Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Novia Kurniasih

huruf-huruf merangkai kata, hanya ada satu kata untuk mendeskripsikan diri saya apa.....

Irama dan Melodi Musik

OPINI | 04 January 2011 | 06:55 Dibaca: 230   Komentar: 1   0

Berawal dari irama, ya…… istilah itu memang tak terlepas dari musik. Dimana irama adalah urutan rangkaian gerak yang teratur, panjang pendeknya ayunan tidak tampak dalam lagu, namun dapat dirasakan sesudah lagu dialunkan. Rasa tersebut tidak datang dengan sendirinya, namun perlu dilatih dengan membaca notasi irama. Orang dapat memahami dan merasakan bagian-bagiam irama karena mampu merasakan pulsa. Pulsa adalah rangkaian denyutan yang datang secar berulang dan teratur yang dapat dirasakan dan dihayati dalam musik dapat terdengar dan juga kelihatan. Sedangkan kecepatan gerak pulsa dalam lagu dalah tempo. Tempo juga dapat diartikan cepat lambatnya lagu, instrumen atau vokal (Atan Hamdju, 1989). Alat pengukurnya disebut dengan metronom maelzel.

Erwin Guttawa…. Pastinya nama itu tidak asing ditelinga para penikmat musik. Ya… dia adalah seorang conduktor. Dia sering tampil di layar Televisi dengan memimpin sebuah sajian musik yang megah (orkestra) hmmmm…. apakah semudah itu memimpin sebuah sajian musik….?Mungkin bagi sebagian orang hal itu mudah tetapi tidak sebagian yang lain. Memegang peranan menjadi dirijen atau conduktor artinya dia dapat membirama, yaitu meminpin atau memberi aba-aba kepada segenap orang untuk menyajikan musik atau menyanyi bersama yang berwujud pola-pola isyarat dengan menggunakan gerakan tangan. Tujuannya agar tiap komponen musik menjadi terkoordinasi sesuai dengan irama, dinamika, phesering dan tempo yanmg dikehendaki sehingga menghasilkan karya musik yang indah, kompak, dan harmonis.

Melodi di sini bukanlah judul sinetron yang pernah ditayangkan di Televisi. Namun jika kalian pernah mendengar dendang lagu yang tanpa sadar dinyanyikan sendiri dengan tidak memperhatikan apa yang disebut dengan ketetapan, atau keteraturan, bahkan harmonisasi kita bernyanyi hanya mengikuti jalannya rangkaian nada, nah itulah yang disebut dengan melodi. Sehingga melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan. Bunyi dihasilkan oleh suatu getaran, jumlah getaran tiap detik sebagai penentu tinggi nada. Alat untuk mengukur tinggi nada yaitu garpu tala (stemwork) dan stemfluit (pitchpipe).

Do re mi fa so la si do… Nampaknya lantunan musik tersebut sudah sangat familiar dikalangan masyarakat pada umumnya… Nah, jika notasi angka 1 2 3 4 5 6 7 apakah anda sudah mengetahui maksudnya…? Sama halnya dengan membaca do re mi fa so la si. Namun notasi angka hanya terdiri dari tiga oktaf. Tapi adakalanya kita mendengar penyanyi yang bersuara tinggi hingga mendekati 7 oktaf. Wahhhhh…. luar biasa…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 7 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 7 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Kopi Pahit …

Randu Setiawan | 7 jam lalu

Kapan Lagi Bisa “Berjabat …

Stefani Junita | 7 jam lalu

Terhempas #Gelombang Sang Dewi …

Marlistya Citraning... | 7 jam lalu

Cintaku, Nodamu (9) …

Sn W | 8 jam lalu

Wong Cilik dan Mental Orang Indonesia …

Failing Liberty | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: