Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Desi Ariani

untuk lebih baik...

Pembelajaran Berbasis Web di Sekolah

OPINI | 05 January 2011 | 04:55 Dibaca: 934   Komentar: 1   0

Pendidikan adalah factor terpenting dalam membentuk sebuah bangsa yang maju dan mengasilkan anak-anak yang cerdas, permaslahannya memang memang sering dihadapi adalah permaratan antara deah yang dengan lainnya kurang bias memiliki daya dukung fasilitas yang ada pada tiap sekolah. Hal ini bisa karena factor geografis letak pada suatu sekolah tertentu. Dengan demikian ini menjadi pemikiran serius tertama pada komponen sekolah dan kebijakan derah yang mendukungnya.

Dalam mengatasi ketimpangan antara dearah yang satu dengan yang lain maka di suatu sekolah dapat menggunakan pembesis multimedia, sehingga informasi dan segala perkembagan ilmu pengetahuan tidak tertinggal dengan pusat. Bahkan di usahakan ditiap kecamatan adanya internet-internet tertama di derah terpencil hal ini sangat di perlukan agar anak-anak yang di dearah dapat mengakses informasi yang sama di seluruh Indonesia seiring dengan hal tersebut menjadi perhatian penting guna mengimbangi era teknologi yang telah menjadi tren nasional maka tidak terkeculi sekolah juga memanfaatkan sarana berbasis web.

Dalam pemanfaatan media internet di sekolah dikenal dengan e-education. internet telah menjadi ajang eksplorasi oleh para ahli khusus di bidang pendidikan, berbagai peluang telah tercipta.sejak intenet difungsikan sebagai sarana pendidikan pada tahun 1990-an, maka denyut nadi pendidikan seakan tak pernah berhenti.sekolah sekolah vitual di buka selama 24 jam penuh untuk ,melayani para siswa.

e-education merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama pada kegiatan-kegiatan, pendidikan yang dilakukan melalaui internet. Sementara itu, juga lahir istilah-oistilah serva’e’ seperti e-learning,e-book,e-news,e-library dan berbagai istilAHLAINNYA. Isitilah-Istilah itu menunjukan bahwa kegiatan-kegin yang menyertai pendidikan tersebut juga memnfaatkan internet.

E-EDUCATION
E-EDUCATION

Melalui internet, seakan-akan sekolah membuka kelas di berbagai lokasi, karena siswa-siswai di berbagai belahan dunia dapat langsung mengakses situ webnya dan mengikuti pendidikan hanya dari komputeer yang berda di depannya.Di samping itu pendidikan dan siswa-siswa dapat berkomunikasi secara lagsung tanoa melalui birokrasi yang rumit.

Namun masih ada sejumlah tantangan dan keterbatan yang harus dibatasi, hambatan-hambatan e-education di Indonesia meliputi antara lain:

1. Belum terbentuknya high trust society.perubahan budaya dari pola belajar konvensional yang menunjukkna siswa mengikuti proses pendidikan secar fisik menjadi hanya melihat layar monitor. Terutama etika pendidikan berbasis internet yang sehat belum terumuskan baik dan tingkat kepercayaan masyarakat juga akan berakibat pada diragukannya validitas hasil ujiannya.

2. Pada umumnya harga pendidikan dapat ditekan, namun biaya untuk menyediakan teknlogi pengasesnya bertambah

3. Adanya tindakan kejahatan penyalahgunaan kartu kredit,sehingga masyarakat mengalamu phobia terhadap mekanisme e-education yang menyertakan nomor kartu kredit dalam formulir transaksi.

4. Pahak lembaga dari siswa masih mengunggu system e-education stabil sebelum mereka memanfaatkannya secra optimal.Di samping itu, para pengelola lembaga masih mencoba untuk menguasai medan pendidikan lewat internet

5. Etika dan moralitas masih belum mendapatkan temoat yang tepat , sehingga system e-education dimanfataan olehj pihak tertentu untuk melalukan pelanggaran etis dan moralitas, seperti menjajakan situs pornografi

6. Masalah perbedaan platform yang digunakan di dalam lembaga pendidikan.Perbedaan platform ini dapat meliputi pola atau format pencacatan dan laporan, prosedur, system waktu, budaya, hokum dan lain sebagainya.

Dari hasil yang dipaparkan dapart diambil intisarinya bahwa e-education memang sangat bermanfaat bagi pengembangan sekolah baik itu dari siswa sendiri yang dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang sangat mudah dan guru sendiri terasa lebih mudah guna pengembangan-pengembangn keilmuannya, walupun di sini tidak dapat dipungri bahwa dapak-dampak negative juga masih harus diperhatiakan tertama oleh pendidik yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga guru diharapkan untuk mengawasi dan proteksi diri dari pengaruh-pengaruh di internet termasuk situs-situs porno. Dan untuk juga diperlukan kebijakan dari pihak sekolah yang lebih menyeluruh dalam memperkecil hambatan-hambatan dalam penggunaan e-education di sekolah.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Mulai Terkuak: Penulis Soal UN “Jokowi” …

Khoeri Abdul Muid | | 18 April 2014 | 11:32

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 7 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 8 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 10 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: