Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Teknik Pengumpulan Data, Kutipan, Penulisan Catatan Kaki dan Bibliografi ala Dr. Gorys Keraf

REP | 16 January 2011 | 08:35 Dibaca: 1950   Komentar: 0   0

Ada bermacam-macam cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, informasi serta menguji data dan informasi. Cara-cara tersebut antara lain: mengadakan wawancara, mengadakan angket (melalui daftar kuestioner), mengadakan observasi, penelitian lapangan atau mengadakan penelitian kepustakaan.

Wawancara atau interview adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan biasanya sudah disiapkan dahulu dan diarahkan kepada informas-informasi untuk topik yang akan digarap.

Pengumpulan data dengan cara observasi yaitu dengan mengamati langsung kepada suatu obyek yang akan diteliti dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Sedangkan pada penelitian lapangan, pengumpulan data dan informasinydilakukan secara intensif disertai analisa dan penguian kembali atas semua yang telah dikumpulkan.

Untuk penelitian kepustakaan yakni dengan mencari bahan dari berbagai sumber pustaka,pendapat ahli dalam buku yang bertujuan melatih pengarang untuk kritis. Ada tiga golongan buku yang diperlukan: buku yang memberikan gambaran umum tentang materi, buku yang didalamnya terdapat materi dan perlu dibuat kutipan, dan buku yang memuat informasi tambahan. Media standar untuk penelitian ini adalah: kartu katalog yakni kartu yang berisi keterangan tentang buku yang disusun secara alfabetis, buku referensi yang digunakan untuk dasar untuk mencari keterangan yang khusus mengenai pokok tertentu, terdiri atas buku katalogus, indeks majalah,indeks harian, kamus umum, ensiklopedia umum, dan buku referensi lainnya. Setelah membaca data secara intensif, kita harus mencatat bahan dengan memuat sumber data dan data yang dianggap penting.

Kutipan dan Cara Mengutip

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari orang yang sudah terkenal atau pengarang yang telah dimuat dalam buku maupun majalah yang bertujuan untuk menegaskan dan membuktikan tulisan yang ada di dalam karangan kita. Berdasarkan jenisnya kutipan dapat dibedakan menjadi dua yaitu kutipan langsung dan kutipan tak langsung (kutipan isi). Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Sebaliknya, kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut.

Cara mengutip:

v Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris: kutipan dimasukkan dalam teks dengan cara mengintegrasikan langsung dengan teks dan diberi jarak antara baris dua spasi lalu kutipan itu diapit dengan tanda kutip. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.

v Kutipan langsung yang lebih dari empat baris: dipisahkan dari teks dengan 2,5 spasi, jarak antar baris 1 spasi, tidak diapit tanda kutip, sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengan spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama sinngkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman yang dikutip,seluruh kutipan dimasukkan dalam 5-7 ketikan.

v Kutipan tak langsung: Beberapa syarat harus diperhatikan untuk membuat kutipan tak langsung yakni dengan cara mengintegrasikan langsung dengan teks dan diberi jarak antara baris dua spasi lalu kutipan itu tidak diapit dengan tanda kutip. Kemudian diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.

Catatan Kaki dan Bibliografi

Catatan kaki adalah keterangan atas teks karangan yang ditepatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Tujuan pembuatan catatan kaki dimaksudkan untuk menyusun pembuktian, menyatakan utang budi, menyampaikan keterangan tambahan dan merujuk bagian lain dari teks. Sedangkan bibliografi atau daftar pustaka yaitu sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang tengah digarap.

Cara membuat daftar pustaka:

daftar pustaka disusun sesuai abjad, nama penulis diketik rapat ke kiri, baris berikutnya diketik menjorok ke dalam, jika terdapat dua buku atau artikel dengan penulis yang sama, maka buku atau artikel kedua dan seterusnya tidak perlu ditulis namapenulisnya lagi, tetapi cukup dengan memberi garis saja.

Contoh:

Zaenurrofik, Ahmad (2008). China Naga Raksasa Asia. Yogyakarta; Garasi.

Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.

(Rangkuman Buku Komposisi Karya Prof Dr. Gorys Keraf, Bab VII-VIII).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Film Hollywood Terbaru ‘ Interstellar …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Selfie Produk: Narsisme membangun Branding …

Yudhi Hertanto | 8 jam lalu

Masa Kecil yang Berkesan di Lingkungan …

Amirsyah | 8 jam lalu

Kisruh Parlemen, Presiden Perlu Segera …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: