Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Ibuku Memukulku, Ditengah Malam

REP | 22 December 2010 | 01:47 Dibaca: 65   Komentar: 1   0

12929835322034007491

hanaya ilustrasi saja, foto pinjam foto milik anazkia……naz pinjam ya

Hari ini hari ibu, jika ter-ingat ibu ( saya memang menyapa almarhum ibu-ku dengan ibu dan almarhum bapak-ku dengan abah ), saya sering menitikkan air mata, entah kenapa. Susah untuk dituliskan, apa lagi untuk dibicarakan.

Ibuku pernah memukulku ditengah malam waktu itu. Saya tidak merasa salah, cuma saya menerima-nya, karena mungkin saja ibuku yang memukulku ditengah malam dengan menggunakan gagang sapu itu dan marah marah karena dia sayang padaku, sayang pada adik-ku dan sayang juga pada saudara sepupuku, ah sudahlah, pasti ibu memukul-ku karena dia sayang padaku.

Kenapa juga saya yang dipukul ibu, itu yang menjadi pertanyaan sampai sekarang dan saya selalu menjawabnya sendiri karena ibuku sayang padaku.

Ibu pernah menyuruh-ku waktu pulang kampung liburan semester dari Jakarta ke kampungku di Sumatera sana,…. sudah kamu tidak usah puasa, makan saja yang banyak, ini…..dia memberikan makannan lezat padaku, saya tidak tega menolaknya, saya ambil tetapi tidak saya makan saya simpan untuk berbuka puasa sorenya, itulah wujud nyata rasa sayang ibu pada anaknya.

Saya yakin ibu sangat mengerti soal puasa ramadhan, dia puasa, kami semua puasa, cuma karena saya jauh dari bapak dan ibu serta keluarga dan adikku, maka pada wktu pulang kampung liburan semesteran itu, ibuku menuyuruh saya tidak puasa.

Ya ibu memukulku ditengah malam,

Kenapa saya yang dipukul ibu, padahal ada adiku yang membuat keributan karena berlarian di loteng lantai atas yang memang terbuat hari papan merbaow, bukan saja berlarian juga turun tangga kebawah diwaktu tengah malam itu, bersama dua saudara sepupu-ku, cuma karena saya ikut turun tangga dan saya yang berdiam diri tidak kabur waktu itu. Saya menangis juga, tertahan…….ah kok jadi sedih. Kelas tiga es de jika saya tidak lupa waktu itu.

Nostalgia kasih sayang ibu.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

PR Matematika Anak SD Hebohkan Netizen …

Samandayu | | 22 September 2014 | 14:16

Jawaban PR Anak SD yang 80% Salah …

Hendri Ma'ruf | | 22 September 2014 | 15:12

Nyari Hobi yang Menguntungkan? Hidroponik …

Jeane Siswitasari | | 22 September 2014 | 16:34

Mandiri dengan Make Up, Siapa Takut? …

Asri Alfa | | 22 September 2014 | 14:07

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 4 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 12 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 13 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 8 jam lalu

Pengen Diet Koq Ngences? …

Vita Sinaga | 8 jam lalu

Jangan (Hanya) Cari Kelebihan Dari Istrimu …

Muhammad | 8 jam lalu

Wong Ndeso Ngaku Kutho …

Rizka Amalia Nur Fa... | 8 jam lalu

Gunung Padang Mitos Gerak Sejarah Yang Abadi …

Akhmad Ali | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: