Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mahmudahtul Amani

cerewet,rebyeg,bingungen,selera humor tinggi

Perkembangan Kesadaran Identitas Perkembangan Jenis Kelamin pada Anak

OPINI | 02 January 2011 | 00:48 Dibaca: 794   Komentar: 0   0

Kesadaran identitas jenis kelamin (gender identiy) adalah kesadaran anak tentang konsep peran pria dan wanita dalam kehidupan. Perkembangan peran jenis kelamin pada anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya: pertama; faktor biologis. Perbedaan anatomis dan hormon antara pria dan wanita menyebabkan perbedaan psikologis diantara mereka. Kedua; faktor sosial. Anak mempelajari peran jenis kelamin melalui peniruan dan observasi terhadap perilaku orang lain. Ketiga; media massa. Pesan yang disampaikan oleh media massa memiliki pengaruh terhadap perkembangan peran seks. Keempat; pengruh perkembangan kognitif. Seiring dengan perkembangan kognitifnya, anak terus didorong untuk tetap konsisten berperilaku sesuai dengan peran jenis kelamin yang ada di benaknya. . Menurut Piaget pada usia 6-7 tahun peran jenis kelamin anak sudah konstan dan didorong untuk kompeten dan mencari aktivitas yang sesuai dengan peran jenis kelaminnya.

Menurut Hyde (1985), perbedaan antara pria dan wanita terlalu dilebih-lebihkan. Seolah-olah pria dan wanita adalah langit dan bumi. Padahal diantara mereka terdapat kecenderungan. Dalam aspek kognitif dan prestasi misalnya. Ada kecenderungan (meski belum meyakinkan) bahwa kemampuan verbal wanita lebih tinggi dari pria. Dalam segi sosial dan kepribadian, pria cenderung lebih agresif dan aktif, sedangkan wanita kebih mampu membaca emosi orang lain, toleran, dan lebih peduli. Dalam menyelesaikan masalah atau konflik, pria cenderung menggunakan kekuatan fisik, sedangkan wanita lebih menggunakan perasaan dan pendekatan persuasif.

Anggapan yang sering dilontarkan mastarakat adalah bahwa anak laki-laki harus tumbuh menjadi maskulin dan anak perempuan menjadi feminin. Dalam perkembangan selanjutnya, lahirlah konsep androgini sebagai alternatof dari konsep maskulin dan feminin. Androgini adalah suatu type kepribadian yang terdiri dari karakteristik-karakteristik yang diinginkan dari type kepribadian maskulin dan feminin. Orang yang androgini digambarkan lebih fleksibel dan bermental kuat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 4 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 9 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pantaskah Menteri Susi Dibela atau Dicerca? …

Abdullah Sammy | 8 jam lalu

Selaksa Abstraksi …

Ade Subagio | 8 jam lalu

Jangan Lupakan Kasus Obor Rakyat untuk …

Tian Bugi | 8 jam lalu

Belajar dari Krisis Demi Kestabilan Keuangan …

Arif L Hakim | 8 jam lalu

Mengapa Jokowi Memilih Susi? …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: