Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Lulu Pgsd

saya seorang mahasiswi PGSD UNS kampus VI kebumen

Pembelajaran Menggunakan Gambar

OPINI | 04 January 2011 | 05:34 Dibaca: 2356   Komentar: 0   0

Membuat inovasi dalam pembelajaran adalah hak bagi semua orang. Di sini, saya akan mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran saya. Dalam dunia pendidikan bagi seorang guru apa yang disebut media pembelajaran atau alat untuk membantu dalam proses pembelajaran adalah hal yang sudah biasa, media bagi seorang guru sama fungsinya cangkul bagi seorang petani. Guru yang professional dalam setiap mengajar tidak cukup hanya berbekal dengan kepandaian atau cakap dalam menjelaskan suatu materi kepada anak didiknya namun juga harus diikuti dengan suatu keahlian bagaimana cara menggunakan media atau alat bantu untuk lebih efektifnya proses pembelajaran dengan arti apa yang disampaikan guru lebih mudah dicerna dan dipahami oleh anak didik untuk menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sebenarnya banyak model yang dapat diterapkan dalam mempelajari suatu pelajaran.

Pembelajaran dengan menggunakan gambar. Itulah inovasi yang akan saya bahas disini. Nah, apa yang di maksud dengan pembelajaran menggunakan media gambar? Lalu bagaimana caranya?

Pembelajaran menggunakan gambar adalah suatu model pembelajaran yang merupakan suatu inovasi yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar untuk memepercepat suatu pemahaman peserta didik terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Cara pembelajaran ini dapat dikembangkan dengan cara membuat gambar yang ada di berbagai media dan lingkungan sekitar. Setiap akan pulang sekolah siswa di beri tugas untuk menggambar tentang materi yang akan di bahas hari esok. Untuk menggambarnya kita dapat menggunakan kertas A4 ataupun Hvs yang didapatkan dari guru. Guru dapat membelinya dari uang kas kelas.

Dalam pembelajaran menggunakan gambar, membutuhkan kerjasama antara guru dan peserta didik. Sebagai contoh ketika menerangkan bab Gotong Rorong di PKn, kita dapat menyuruh siswa untuk memebuat gambar suasana orang yang sedang melakukan gotong royong. Gambar yang telah ditampilkan ke siswa lain atau saling bertukar gambar.

Setelah siswa bertukar gambar, kita dapat menempelkan gambar tersebut di dinding kelas. Dari gambar itu kita dapat menjelaskan kepada siswa tentang pengertian gotong royong, manfaat dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. Jadi dengan gambar tersebut diharapakan siswa mengetahui secara detail pemanfaatan gotong royong yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari- hari.

Di mana pembelajaran ini dapat dilakukan? Pembelajaran menggunakan gambar dilakukan di sekolah dasar, pembelajaran ini dapat dilakukan di dalam kelas dengan memanfaatkan didinding kelas.

Untuk siapa pembelajaran menggunakan gambar tersebut? Untuk kelas rendah atau untuk kelas tinggi? Lalu kapan dapat menggunakan model pembelajaran tersebut?

Model pembelajaran tersebut dapat digunakan untuk kelas rendah ataupun kelas tinggi. Kita dapat menggunakan model pembelajaran ini pada berbagai mata pelajaran. Untuk pelajaran matematikapun kita bisa menggunakan model pembelajaran ini. Misalnya, ketika kita membahas bab pecahan. Pasti kita akan membutuhkan gambar agar peserta didik lebih mudah memahaminya.

Pembelajaran ini mengharapkan agar apa yang dipelajari, dapat dipahami oleh peserta didik dengan baik. Alasan mengapa saya membuat pembelajaran menggunakan gambara adalah agar peserta didik mamapu memahami mata pelajaran yang ia pelajari dengan mudah. Selain itu, dengan menggambar, diharapkan otak peserta didik antara otak belahan kanan dan otak belahan kirinya dapat berjalan dengan seimbang. Nah jika otak belahan kanan dan otak belahan kiri peserta didik sudah berjalan dengan seimbang, maka dalam diri peserta didik tersebut akan muncul adanya kreatifitas yang baik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 6 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 7 jam lalu

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 16 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Autokritik untuk Kompasianival 2014 …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Kangen Monopoli? “Let’s Get …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Catatan Kecil Kompasianival 2014 …

Sutiono | 8 jam lalu

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: