Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mahasiswa Dalam Mencari Jati Diri

OPINI | 01 January 2011 | 02:11 Dibaca: 398   Komentar: 0   0

Prestasi adalah nikmat, tidak semua orang mendapatkan ni’mat yang begitu diharapkan mahasiswa. Begitupun juga menjadi anggota DPR adalah sebuah ni’mat yang diamanahkan oleh rakyat. Dalam bekerja ada sisi-sisi yang seharusnya dihindarkan, pekerjaan ibarat sebuah bisnis-menguntungkan kita atau merugikan kita.Tetapi menguntungkan harus dua level yaitu, dunia-akhirat. Aktivis mahasiswa adalah pekerjaan dengan karakter bisnis deal or no deal dengan pemerintah. Namun, jika melihat kondisi aktivis mahasiswa sekarang, jauh berbeda dengan dahulu. Militansi dan kepatriotisme cenderung berkurang dalam jati diri aktivis mahasiswa. Hal ini berkaitan dengan adanya sisi negatif para aktivis mahasiswa. Memang sifat manusia yang jelek itu adalah sombong, bisa di samakan dengan terlalu tinggi menilai dirinya. Ego selalu didahulukan sehingga selalu kebrobokan dalam menganalisa masalah. Mahasiswa seharusnya dapat menempatkan diri pada tempatnya.

Aktivis mahasiswa yang penting adalah Pertama, Idealisme-merupakan hal yang penting yang harus terpatri dalam jati diri mahasiswa. Memiliki keberpihakan yang benar yaitu berpihak kepada rakyat. Kedua, menghargai orang lain-secara tidak langsung mahasiswa sebagai aktivis berinteraksi langsung dengan masyarakat dan sikap inilah yang perlu dimiliki oleh aktivis mahasiswa. Ketiga, berintegritas tinggi-Aktivis mahasiswa adalah kaum intelektual yang berwawasan,selalu mengedepankan pikiran-pikiran intelektual, tidak hanya kritis tetapi solutif.

Kebanyakan_para aktivis mahasiswa terlalu terobsesi ingin bertemu dengan tokoh-tokoh politik negara. Tetapi kita harus ingat sejarahnya untuk menjadi tokoh-tokoh tersebut. Kita harus sabar bahwa tidak mudah untuk menjadi tokoh-tokoh tersebut, butuh perjuangan, semangat, bahkan finansial sekalipun.

Untuk kegiatan yang dilakukan pasca kampus adalah berdasar kompetensi. Aktivis mahasiswa mampu menilai dirinya untuk berkontribusi di bidang apa. Harus ada usaha yang tidak mudah untuk menjadi yang diinginkan. Misalkan menjadi entrepruneurship dibidang tertentu, sebab negara ideal 4 % penduduknya harus menjadi pengusaha. Sedangkan Indonesia baru hanya 0.08% untuk kepemilikan pengusaha/kelas menengah yang memilih aset diatas 2 Miliar. Lalu, apa yang harus diperbuat ? Lakukan sekarang jangan terlalu lama menilai kompetensi kita yang jelas-jelas sudah ada. Jangan sampai kita salah menempatkan diri. Kompetensi harus jelas karena itu merupakan posisi tawar. Maka harus bisa mendefenisikan kompetensi secara jelas dan jangan berjuang sendiri karena kita jama’ah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Divisi News Anteve Diamputasi! …

Syaifuddin Sayuti | | 20 November 2014 | 22:45

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 17 jam lalu

“Orang Jujur Kok pada Dimusuhin” …

Herulono Murtopo | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Hidup Tak Hanya Soal ‘Aku’. By …

Rahman Patiwi | 8 jam lalu

Batam: Menapaki Jejak Sendu Manusia Perahu …

Fajr Muchtar | 8 jam lalu

Metro TV, TV-nya Pemerintah …

Syaf Anton Wr | 8 jam lalu

Jadilah yang Kedua dalam Bisnis …

Ajengwind | 8 jam lalu

Turunkan Sandaran Kepala saat Taxi, Takeoff …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: