Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Pendidikan Seni Musik di SD

OPINI | 30 December 2010 | 09:05    Dibaca: 522   Komentar: 1   0

Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal yang sangat menentukan pembentukan karakter siswa kedepannya. Dilevel inilah awal mula anak mendapatkan ilmu pengetahuan dan juga penanaman nilai-nilai yang nantinya akan berguna dalam kehidupanya. Orang tua dan guru bahu-membahu mengarahkan anak agar mampu menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, spiritual, dan juga emosionalnya. Pembentukan ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan porsi daya tangkap anak-anak pada masa itu. Pada masa ini anak-anak akan diajarkan berbagai ilmu pengetahuan atau mata pelajaran yang relevan dengan tingkat usianya dan tentunya yang menunjang untuk kelanjutan pendidikanya ke jenjang yang lebih tinggi. Sekolah berlomba-lomba mendidik siswanya agar pandai dan mendapat nilai tinggi dalam mata pelajaran yang dianggap penting seperti Matematika, Sains, Bahasa Indonesia, atau IPS. Disisi lain karena perilaku sekolah yang lebih mementingkan beberapa mata pelajaran tertentu, maka dampaknya adalah terdapat beberapa mata pelajaran lain yang dianggap kurang begitu penting dan menjadi seperti ‘dianaktirikan’. Mata pelajaran yang ‘dianaktirikan’ tersebut diantaranya adalah pendidikan seni musik. Padahal manfaat musik untuk anak tidak dapat dipandang sebelah mata, bahkan beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa musik dapat meningkatkan kecerdasan anak. Pendidikan seni musik di bangku sekolah sebenarnya bukanlah sebuah mata pelajaran yang berdiri sendiri, namun masih terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).

Pengajaran musik di sekolah dasar merupakan salah satu komponen pengajaran yang secara terintegrasi mendukung tercapainya pengembangan pribadi siswa seutuhnya. Selain itu juga untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi rasa keindahan yang dimiliki siswa melalui pengalaman dan penghayatan musik. Peningkatan rasa suka, penghargaan, dan tumbuhnya rasa musik (sense of music) lebih dipentingkan dibanding penekanan pada unsur-unsur musik sebagai materi pengajaran. Musik merupakan salah satu dimensi pengembangan kreativitas yang merupakan inti dari pengajaran musik di sekolah dasar, khususnya diarahkan pada kreativitas estetis. Kepekaan musik atau tumbuhnya rasa musik membuat anak tumbuh menjadi manusia yang luwes, berani, terampil, mandiri dan kreatif. Namun karena pendidikan musik di sekolah dasar saat ini masih dianggap kurang begitu penting, maka pencapaian hal itu akan kurang maksimal tentunya.

Untuk mencapai keberhasilan pendidikan musik di sekolah dasar guru tidak boleh berpandangan bahwa musik tidaklah penting, guru harus memandang manfaatnya yang demikian besar bagi anak didik. Pembelajaran musik selalu memperhatikan bagian-bagian dari semua unsur musik, hal ini disebabkan karena setiap lagu atau komposisi musik yang digunakan sebagai model atau media pembelajaran terbentuk dari unsur-unsur musik yang esensial sebagai satu kesatuan musik. Selanjutnya dalam menyampaikan materi musik hendaknya berpangkal dari hal yang mudah ke yang sulit, sederhana ke kompleks, disenangi ke yang kurang senang, dan dari yang mudah ke yang rumit. Pelaksanaan pembelajaran selalu memperhatikan pertambahan kemampuan, perkembangan sikap estetis, dan ketrampilan musik secara gradual menurut tata urutan yang logis dengan memperhatikan kesenangan dan keterpaduan dengan kehidupan anak sehari-hari.

Tantangan bagi guru sekolah dasar saat ini adalah apakah mereka mampu untuk untuk mewujudkan pembelajaran musik yang baik, dimana anak didik akan dapat tumbuh menjadi manusia yang luwes, berani, terampil, mandiri dan kreatif.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bule Ini Menang Lomba Artikel Bahasa …

Eddy Roesdiono | | 26 May 2015 | 09:55

Ahli dan Tenaga Bencana akan Disertifikasi …

Fandi Sido | | 26 May 2015 | 12:08

Ini Dia Masjid Cheng Hoo yang Unik …

Fajr Muchtar | | 26 May 2015 | 06:59

Sejenak Hening dalam Passion, Dream, …

Etik Anjar Fitriart... | | 26 May 2015 | 13:05

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Menpora Kalah di PTUN, JK Perintah Cabut SK, …

Hasto Suprayogo | 7 jam lalu

SBY dan Mafia Migas …

M. Jaya Nasti Nasti | 10 jam lalu

Soal Istilah Pribumi oleh KAMMI …

Najib Yusuf | 14 jam lalu

Beras Plastik, Anomali Jokowi, dan Strategi …

Ninoy N Karundeng | 16 jam lalu

Meluruskan Opini Publik yang Keliru: Wakil …

Himam Miladi | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: