Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bekti Yustiarti

Bekti Yustiarti adalah seorang guru Bahasa Indonesia. Menulis merupakan hal yang sangat disenangi. Tulisan-tulisan berupa selengkapnya

Mengolah Sampah Menjadi Media Pembelajaran

OPINI | 11 February 2011 | 14:19 Dibaca: 313   Komentar: 2   3

Sebagai guru kitta dituntut untuk kreatif, apalagi di tengah majunya sistem pendidikan di negeri ini. Media pembelajaran dengan sarana yang serba multimedia telah banyak digunakan di sekolah-sekolah terutama di kota-kota besar. Berbagai media pembelajaran bahkan sudah tersedia secara instan di pasaran.

Namun, terlepas dari itu. Pernahakah Anda berpikir berpikir mengolah untuk mengolah sampah menjadi sebuah media pembelajaran? Mendengar kata sampah pastilah yang muncul di benak kita hanyalah barang yang tidak berguna dan dibuang.

Terinspirasi dari seseorang di akun jejaring sosial beberapa waktu lalu. Ketika beliau di ATM ia menumpahkan slip ATM yang ada di tempat sampah ke dalam tasnya, pagi harinya dibagikanlah slip tersebut kepada siswanya untuk dianalisis, diubah menjadi tabel.

Hal yang sama kulakukan dengan sistematika tugas yang lebih rinci. Siswa kuminta pergi ke ATM, mengambil 10 slip yang ada di tempat sampah. Slip tersebut merupakan data yang harus diubah menjadi bentuk “Tabel dan Grafik” kemudian dibuat laporan, slip ditempel tersendiri di kertas sebagai lampiran. Menarik bukan?
Keuntungan yang diperoleh, dari sisi ekonomi pastilah menguntungan karena kita tidak perlu ngeprint dan fotocopy, hal lain pastilah unik dan kreatif. Bagi guru yang ingin menambah media pembelajaran tidak ada salahnya untuk dicoba (bagi mapel yang sesuai), salam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Kapal Feri Karam, 300-an Siswa SMA Hilang …

Mas Wahyu | | 17 April 2014 | 05:31

Tawuran Pasca-UN, Katarsis Kebablasan …

Giri Lumakto | | 17 April 2014 | 09:09

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 4 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 5 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 5 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 6 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: