Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Irama dan Melodi Sebagai Unsur Musik

OPINI | 08 December 2010 | 10:34 Dibaca: 1053   Komentar: 2   0

Suatu pagi ketika saya dalam perjalanan naik kereta api komuter menuju Solo, saya melihat seorang pemuda yang tengah asik mendengarkan musik dari ponsel miliknya. Posisinya tepat dihadapan saya sehingga dengan jelas saya dapat menyaksikan ketukan-ketukan kecil kaki dan tangan pemuda tersebut. Makin lama makin asik dia mendengarkan musik, ketukan-ketukan kaki dan jari-jari tangannya semakin jelas. Mungkin hal ini sering terjadi pada diri kita, tanpa sadar ketika kita tengah mendengar musik jari tangan kita ikut mengetuk-ngetuk mengikuti alunan musik. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena gerakan tubuh memang tidak bisa dipisahkan dari unsur-unsur musik. Unsur-unsur musik itu sendiri diantaranya adalah irama dan melodi. Sebagian orang mungkin telah mengenal apa itu irama dan melodi, namun mungkin yang lain belum mengenal apa itu irama dan melodi. Nah untuk menambah pengetahuan kita tentang musik tidak ada salahnya kalau kita sedikit mengupas tentang apa itu irama dan melodi.

Yang pertama kita bahas adalah irama. Apa itu irama? Ada yang bisa jawab? Ya, irama adalah urutan rangkaian gerak yang menjadi salah satu unsur pokok musik. Irama dalam musik terbentuk dari sekelompok bunyi dan diam dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendeknya, membentuk suatu pola irama dan bergerak menurut pulsa dalam ayunan birama. Irama merupakan gerak musik yang berjalan teratur yang tidak tampak dalam lagu akan tetapi dapat dirasakan setelah lagu dialunkan. Apabila membicarakan irama kita tidak dapat lepas dari yang namanya birama. Birama sendiri adalah ketukan-ketukan atau tekanan-tekanan yang datang berulang-ulang dengan teratur dalam waktu yang sama (Atan Hamdju,1989:2). Biasanya kita mengenal lagu dengan birama 2/4, 3/4, 4/4, atau 6/8. Dalam birama 2/4 misalnya, memiliki arti bahwa dalam setiap birama terdapat 2 ketukan dan tiap ketukan bernilai 1/4. Demikian juga berlaku untuk birama-birama lain. Birama biasanya dihubungkan dengan kegiatan membirama, yaitu teknik memimpin jalannya penyajian sebuah musik secara bersam-sama. Tujuan dari membirama sendiri adalah agar lagu yang dibawakan barjalan dengan baik, teratur, dan sesuai ketukan-ketukannya.

Setelah kita mengetahui sedikit tentang irama,selanjutnya kita akan membahas melodi. Melodi adalah susunan rangkaian nada atau bunyi dengan getaran teratur yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan. Melodi terdiri dari nada-nada yang terangkai secara teratur sehingga membentuk sebuah lagu yang indah. Melodi juga dikatakan sebagai unsur pokok musik yang senantiasa menjadi pusat perhatian dalam musik karena orang bernyanyi senantiasa menghasilkan melodi. Kombinasi beberapa tinggi nada dan irama menghasilkan melodi tertentu. Pada sebuah lagu melodi digambarkan dengan bentuk notasi melodi. Notasi melodi sendiri terdiri dari empat bentuk yaitu, yang pertama notasi huruf John Curwen yang ditulis dengan Do Re Mi Fa So La Si Do. Yang kedua yaitu notasi huruf yang ditulis dengan c d e f g a b dan ditambah o (nol) sebagai tanda diam. Yang ketiga yaitu notasi angka yang dilambangkan dengan 1 2 3 4 5 6 7. Notasi jenis ini paling banyak digunakan terutama oleh pemula karena dianggap paling mudah. Bentuk notasi yang terakhir adalah notasi musik. Notasi jenis ini digambarkan dengan garis naik atau turun untuk menunjukan tinggi rendahnya nada.

Setelah mempelajari kedua unsur musik diatas, kita jadi tahu bahwa musik terdiri atas unsur-unsur dasar yang diantaranya adalah irama dan melodi. Komposisi unsur-unsur yang tepat akan menjadikan musik enak didengar dan dinikmati. Semoga bermanfaat .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: