Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Panser Dwi Puspita

Aku hanyalah sebutir pasir di sepanjang pantai,. begitu kecil dan tak terlihat,..

Klasifikasi Motif

OPINI | 16 December 2010 | 09:51 Dibaca: 1491   Komentar: 0   0

Bicara tentang motif itu tidak ada habisnya, seiring dengan perkembangan zaman, banyak muncul motif-motif baru sehingga motif banyak sekali macamnya, motif diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, motif primer dan motif sekunder, motif intrinsik dan motif ekstrinsik, motif mendekat dan motif menjauh, motif sadar dan motif tak sadar, motif biogenetis, sosiogenetis, dan teogenetis.

Motif primer dan motif sekunder, motif primer yaitu motif yang bergantung pada keadaan organik individu, terjadi jika dilatar belakangi oleh proses fisiokemis di dalam tubuh individu. Motif sekunder sebaliknya lebih cenderung pada hal-hal di luar tubuh/ berdasarkan pengalaman.

Motif intrinsik yaitu dorongan yang timbul dari diri sendiri, atas kesadaran sendiri dan motif ekstrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar, berupa rangsangan dari luar yang mendorong seseorang agar punya keinginan melakukan suatu hal tertentu.

Motif mendekat dan motif menjauh, motif mendekat yaitu motif yang bila bereaksi terhadap stimulus yang datang bersifat mendekati stimulus, sedangkan motif menjauh terjadi bila respons terhadap stimulus yang datang sifatnya menghindari stimulus. Stimulus yang menimbulkan respons mendekat disebut stimulus positif, sedangkan stimulus yang menimbulkan respons menjauh disebut stimulus negatif. Misalnya anak yang telah mengikuti pengajian, biasanya cenderung ngin mengamalkan apa yang diperolehnya. Kalau motif menjauh contohnya anak yang telah mendapat penyuluhan tentang bahaya rokok, maka ia cenderung menghindari merokokkarena telah tahu dampaknya.

Motif sadar dan motif tak sadar, yang disebut motif tak sadar yaitu dorongan yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja dorongan itu muncul begitu saja dan kita tidak tahu alasannya. Misal, seorang anak yang tengah bersepeda di jalan, ada anak lain yang bersepeda mendahuluinya, secara tidak sadar anak tersebut berusaha mengejar untuk menduduki posisi depan lagi, padahal itu buka sebuah pertandingan. Sedangkan motif sadar motif yang muncul dan kita tahu alasannya mengapa kita ingin melakukan suatu hal tersebut. Contoh dari motif ini yaitu seorang siswa yang hendak melaksanakan ulangan, mereka belajar dengan keras agar besok bisa mengerjakan ulangan dengan mudah dan bisa memperoleh nilai terbaik.

Motif biogenetis, motif sosiogenetis, dan motif teogenetis, motif biogenesis merupakan motif yang berasal dari kebutuhan organisme demi kelanjutan kehidupannya secara biologis, bercorak universal dan kurang terikatpada lingkungan kebudayaan tempat manusi tersebut kebetulan berkembang dan berada. Motif sosiogenetis adalah motif yang dipelajari orang dan berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang itu berada dan berkembang. Sedangkan, motif teogenetis berasal dari interaksi antara manusia dan Tuhan, seperti yang nyata dalam ibadah dan dalam kehidupannya sehari – hari saat ia berusaha merealisasikan norma – norma agama tertentu.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



Subscribe and Follow Kompasiana: