Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Keunggulan dan Keterbatasan Penulisan Soal Pilihan Ganda

OPINI | 06 January 2011 | 10:17 Dibaca: 547   Komentar: 2   0

Tulisan ini dibuat untuk memperkaya khasanah kita selaku pemelajar dan yang pasti tengah belajar sampai akhir hayat kita. Juga sebagai bahan referensi atas hal-hal yang berkenaan dengan ujian nasional baru-baru ini.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN telah membuat rancangan sedemikian rupa akan KAIDAH PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA dan acuan wajib agar tidak melenceng bagi pihak-pihak yang ditunjuk membuat soal.

Apa keunggulan soal pilihan ganda?

  1. Mengukur berbagai jenjang kognitif.
  2. Penskorannya mudah, cepat, objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan/ materi/ pemelajaran yang luas.
  3. Bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak atau yang sifatnya massal.

Inilah alasan dibuatnya soal pilihan ganda.

Namun disisi lain ada juga keterbatasannya, antara lain:

  1. Memerlukan waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya.
  2. Sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi.
  3. Terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.

Tetap saja apapun bentuk soal yang akan diujikan kepada peserta didik, jika semua perangkatnya tidak siap, apakah pihak sekolah didalamnya kepala sekolah, guru dan lingkungannya, pun siswa selaku peserta didik dan orang tua siswa, semuanya harus terlibat dalam mensukseskan keberhasilan peserta didik itu sendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: