan eksplisit

Ingatan eksplisit meliputi penginderaan, semantik, episodik, naratif, dan ingatan otobiografi. Kegunaan dari ingatan eksplisit adalah untuk informasi sosial dan identitas, penggambaran otobiografi, aturan sosial, norma, harapan.

Ingatan implisit

Ingatan implisit meliputi penginderaan, emosi, ingatan prosedural, pengkondisian rangsang - respon. Kegunaan dari ingatan implisit adalah tempat skema kelekatan, transference, dan super ego.

Pembentukan Ingatan

Tahapan utama dalam pembentukan ingatan adalah:

a. Encoding: proses dan penggabungan informasi yang diterima

b. Penyimpanan: penciptaan catatan permanen dari informasi yang telah di- encode

c. Pengambilan: memanggil kembali informasi yang telah disimpan untuk digunakan dalam suatu proses atau aktivitas.

4. Fantasi

Fantasi itu dilukiskan sebagai fungsi yang memungkinkan manusia untuk berorientasi dalam alam imajinasi melampaui dunia riil.
Secara garis besar fantasi dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu:
a. Fantasi tidak sadar (tidak disengaja)
b.  Fantasi disadari (disengaja)

5. Berpikir

Berpikir merupakan proses dinamis yang dapat dilukiskan dengan proses atau jalannya. Ada empat langkah proses jalannya berpikir:

a.  Pembentukan pengertian
b.  Pembentukan pendapat dan
c.  Penarikan kesimpulan
d. Psikologi Fikir

6. Intuisi

Intuisi adalah kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, didalam buku itu ditemukan sesuatu yang dicari-carinya selama bertahun-tahun.

Gejala Perasaan dan Emosi

Pengertian Perasaan

  • Perasaan merupakan gejala psikis yang bersifat subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala mengenal dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf . (Sumardi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, PT. Grafindo Graha Persada, Jakarta:2006. hal.66)
  • Perasaan merupakan suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang dialami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif . ( Abu Ahmadi dan M. Umar , Psikologi umum edisi revisi, PT. Bina Ilmu, Surabaya:1992. hal 59)
  • Menurut Prof. Hukstra, Perasaan adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat mempertimbangkan dan mengukur sesuatu menurut rasa senang dan tidak senang . (Agus Sujanto, Psikologi Umum. Bumi Aksara, Jakarta:1979. hal 75)

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa perasaan itu merupakan suatu peristiwa kejiwaan yang dialami seseorang dalam bentuk senang atau tidak senang yang berhubungan dengan gejala mengenal dalam berbagai taraf dan bersifat subyetif.

Tingkat dan kekuatan Perasaan

Ada beberapa macam tingkat dan kekuatan perasaan : (Abu Ahmadi dan M. Umar, Psikologi Umum edisi revisi, PT. Bina Ilmu, Surabaya: 1992. hal. 61).

  • 1. Perasaan yang menyertai peristiwa yang sedang dialami (misalnya, pengamatan, berpikir) lebih kuat dari perasaan yang timbul atas suatu ingatan.
  • 2. Perasaan yang tidak senang yang disebabkan oleh rasa pengecap dan bau, lebih kuat dari pada perasaan yang disebabkan oleh pendengaran dan penglihatan.
  • 3. Kekuatan perasaan akan berkurang, kalau hal – hal yang menimbulkan perasaan tersebut berlanggsung terlalu lama dam berulang – ulang,

Pengertian Emosi

12917178871032093569

Istilah emosi menurut Daniel Goleman (1995), seorang pakar kecerdasan emosional, yang diambil dari Oxford English Dictionary memaknai emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap.

Atau dapat kita pahami bahwa emosi itu merupakan suatu gejolak atau rasa yang terjadi dalam hati/perasaan yang terjadi karena ada suatu rangsangan yang diberikan pada saat kita dalam keadaan mental yang hebat.

Adapula yang mengatakan emosi itu adalah suatu perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.

Sumber-sumber emosi dan suasana hati

Kepribadian

Kepribadian memberi kecenderungan kepada orang untuk mengalami suasana hati dan emosi tertentu, contohnya beberapa orang merasa bersalah dan merasakan kemarahan dengan lebih mudah dbandingkan orang lain, sedangkan orang lain mungkin merasa tenang dan rileks dalam situasi apa pun. Intinya, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk memiliki emosi apa pun secara lebih intens atau memiliki intensitas afek (perbedaan individual dalam kekuatan di mana individu-individu mengalami emosi mereka) tinggi.

Hari dalam seminggu dan waktu dalam sehari

Orang-orang cenderung berada dalam suasanan hati terburuk di awal minggu dan berada daam suasana hati terbaik di akhir minggu.

Cuaca

Cuaca memiliki sedikit pengaruh terhadap suasana hati. Seorang ahli menyimpulkan, “Berlawanan dengan pandangan kultur yang ada, data ini menunjukkan bahwa orang-orang tidak melaporkan suasana hati yang lebih baik pada hari yang cerah atau sebaliknya.

Stres

Sebuah penelitian menghasilkan pernyataan, “Adanya peristiwa yang terus-menerus terjadi yang menimbulkan stres tingkat rendah menyebabkan para pekerja mengalami tingkat ketegangan yang semakin lama seiring berjalannya waktu semakin meningkat.

Aktivitas sosial

Orang-orang dengan suasana hati positif biasanya mencari interaksi sosial dan sebaliknya, interaksi sosial menyebabkan orang-orang mempunyai suasana hati yang baik. Jenis aktivitas sosial juga berpengaruh. Penelitian mengungkap bahwa aktivitas sosial yang bersifat fisik, informal, atau Epicurean lebih diasosiasikan secara kuat dengan peningkatan suasana hati yang positif dibandingkan dengan kejadian-kejadian formal atau yang bersifat duduk terus-menerus.

Tidur

Kualitas tidur mempengaruhi suasana hati. Para sarjana dan pekerja dewasa yang tidak memperoleh tidur yang cukup melaporkan adanya perasaan kelelahan yang lebih besar, kemarahan, dan ketidakramahan. Satu dari alasan mengapa tidur yang lebih sedikit, atau kualitas tidur yang buruk, menempatkan orang dalam suasana hati yang buruk karena hal tersebut memperburuk pengamnbilan keputusan dan membuatnya sulit untuk mengontrol emosi.

Olahraga

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati positif.

GEJALA KONASI (Kehendak)

Menurut buku psikologi umum, kemauan adalah suatu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktivitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksaan suatu tujuan. Tujuan itu sendiri adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada suatu arah.

Dalam istilah sehari-hari, kemauan dapat diartikan sebagai kehendak atau hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Ada berbagai macam kehendak, beberapa di antaranya adalah:

1. Dorongan
Suatu kekuatan dari dalam yang mempunyai tujuan tertentu dan berlangsung dari luar kesadaran kita. Dorongan ada dua macam yaitu: dorongan nafsu dan dorongan rohaniah.

Dorongan yang bertujuan mencapai suatu syarat hidup tertentu disebut tropisme. Misalnya:
- Tumbuh-tumbuhan mengarahkan pucuknya ke sinar matahari

Dorongan hidup yang bekerja tanpa disadari dan berlangsung dengan sendirinya disebut otomatisme. Misalnya:
-peredaran darah
-pernapasan dll

Semua dorongan di atas berpangkal dari 3 hal yaitu:
a. dorongan mempertahankan diri
b. dorongan mempertahankan jenis
c. dorongan mengembangkan diri

Macam-macam dorongan di atas terletak pada tingkatan biologis, gunanya untuk melanjutkan hidup.

2. Keinginan
Dorongan nafsu yang tertuju pada sesuatu benda tertentu. Keinginan yang dipraktekan secara kontinu akan menjadi suatu kebiasaan.

3. Hasrat
Suatu keinginan tertentu yang dapat diulang-ulang.

4. Kecenderungan
Hasrat yang aktif yang menyuruh kita, agar lekas bertindak.

5. Hawa Nafsu
Hasrat yang besar dan kuat yang dapat menguasai seluruh fungsi jiwa dan bergerak serta berkuasa dalam kesadaran.

6. Kemauan
Kekuatan yang sadar dan hidup dan atau menciptakan sesuatu yang berdasarkan perasaan dan pikiran.

GEJALA CAMPURAN

Gejala campuran meliputi perhatian, kelelahan dan sugesti

1. Perhatian

Perhatian adalah reaksi umum yang menyebabkan bertambahnya aktifitas daya konsenteasi dan fokus terhadap satu objek

Adapun jenis perhatian

Menurut bentuknya:

a. Perhatian sengaja contoh melihat pemandangan.

b. Perhatian tidak sengaja contoh tiba tiba di jalan ada wanita cantik.

c. Perhatian habitual contoh setiap hari kita memperhatikan matahari.

Menurut sifatnya:

a. Perhatian spontan dan perhatian paksaan

b. Perhatian konsentratif adalah perhatian yang memusatkan pada suatu objek saja. Sedang perhatian distributif adalah perhatian yang perhatiannya dibagi-bagikan pada banyak objek.

c. Perhatian sempit adalah melekatkan perhatin pada suatu objek.

d. Perhatian sembarangan ( random attention ) adalah perhatian yang tidak tetap, dan tidak tahan lama.

2. Kelelahan

Kelelahan adalah isyarat bahwa energi tubuh kita menyusut dan menurun.

3. Sugesti

Sugesti adalah pengaruh yang berlangsung terhadap kehidupan psikis dan segenap perbuatan kita baik perasaan, pikiran maupun kemauan kita yangt dapat menggerakkan/menguatkan fikiran.

Beberapa istilah tentang Sugesti

a. Sugesti adalah orang mudah terkena sugesti

b. Sugestif adalah orang yang memiliki daya pengaruh terhadap orang lain

c. Otosugesti adalah sugesti yang keluar dari diri sendiri

Bakat, Intelegensi, dan IQ

Definisi Bakat adalah:

  1. Crow dan Crow : Bakat merupakan kualitas yang dimiliki  oleh semua orang dalam tingkat yang beragam.
  2. William B. Michael : bakat adalah kapasitas seseorang dalam melakukan tugas, yang dedikit sekali dipengaruhi atau tergantung dari latihan.
  3. Brigham : Bakat kondisi, kualitas, atau sekumpulan kualitas yang dititik beratkan pada apa yang dapat dilakukan individu (segi performance/kinerja) setelah individu mendapat latihan.
  4. Woodworth dan Marquis : bakat adalah prestasi yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus.
  5. Guilford : bakat adalah kemampuan kinerja yang mencakup dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.

Bakat juga biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud.

Intelegensi

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.


Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 6 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 12 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 13 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 13 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: