Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sofyan Harseno

PGSD salah satu jembatan menjadi seorang guru SD

Perkembangan Berbicara (Bahasa) pada Anak

OPINI | 18 December 2010 | 10:06 Dibaca: 4668   Komentar: 0   0

Ketika anak tumbuh dan berkembang terjadi peningkatan baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Produk bahasanya secara bertahap kemampuan anak meningkat bermula dari mengekpresikan mimik wajah dengan cara berkomunikasi. Alat komunikasi berbicara pada anak menggunakan gerakan dan tanda isyarat untuk menunjukkan keinginannya secara bertahap dan berkembang menjadi suatu komunikasi melalui ajaran yang tepat dan jelas. Perkembangan fonologi berkenaan dengan adanya pertumbuhan dan produksi sistem bunyi dalam bahasa bagian terkecil dari sistem bunyi tersebut dikenal dengan nama fonem yang dihasilkan sejak bayi lahir hingga 1 tahun. Sedangkan morfologi berkenaan dengan pertumbuhan dan produksi arti bahasa.

Disini akan membahas dua tipe perkembangan anak didalam berbicara, yaitu :
1. Egosentrie Speech
Terjadi pada anak berusia 2-3 tahun, dimana anak berbicara pada dirinya sendiri pada saat main boneka.
2. Socialized Speech
Terjadi ketika anak sedang berinteraksi pada temannya dan didalam lingkungan. Hal ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi sosial anak

Tujuan Berbicara
Adapun tujuan dari berbicara yaitu untuk memberitahu, menghibur, melapor, membujuk, dan menyakinkan seseorang, ada beberapa faktor yang dapat dijadikan dalam aspek kebahasan, yaitu :
1.
Ketepatan ucapan (pelafalan)
2.    Penekanan atau penempatan nada dan durasi yang sesuai
3.    Pemilihan kata
4.    Ketepatan sasaran pembicaraan (tata krama)

Sedangkan faktor aspek non kebahasaan yaitu :
1.     Sikap tubuh, pendangan, bahasa tubuh, mimik wajah yang tepat
2.    Kesediaan menghargai pembicaraan maupun gagasan orang lain.
3.    Kenyaringan suara dan kelancaran dalam berbicara
4.    Relevansi, penalaran, dan penguasaan terhadap topik.

Hurlock mengemukakan 3 kriteria untuk mengukur kemampuan berbicara anak, apakah anak berbicara secara benar atau sekadar berceloteh sebagai berikut :
1.
Anak mengetahui arti kata yang digunakan dan mampu menghubungkan dengan objek yang diwakili.
2.    Anak mampu melafalkan kata-kata yang dapat dipahami orang lain dengan mudah.
3.    Anak dapat memahami kata-kata tersebut, bukan karena telah sering mendengar atau menduga-duga.
Beberapa ahli sepakat bahwa anak memiliki kemampuan untuk menirukan bahasa orang tua yang dilakukan dengan 2 cara yaitu secara spontan dan melalui penugasan dari orang dewasa untuk menirukan secara spontan bahasa orang dewasa dan menggunakan tata bahasa anak sendiri secara bebas.

Adapun beberapa cara orang dewasa mengajarkan bahasa bayi sebagai berikut :
1.
Motherese, recasting (menyusun ulang).
2.    Echoing (menggemakan)
3.    Expanding (memperluaskan)
4.    Labeling (memberi nama).
Motherese yaitu berbicara pada bayi dengan suatu frekuensi dan hubungan yang lebih luas dan menggunakan kalimat yang sederhana.
Recasting yaitu suatu pengucapan makna atau kalimat yang sama dengan menggunakan cara yang berbeda contohnya : dengan mengubah suatu pertanyaan.
Echoing adalah mengulangi apa yang telah dikatakan anak, khususnya ungkapan atau bahasa anak yang belum sempurna.
Expanding adalah menyatakan ulang apa telah dikatakan anak dalam bahasa yang baik untuk suatu kosa kata.
Labeling adalah mengidentifkasi nama-nama benda.

Menurut Vygostky menjelaskan ada 3 tahap perkembangan bicara pada anak yang berhubungan erat dengan perkembangan berpikir anak yaitu :
1.    Tahap eksternal
Yaitu terjadi ketika anak berbicara secara eksternal dimana sumber berpikir berasal dari luar diri anak yang memberikan pengarahan, informasi dan melakukan suatu tanggung jawab dengan anak.
2.    Tahap egosentris
Yaitu dimana anak berbicara sesuai dengan jalan pikirannya dan dari pola bicara orang dewasa.
3.    Tahap Internal
Yaitu dimana dalam proses berpikir anak telah memiliki suatu penghayatan kemampuan berbicara sepenuhnya.

Karakteristik ini meliputi kemampuan anak untuk dapat berbicara dengan baik, contohnya melaksanakan tiga perintah lisan secara berurutan dengan benar, mendengarkan dan menceritakan kembali cerita sederhana dengan urutan yang mudah dipahami, menyebutkan nama jenis kelamin dan umurnya, menggunakan kata sambung seperti : dan, karena, tetapi.
Ada beberapa cara belajar berbicara yang dapat dilakukan anak sebagai berikut :
1.    Persiapan fisik untuk berbicara pada anak
Yaitu kemampuan berbicara tergantung pada mekanisme bicara anak tersebut. Pada saat lahir anak tersebut telah memiliki saluran kecil, langit-langit, mulut datar, dan lidah terlalu besar untuk saluran suara sebelum semua sarana itu mencapai bentuk yang lebih matang.
2.    Kesiapan mental untuk berbicara pada anak
Yaitu kesiapan mental untuk berbicara tergantung pada kematangan otak, khususnya pada bagian-bagian asosiasi otak pada anak. Biasanya kesiapan tersebut berkembang pada saat anak berusia 12 dan 18 bulan dipandang dari segi aspek perkembangan bicara anak.
3.    Model yang baik untuk ditiru oleh anak didalam proses bicara
Yaitu mengucapkan kata dengan betul dan kemudian menggabungkannya menjadi satu kalimat yang betul maka anak harus memiliki model bicara contohnya pada orang dewasa untuk ditiru dari pelafasan yang benar dan baik.
4.    Kesempatan untuk berpraktek
Karena alasan apapun kesempatan berbicara dihilangkan jika mereka tidak dapat membuat orang lain mengerti dan mereka akan putus asa dan marah.
5.    Bimbingan

Cara yang paling baik untuk membimbing belajar berbicara yaitu :
1)    Menyediakan model yang baik
2)    Mengatakan kata-kata dengan perlahan dan cukup jelas sehingga anak dapat memahaminya
3)    Memberikan bantuan mengikuti model tersebut dengan membetulkan setiap kesalahan yang mungkin dibuat anak dalam meniru model tersebut.

Keterlambatan dan bahaya di dalam perkembangan bicara pada anak :
Apabila tingkat perkembangan bicara berada dibawah tingkat kualitas perkembangan bicara anak yang umumnya sama yang dapat diketahui dari ketepatan penggunaan di dalam kosa kata (bahasa) anak tersebut pada saat bersama teman sebayanya berbicara menggunakan kata-kata terus dianggap muda diajak bermain dengan kata-kata.
Keterlambatan berbicara tidak hanya mempengaruhi penyesuaian akademis dan pribadi anak pengaruh yang paling serius adalah terhadap kemampuan membaca pada awal anak masuk sekolah. Banyak penyebab keterlambatan bicara pada anak umumnya adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang membuat anak tidak mungkin belajar berbicara sama baiknya seperti teman-teman sebayanya, yang kecerdasannya normal atau tinggi kurang motivasi karena anak mengetahui bahwa mereka dapat berkomunikasi secara memadai dengan bentuk prabicara dorongan orangtua, terbatasnya kesempatan praktek berbicara karena ketatnya batasan tentang seberapa banyak mereka diperbolehkan berbicara dirumah. Salah satu penyebab tidak diragukan lagi paling umum dan paling serius adalah ketidakmampuan mendorong atau memotivasi anak berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh. Apabila anak tidak diberikan rangsangan didorong untuk berceloteh, hal ini akan menghambat penggunaan didalam berbahasa atau kosa kata yang baik dan benar.

Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak terlihat dari fakta bahwa apabila orang tua tidak hanya berbicara kepada anak mereka tetapi juga menggunakan kosa kata yang lebih luas dan bervariasi, adapun kemampuan anak didalam berbicara yang berkembang sangat pesat dan cepat yaitu contohnya : anak-anak dari golongan yang lebih atau menengah yang orang tuanya ingin sekali menyuruh mereka belajar berbicara lebih awal dan lebih baik. Sangat kurang kemungkinannya mengalami keterlambatan berbicara pada anak.
Sedangkan anak yang berasal dari golongan yang lebih rendah yang orang tuanya tidak mampu memberikan dorongan tersebut bagi mereka, apakah kekurangan waktu atau karena mereka tidak menyadari betapa pentingnya suatu perkembangan bicara pada anak didik tersebut.
Gangguan atau bahaya didalam perkembangan bicara pada anak yaitu :
1.    Kelemahan didalam berbicara (berbahasa) kosa kata
2.    Lamban mengembangkan suatu bahasa atau didalam berbicara
3.    Sering kali berbicara yang tidak teratur
4.    Tidak konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua atau guru.
Kesalahan yang umum didalam pengucapan atau bahasa (berbicara) pada anak yaitu :
1.    Menghilangkan satu suku kata atau lebih biasanya terletak ditengah-tengah kata contohnya : “buttfly” padahal “butterfly”.
2.    Mengganti huruf atau suku kata seperti “tolly” padahal “Dolly”
3.    Menghilangkan huruf mati yang sulit untuk diucapkan oleh anak contohnya : z,w,s,d, dan g.
4.
Huruf-huruf hidup khususnya O yang paling sulit dikatakan anak
5.
Singkatan gabungan huruf mati yang sulit diucapkan oleh anak contohnya : “st, sk, dr, fl, str”.

Faktor-faktor yang mempengaruhi anak berbicara
Awal masa kanak-kanak terkena sebagai masa tukang ngobrol, karena sering kali anak dapat berbicara dengan mudah tidak terputus-putus bicaranya. Adapun faktor-faktor yang terpenting didalam anak banyak bicara yaitu :

1.    Inteligensi
Yaitu semakin cerdas anak, semakin cepat anak menguasai keterampilan berbicara.
2.    Jenis disiplin
Yaitu anak-anak yang cenderung dibesarkan dengan cara disiplin lebih banyak bicaranya ketimbang pada suatu kekerasan.
3.    Posisi urutan
Yaitu anak sulung cenderung atau didorong orangtua untuk banyak berbicara daripada adiknya.
4.    Besarnya keluarga
5.    Status sosial ekonomi
6.    Status ras
7.    Berbahasa dua
8.    Penggolongan peran seks

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 3 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 3 jam lalu

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 7 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 9 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: