Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

PENTINGNYA MENGENAL HARMONI, STRUKTUR LAGU DAN EKSPRESI DALAM BELAJAR MUSIK

OPINI | 26 December 2010 | 00:03 Dibaca: 5434   Komentar: 0   0

HARMONI

Harmoni atau ilmu harmoni dapat diartikan sebagai ilmu untuk menyusun dan menyambung akor-akor.

Harmoni memiliki pernanan sangat penting sebagai dasar pengetahuan dan keterampilan dalam menyelenggarakan musik disertai dengan latihan dan praktek secara sungguh-sungguh dalam bermain musik, bernyanyi, sehingga diperoleh pengetahuan, kesenangan, apresiasi, dan keterampilan musik.

A. Akor/ Trinada/ Triad

Akor dapat diartikan sebagai susunan nada yang terdiri dari tiga nada (triad) atau lebih yang dibunyikan secara bersama sekaligus.

Akor yang didirikan dari tangga nada tersebut diberi nama, sebagai berikut:

a. Tingkatan I disebut akor tonika (tonic)

b. Tingkatan II disebut akor super tonic

c. Tingkatan III disebut akor median

d. Tingkatan IV disebut akor sub dominan

e. Tingkatan V disebut akor dominan

f. Tingkatan VI disebut akor sub median

g. Tingkatan VII disebut akor loading not/ pembimbing/ sub tonic.

Berdasar interval nada alas + terts + kwint, maka akor dibedakan:

a. Akor mayor; yaitu akor yang memiliki interval 2 + 1½.

Contoh:

1) Pada tangga nada mayor: akor tingkat I, IV, V

2) Pada tangga nada minor: akor tingkat V dan VI

b. Akor minor; yaitu akor yang memiliki interval 1½ + 2.

Contoh:

1) Pada tangga nada mayor: akor tingkat II, III, dan VI

2) Pada tangga nada minor: akor tingkat I dan IV

c. Akor berkurang; memiliki interval 1½ + 1½.

Contoh:

1) Pada tangga nada mayor: akor tingkat VII

2) Pada tangga nada minor: akor tingkat II dan VII

d. Akor berlebih; memiliki interval 2 + 2.

Contoh:

1) Pada tangga nada mayor: tidak ada

2) Pada tangga nada minor: akor tingkat III

Sajian musik atau tekstur dapat berujud: unisono, homofoni, polifoni, kannon, dan diskan.

Lagu sering berganti nada dasar baik di tengah atau diakhir lagu, perpindahan nada dasar lagu disebut modulasi. Modulasi dapat ke tingkat IV, V, mayor atau minor senama, dan mayor atau minor senama. Modulasi empat macam itu disebut perkeluargaan tangga nada.

Agar lagu dapat dinyanyikan oleh seluruh audiens dengan berbagai macam latar belakang, misalnya : kemampuan musik, wilayah suara, maka lagu kadang perlu disesuaikan atau diubah yang disebut ditransposisi. Transposisi meliputi not musik ke angka, not angka ke not musik, not musik ke musik sama kunci, not musik ke not musik lain kunci.

STRUKTUR LAGU DAN EKSPRESI

Bentuk / struktur lagu adalah susunan serta hubungan antara unsur musik dalam suatu lagu sehingga menghasilkam suatu komposisi atau lagu yang bermakna. Sedangkan yang dimaksud dengan komposisi adalah mencipta lagu (Atan Hamdju, 1989).

Sedangkan untuk memahami struktur lagu dapat diperbandingkan dengan struktur kalimat dalam bahasa, yaitu :

huruf = not

kata = motif

frase = frase

kalimat = kalimat musik

bait = alinea

lagu = karya (misal : puisi)

Unsur – unsur Struktur Lagu

1. Motif

Motif dapat diartikan suatu bentuk pola irama dan melodi yang pendek tetapi mempunyai arti. Motif berguna memberi arah tertentu pada melodi yang memberi hidup pada suatu komposisi.

2. Frase

Frase ialah bagian dari kalimat musik seperti halnya bagian kalimat dalam bahasa. Dalam syair lagu frase menunjukkan ketentuan diucapkan dalam satu tarikan nafas, sehingga diupayakan tidak mengambil nafas pertengahan frase.

3. Kalimat Musik

Kalimat musik adalah bagian dari lagu yang biasanya terdiri dari 4 – 8 birama. Kalimat musik terbentuk dari sepasang frase dan dua kalimat musik atau lebih akan membentuk lagu.

Ekspresi

Ekspresi merupakan ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup semua nuansa tempo, dinamik dan warna nada dari unsure-unsur pokok musik dalam pengelompokkan frase (frasering) yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi atau disampaikan pada pendengarnya.

Unsur Ekspresi

a. Tempo

Tempo adalah kecepatan lagu dan perubahan-perubahan kecepatan lagu. Untuk dilukiskannya dipakai tanda-tanda atau istilah tempo. Istilah-istilah ini menggunakan bahasa Itali yang telah menjadi bahasa musik internasional.

Jenis-jenis tempo antara lain:

a. Tempo untuk pernyataan lambat

1) Lambat sekali : largisimo, lentissimo, lentosasi, largosasi

2) Lambat : lento, grave, adagio, largo

3) Kurang lambat : largoecto, adagietto

b. Tempo untuk pernyataan sedang menjadi

1) Sedang lambat : andantino

2) Sedang : andance

3) Sedang cepat : moderatc con anima, tempo guesto

c. Pernyataan cepat menjadi

1) Kurang cepat : allegretto, sosotonuto, allegro non tropo

2) Cepat : allegro, presto, vivece

3) Cepat sekali : allegro assai, molto vivace, allegro agiatato, allegro vivace

Di samping istilah pernyataan cepat lambat tersebut, masih terdapat istilah-istilah tambahan. Hal ini karena merasa istilah tempo yang telah ada belum cukup memuaskan, istilah tambahan tersebut antara lain:

1) Con esppressione : dengan perasaan

2) Con biro : dengan gembira

3) Con spirito : dengan semangat

4) Vivace : bergelora

5) Fuoco : berapi-api

Contoh: jadi jika ada tanda tempo allegro con spirito artinya lagu tersebut harus dinyanyikan dengan cepat bersemangat. Andante con espresso artinya lagu tersebut harus dinyanyikan dengan sedang dengan perasaan.

1) Maestoso : dengan hormat, dengan mulia

2) Marcato : dengan tegas

3) Contabile : dengan berseru

4) Vivace con vivo : dengan hidup-hidup

5) Con anima : dengan bersemangat

6) Erisoluto : dengan tegas

7) Con mondo : dengan berseru

8) Mosso : dengan hidup-hidup

9) Sostenuto : dengan perasaan

10) Grazio : dengan manis

11) Calando : dengan berseru

12) Scherzo : dengan lucu gembira

13) Scherzando : seakan-akan lucu

14) Tempio dimarcia : cepat lambat seperti mars

15) Tempo di walz : cepat lambat seperti musik walz

16) Ali polka : cepat lambat seperti musik polka

17) Tempo rubato : cepat lambat semuanya

Dalam menyanyikan lagu seriosa, kadang lagu itu di tengah-tengah ada perubahan tempo, kemudian kembali ke asalnya, misalnya:

1) Accelerando (accel) : bertambah cepat

2) Rallentando (rall) : bertambah lambat

3) Ritardando (rit) : berkurang cepatnya

4) A tempo : kembali ke tempo awal

5) Molto : banyak

6) Assal : amat

7) Poco (un poco) : sedikit

8) Sempre : selalu

9) Ma non tropo : tetapi jangan terlalu

10) Piu : lebih

11) Ritenuto : tiba-tiba lambat

12) Allargando : makin cepat

13) Stringendo : makin berkurang

14) Diminuendo : makin berkurang

15) Sorzando : lebih lambat lagi seakan-akan berhenti

16) Dolce : lemah lembut

17) Con forza : dengan keras

18) Quasi : seakan-akan

19) Leggiero : dengan terus menerus

20) Mezza voce : dengan bunyi yang nyaring

21) Mezza voce : dengan bunyi yang nyaring

22) Tranquillo : dengan tenang

23) Con fuoco : dengan berapi-api

2. Dinamik

Dinamik adalah tanda untuk menyatakan tingkat volume suara atau keras lunaknya serta perubahan keras lunaknya.

Tanda dinamik ada empat macam, yaitu:

a. Tanda dinamik untuk pernyataan keras

1) F : forte (forto), lagu dinyayikan dengan keras

2) Ff : fortissimo, dinyanyikan/ dibunyikan dengan sangat keras

3) Fff : fortississimo, dinyanyikan dengan sekeras-kerasnya

4) Ffff : fortississimo posaible, dinyanyikan seperti fff

5) Mf : mezzoforte, dinyanyikan dengan sedang kerasnya

b. Tanda dinamik untuk pernyataan lunak

1) p: piano,dinyanyikan untuk pernyataan suara lunak

2) pp: pianissimo, dinyanyikan dengan sangat lembut

3) ppp: pianississimo, dinyanyikan dengan selembut-lembutnya

4) pppp: pianissimo possible, dinyanyikan seperti ppp

5) mp: mezzo piano, dinyanyikan sedang lembutnya

c. Campuran keras dan lunak

1) Cressendo : dari lembut menjadi keras dengan tanda

2) Decressendo : dari keras ke lembut dengan tanda

3) Gabungan cressendo dan decressendo dengan tanda

d. Tanda dinamik untuk pernyataan tekanan

1) Staccato : titik-titik di atas atau di bawah not disebut staccato yang artinya ditekan dengan terputus-putus.

2) Staccatissimo (stakatisimo) artinya ditekan dengan kuat dengan terputus-putus.

3) Portato : titik-titik di atas atau di bawah not dengan sebuah garis lengkung (busur) di atasnya disebut portato artinya setengah stakato.

4) Marcato atau marcando: artinya ditonjolkan bagiam-bagian yang harus lebih nyata kedengarannya. Marcato terdiri dari tiga bagian, yaitu:

a) 5f (sfz) : sforzando artinya ditekan kuat pada nada atau akor

dengan tanda ” ^ “.

b) fp : sforzato-piano artinya ditekan kuat dan segera lembut dengan tanda ” > “.

c) pf: piano-forte artinya ditekan lembut dan segera kuat dengan tanda ” < ".

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 6 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 9 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 11 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 11 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Senja di Stasiun …

Ikhlash Hasan | 7 jam lalu

Aturan Main di Booth Kispray …

Ghumi | 7 jam lalu

Perempuan Berkabut Musim …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Kado Berwarna Biru Dari Alex …

Agustina | 7 jam lalu

Cerita dari Kotamobagu, Kota Terkecil di …

Ferdinand Mokodompi... | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: