Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sulis Tiyani

Saya adalah seorang mahasiswi transfer S1 PGSD yang ingin belajar menjadi guru yang baik dan selengkapnya

Belajar Musik Secara Menyenangkan di SD

OPINI | 24 December 2010 | 03:32 Dibaca: 258   Komentar: 0   0

SULISTIYANI, NIM X7210144, Kelas D, S1 Transfer PGSD KEBUMEN.

Bunyi atau suara memenuhi pandengaran kita setiap hari. Bunyi yang terorganisasi menurut waktu disebut musik. Kita dapat membedakan musik dari bunyi-bunyi lain dengan mengenali 4 komponen bunyi yang musikal yaitu pitch (tinggi rendah relatif yang terdengar dari suatu bunyi); dinamik (tingkat kekerasan atau kelembutan pada musik); warna suara (ciri khas bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi); dan ritme (aliran yang teratur dalam musik melalui waktu). Dari keempat hal tersebut, kita dapat membedakan bunyi yang merupakan musik dengan bunyi-bunyi lain.

Seseorang dapat memahami dunia musik tentu dengan mempelajarinya. Pengetahuan tentang musik hendaknya dipelajari sejak dini. Bagi guru sekolah dasar diharapkan mampu membelajarkan siswanya mengenai musik. Pendidikan musik di sekolah dasar pada dasarnya bertujuan agar siswa memiliki rasa musik. Kepekaan terhadap musik merupakan dambaan dari tujuan pembelajaran ini, sehingga diharapkan siswa tumbuh menjadi manusia yang luwes, berani, terampil, mandiri, dan kreatif. Tujuan pembelajaran musik ini tetap mengacu pada tujuan umum pembelajaran musik yakni siswa memiliki pengetahuan tentang irama, melodi, harmoni, struktur lagu, dan ekspresi. Untuk mencapainya perlu memahami pengetahuan musik. Pengetahuan musik merupakan fondasi untuk menuju pada pemahaman dan apresiasi musik, keterampilan musik, serta pada akhirnya kreatifitas musik sesuai dengan nilai rasa musik yang dimiliki masing-masing individu.

Pembelajaran senantiasa disesuaikan dengan subjek didik, sehingga pembelajaran musik juga disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, kesukaan anak , dan karakteristik masing-masing individu. Pembelajaran musik di sekolah dasar diberikan secara bertahap menurut tingkat perkembangan anak. Anak sekolah dasar pada dasarnya belajar secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi demikian mendorong pembelajaran musik dilaksanakan dengan penekanan pengalaman musik agar anak secara urut memiliki pengetahuan, pamahaman, apresiasi musik, keterampilan musik, dan pada akhirnya tumbuhlah kreatifitas estetis. Berbagai kegiatan pengalaman musik untuk pembelajaran musik antara lain: mendengarkan musik, bernyanyi, bermain musik, bergerak mengikuti musik, membaca musik, dan kreatifitas musik.

Pembelajaran musik selalu memperhatikan bagian-bagian dari semua unsur musik. Lagu model merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan karena mengandung unsur-unsur musik yang akan dikembangkan pada anak. Pemilihan lagu model hendaknya disesuaikan dengan pilihan anak, artinya lagu hendaknya bukan lagu asing, sebab akan menyita waktu untuk mempelajari lagu itu terlebih dahulu. Lagu model diajarkan melalui mendengarkan musik, menirukan akhirnya anak akan hafal secara alamiah. Penambahan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Melalui lagu model, guru dapat mendorong murid untuk mempelajari unsur-unsur musik yang terkandung dalam lagu model.

Melalui kegiatan mendengarkan musik, anak dapat menikmati alunan musik sekaligus mengamati komposisi musik melalui indera pendengaran. Komposisi musik tersebut tentunya sudah dipelajari secara teori dan ketika mendengarkan, anak menganalisis komposisi musik tersebut. Kegiatan ini tentunya dengan arahan dan bimbingan guru karena jika tidak, mungkin anak hanya menikmati musik saja tanpa berusaha memahami unsur-unsur musik. Unsur-unsur musik yang dapat dipelajari melalui kegiatan mendengarkan ini antara lain: pola irama, birama, gerak melodi, harmoni, alat-alat musik, ungkapan musik yang dihasilkan alat musik tersebut.

Kegiatan bernyanyi merupakan kegiatan yang dilakukan setelah anak melaksanakan kegiatan mendengarkan musik. Siswa dibimbing menyanyikan lagu model yang mengandung unsur-unsur musik yang akan dipelajari. Siswa tidak perlu diberitahu bahwa mereka akan mempelajari unsur musik dalam lagu tersebut. Tetapi, ketika telah berlangsung dan anak telah menikmati sajian musik tersebut barulah guru mulai mengenalkan dan menunjukkan unsur-unsur musik yang ada dalam lagu tersebut. Hal yang perlu diperhatikan guru dalam bernyanyi adalah ketepatan bidikan syair sesuai tinggi nada, gerak irama sesuai ayunan birama, sehingga lagu dapat dinyanyikan secara baik, dan secara teknis menyanyikan dengan benar. Kebenaran menyanyikan lagu akan memberikan kebenaran dalam bayangan penginderaan irama dan melodi. Siswa diharapkan menyanyikan lagu sampai hafal dan tepat bidikan nada dan pola irama, baik secara klasikal, kelompok, dan individual.

Kegiatan bermain musik membutuhkan keterampilan tertentu sesuai jenis alat musik yang digunakan untuk mengembangkan unsur-unsur musik. Penekanan kajian tentang rasa irama dapat digunakan alat musik irama yaitu alat musik yang tak bernada dan pada umumnya dibunyikan dengan dipukul. Alat musik irama yang dapat digunakan adalah genderang, bas drum, tenor, tamburin, triangel, kastanyet, dan simbal. Melalui alat musik ini kita dapat memberikan pengalaman tentang tempo untuk bergeraknya pulsa, birama, dan pola irama. Penekanan melodi menggunakan alat musik melodi, misalnya: piaika, recorder, dan glockenspial. Penekanan pada kedua unsur atau seluruh komposisi lagu dengan alat musik harmoni, yakni alat musik yang dapat digunakan untuk mengiringi lagu atau yang menghasilkan bunyi-bunyi akor yang dikehendaki.

Kegiatan pengalaman musik selanjutnya adalah bergerak mengikuti musik. Gerak ini dapat dilakukan di tempat artinya tidak berpindah tempat. Gerak di tempat mengutamakan gerak bagian badan seperti tangan, kaki, kepala, bahu yang dilakukan dengan gerak ke atas, ke bawah, berdiri, jongkok, berputar, dan sebagainya tanpa berpindah tempat. Untuk melatih keajegan datangnya pulsa, anak menghentakkan kaki secara terus menerus sesuai hitungan dan tepuk tangan untuk mengikuti notasi irama. Dengan demikian hentakan kaki akan bergerak dengan hitungan 1-2 untuk birama 2/2, 2/4, 2/8, sedangkan tepuk sesuai notasi irama. Latihan tersebut akan meningkatkan pemahaman dan tumbuhnya kepekaan rasa irama. Sedangkan untuk pengembangan rasa melodi dapat dilakukan dengan menggerakkan tangan ke atas untuk nada naik dan ke bawah untuk nada turun. Selain gerak di tempat, dapat juga dilakukan dengan gerak berpindah. Latihan gerak berpindah untuk mengembangkan rasa irama dapat dilakukan dengan bergerak ke kanan, ke kiri, ke depan, dan belakang sesuai ayunan birama. Misalnya, untuk lagu birama ¾ bergerak di tempat untuk hitungan pertama, ke kanan untuk hitungan ke dua, ke kiri untuk hitungan ke tiga, dan seterusnya sehingga anak memiliki konsep gerak sesuai birama. Pengembangan rasa melodi dapat juga dilatih dengan gerak berpindah. Misalnya, jika nada sejajar bergerak di tempat, maju untuk nada naik, dan ke belakang untuk nada turun.

Membaca musik dapat dikembangkan dengan menggunakan keberadaan sejarah terciptanya notasi musik yaitu dengan satu garis, dua garis dan seterusnya secara bertahap sampai lima baris dengan memanfaatkan kunci C yang memang bisa berpindah-pindah. Atau dapat juga menggunakan papan not balok. Latihan dapat dilakukan dengan memindah letak kunci, menambah garis, mengubah nilai not, dan variasi nilai not. Membaca musik pada akhirnya akan mendorong anak semakin memiliki rasa irama, bayangan nada, dan pada akhirnya rasa musik anak tumbuh dengan subur, sehingga anak tidak mengalami hambatan untuk mempelajari kajian musik lebih lanjut.

Setelah anak memiliki pengetahuan musik, mamahami serta memiliki keterampilan musik, pada akhirnya tumbuhlah kreatifitas musik. Pengembangan kreatifitas musik dapat dilakukan dengan cara mendorong anak untuk berimprovisasi, misalnya, untuk berani mengubah, menggabungkan, merangkai atau meniru suatu pola-pola menjadi pola yang diciptakan sendiri. Pengembangan kreatifitas dapat juga dilakukan dengan komposisi (kegiatan mengarang lagu). Kegiatan komposisi dapat dimulai dengan melagukan puisi, sajak, atau dapat juga dengan pembuatan pola-pola irama yang divariasikan dengan pengembangan pola melodi.

Semua kegiatan pembelajaran musik di atas harus disesuaikan dengan kurikulum, tingkatan kelas, dan karakteristik anak. Tentunya guru harus merancang kegiatan pembelajaran sebaik mungkin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 8 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: