Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Etri_asih

Saya mahasiswi pgsd kebumen yang ingin belajar untuk menjadi yang lebih baik....

Memahami Gejala Kognisi, Emosi , Konasi dan Campuran

OPINI | 07 December 2010 | 04:55 Dibaca: 525   Komentar: 0   0

A. Gejala Kognisi

Kognisi merupakan suatu pemahaman terhadap sebuah kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Kognisi biasanyadi gunakan untuk mengetahui bagaimana cara berfikir manusia. Pada gejala kognisi ini di anggap sebagai proses mental karena gejala ini merupakan suatu pemikiran dan sseorang tidak dapat mengamatinya secara langsung dan untuk mengetahuinya dapat di lakukan dengan cara mengamati pola perilakunya. Misalnya kemampuan seoran anak untuk menghafalkan lagu.

Ada beberapa gejala kognisi diantaranya yaitu :

1. Pengamatan

Pengamatan merupakan suatu proses yang di lakukan oleh seseorang dalam mengamati atau mencari sesuatu terhadap suatu objek yang berguna untuk memahami sebuah pengetahuan dari fenomena untuk mendapatkan informasi-informasi penting. Prosese pengamatan dapat di lakukan melalui penglihatan, pendengaran, rabaan, pembauan, dan pengecapan. Dalam suatu pengamatan maka di perlukan suatu pengaturan objek agar dapat berhasil dengan baik yaitu dapat di lakukan melalui beberapa aspek yaitu diantaranya aspek ruang, aspek waktu, aspek gestal, aspek arti.

2. Tanggapan

Setelah melakukan pengamatan selanjutnya ada sebuah tanggapan untuk menanggapi sebuah pengamatan tersebut. Tanggapan merupakkan suatu bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah melakukan pengamatan.

3. Ingatan

Ingatan merupakan sesuatu yang ada dalam pikiran manusia yang bmenggambarkan masa lampau dan ingatan ini dapat di jadikan suati informasi. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut.

4. Fantasi

Fantasi merupakan suatu daya untuk membentuk tanggapan-tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan-tanggapan yang ada, dan tanggapan baru itu tidak harus dengan benda-benda yang ada. Fantasi ini memungkinkan manusia untuk berorientasi dalam imajinasi yang di milikinya melalui dunia riil.

Fantasi itu dilukiskan sebagai fungsi yang memungkinkan manusia untuk berorientasi dalam alam imajinasi melampaui dunia riil.

5. Berpikir

Berpikir merupakan sutu proses dinamis yang dapat di lukiskan dengan proses atau jalannya. Berpikir ini di lakukan oleh manuisa guna memecahkan suatu masalah.

6. Intuisi

Intuisi merupakan kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Jadi pemahaman ini berasak secara tiba-tiba dan di luar kesadaran..

B. Gejala Perasaan atau Emosi

Perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang dialami oleh seseorang dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subyektif. Perasaan ini selalu berubah-ubah tergantung kondisi seseorang tersebut. Emosi yaitu suatu perasaan dimana pikiran dan kondisi mentalnya sedamg meluap-luap. Emosi mencakup beberapa aspek di antaranya yaitu stimulus, perasaan, respon-respon internal, dan pola-pola tingkah laku.

Simpati ialah sesuatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan orang lain. Dengan kata lain, suatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan sesuatu yang sedang dirasakan oleh orang lain. Simpati dapat timbul karena persamaan cita-cita, mungkin karena penderitaan yang sama, atau karena berasal dari daerah yang sama, dan sebagainya.

Empati ialah sesuatu kecenderungan untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain andaikata dia dalam situasi orang lain tersebut. Karena empati, orang mengunakan perasaannya dengan effektif dalam situasi orang lain, didorong oleh emosinya seolah-olah dia ikut mengambil bagian dalam gerakan-gerakan yang dilakukan orang lain.

C. GEJALA KONASI (Kehendak)

Seseorang hidupnya pasti memenuhi hasrat kemauan. Kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, yang dapat diartikan sebagai aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. Kemauan dapat juga di artikan sebagai dorongan yaitu ,merupakan suatu kekuatan dari dalam yang mempunyai tujuan tertentu dan berlangsung di luar kesadaran manusia. Dorongan ini dapat berarti dorongan nafsu mapun dorongan rohaniah.

· Hasrat merupakan suatu keinginan tertentu yang dapat di ulang-ulang. Hasrat ini mempunyai hubungan yang erat dengan tujuan tertentu baik positif maupun negatif.

D. GEJALA CAMPURAN

Gejala campuran meliputi perhatian, kelelahan dan sugesti.

a. Perhatian merupakan reaksi yang berasal dari seseorang terhadap aktifitas daya kosentrasi dan focus terhadap suatu objek. Ada beberapa yang mempengaruhi perhatian di antaranya factor eksternal (benda-benda yang berhubungandengan individu, stimulus) sedangkan dari factor internal (mint & keinginan, perasaan, kebiasaan ).

b. Kelelahan adalah isyarat bahwa energi tubuh kita menyusut dan menurun.

c. Sugesti adalah pengaruh yang berlangsung terhadap kehidupan psikis dan segenap perbuatan kita baik perasaan, pikiran maupun kemauan kita yang dapat menggerakkan/menguatkan fikiran. Beberapa istilah tentang sugesti :

a. Sugesti adalah orang mudah terkena sugesti

b. Sugestif adalah orang yang memiliki daya pengaruh terhadap orang lain

c. Otosugesti adalah sugesti yang keluar dari diri sendiri

d. Heterogesti adalah yang muncul dari orang

E. Bakat dan Intelegensi

1. Bakat

Bakat biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud. Bakat berbeda dengan kemampuan dan dengan kapasitas. Juga berbeda pula dengan prestasi. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.

Kapasitas diartikan sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan sepenuhnya di masa mendatang apabila kondisi latihan dikemukakan secara optimal. Jadi bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bisa bersifat umum.

2. Intelegensi

Intelegensi merupakan suatu kemampuan yang di miliki oleh seseorang dan kemampuan berpikir secara rasional dan bertindak secara terarah. Faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi yaitu di antaranya faktor bawaan dan lingkungan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: