Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fajar Arianto

suka tantangan dan berfikir bebas

Kontribusi Teknologi Pendidikan terhadap Pembaharuan Pendidikan

OPINI | 16 February 2011 | 23:15 Dibaca: 1091   Komentar: 0   0

Perkembangan pendidikan seiring sejalan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi. Selain itu, juga dipengaruhi oleh perkembangan penduduk dan mobilitasnya. Ketiga perkembangan tersebut sangat membawa dampak pada pola pendidikan yang akan diterapkan. Perkembangan teknologi berdampak pada perubahan sumber belajar dan media pembelajaran. Perkembangan pengetahuan berdampak pada penerapan metode dan landasan pendidikan. Perkembangan penduduk dan mobilitasnya berdampak pada perbahan cara penyampaian dan sistem pendidikan yang akan digunakan.
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang sangat besar dengan penyebaran penduduk yang tak merata. Selain itu juga tingkat pendapatan masyarakat yang tak merata. Akibat dari penyebaran penduduk yang tak merata dan tingkat ekonomi masyarakat yang rendah, berakibat pada tingkat pendidikan masyarakat dan kurang meratanya pendidikan yang diterima masyarakat.
Berbagai macam kendala dalam pendidikan yang terjadi di Indonesia dapat diselesaiakan dengan pendekatan teknologi, yaitu teknologi pendidikan. teknologi pendidikan berusaha memecahkan dan atau memfasilitasi pemechan masalah belajar pada manusia sepanjang hayat, di mana saja, dengan cara apa saja, dan oleh siapa saja. Masalah belajar dapat dialami siapa saja sepanjang hidupnya, di mana-mana, seperti di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di tempat ibadah, dan si masyarakat, serta berlangsung dengan cara apa saja dan dari apa dan siapa saja.
Bagi Indonesia, peran teknologi pendidikan sangat di butuhkan dalam pemerataan pendidikan bagi masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan. Kita, Indonesia, tak bisa menutup mata dari perkembangan teknologi komunikasi yang kian pesat untuk tidak bisa dimanfaatkan di dunia pendidikan. Terdapat beberapa alasan diterapkannya teknologi pendidikan, yaitu:
1.Adanya orang-orang belajar yang belum cuku memperoleh perhatian tentang kebutuhannya, kondisinya, dan tujuannya.
2.Adanya si belajar yang tidak cukup memperoleh pendidikan dari sumber-sumber sedekala (tradisional), dan karena itu perlu dikembangkan dan digunakan sumber-sumber baru.
3.Adanya sumber-sumber baru berupa: orang, pesan, bahan, alat, cara-cara tertentu dalam memanfaatkannya.
4.Adanya kegiatan yang bersistem dalam mengembangkan sumber-sumber belajar yang bertolak dari landasan teori tertentu dan hasil penelitian, yang kemudian dirancang, dipilih, diproduksi, disajikan, digunakan, disebarluaskan, dinilai, dan disempurnakan.
5.Adanya pengelolaan atas kegiatan belajar yang memanfaatkan berbagai sumber, kegiatan menghasilkan dan atau memilih sumber belajar, serta orang dan lembaga yang terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan tersebut. (Miarso: 2007: 599)

Penerapan program teknologi pendidikan di Indonesia berawal pada tahun 1952 dimana Jawatan Pendidikan Masyarakat menyelenggarakan siaran radio pengajaran yang diperuntukkan kepada para pelajar pejuang. Kemudian disusul terbentuknya Teaching Aids Centre dan Science Teaching Centre (TAC/STC) yang berpusat di Bandung. Hingga pada masa orde baru dalam Rumusan Pendidikan pada PELITA I (1969/1970-1973/1974) ditetapkan “…digunakan media massa: radio dan televisi untuk peningkatan mutu sekolah dasar”.
Perkembangan selanjutnya adalah program SD Pamong (Pendikan Anak oleh Masyarakat, Orang tua, dan Guru) yang di eksperimenkan pada tahun 1974. Sistem pembelajaran yang digunakan pada SD Pamong adalah pembelajaran berprograma dengan menggunakan tutor dan modul. Selain SD Pamong, pemanfatan pembelajaran berprograma digunakan pada Kelompok Belajar setingkat SD yang pada awalnya untuk pemertaan pendidikan hingga wajib belajar. Perluasaan kegiatannya tidak hanya pada tingkat SD, beranjak pada tingkat SMP dengan pola Kejar dan SMP Terbuka. Perintisan SMP Terbuka dilaksanakan pada tahun 1979 di lima lokasi, yaitu Kalianda (Lampung Selatan), Plumbon (Cirebon), Adiwerna (Tegal), Kalisat (Jember), dan Terara (Lombok Barat).
Belajar jarak jauh memanfaatkan belajar mandiri dengan menggunakan modul serta teknologi komunikasi, seperti radio. Belajar jarak jauh di Indonesia adalah pada Universitas Terbuka, dimana cara belajarnya dengan menggunakan modul, tutor (dosen), dan memanfaatkan juga program pembelajaran lewat siaran radio (biasanya bekerja sama dengan RRI). Perkembangan salanjutnya dari belajar jarak jauh tidak hanya pada UT, tapi juga pada pendidikan di bawahnya. Saat ini kita kenal dengan Homeschooling, yaitu pendidikan yang kegiatan belajarnya di rumah yang diselenggarakan oleh orang tua serta guru. Sumber belajar pada belajar jarak jauh, dewasa ini tidak hanya sekedar dari siaran radio dan modul, tapi telah mengalami perkembangan lewat internet (Web).
Siaran radio pendidikan merupakan program radio yang menggunakan prinsip teknologi pendidikan. Program radio pendidikan di Indonesia dimanfaatkan oleh Universitas Terbuka dalam penyampaian materi perkuliahan yang bekerja sama dengan RRI. Banyak ragam program radio yang ditujukan untuk pendidikan, misalnya untuk program penyuluhan pertanian, Keluarga Berencana. Sangat besar sekali peran radio untuk kegiatan pendidikan di Indonesia, karena bisa menjangkau sampai di daerah terpencil.
Program televisi pendidikan di Indonesia di mulai secara profesional oleh Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 23 Januari 1991. Program pendidikan pada TPI di tujukan pada pendidikan luar sekolah, dalam hal ini adalah SMP Terbuka atau Kejar Paket B. Program tersebut berisi tentang materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum. Selain program yang ditujukan untuk pendidikan sekolah, terdapat juga program pendidikan non-sekolah, seperti program penyuluhan pertanian, peternakan, ilmu pengetahuan umum. Keberlangsungan program TPI di Indonesia tak berlangung lama, karena tak adanya dukungan dari masyarakat dan kekurang jelasan pemanfaatannya. Saat ini, peran TPI diambil alih oleh TVRI dan TV- Education yang menawarkan program pendidikan untuk para pelajar sekolah. Selain ke dua televisi di atas, hampir semua siaran televisi di Indoensia menyediakan program untuk pendidikan.
Perkembangan teknologi internet pun tak luput dimanfaatkan untuk pendidikan. Banyak sekali Web pendidikan di temukan di internet. Peran teknologi pendidikan di internet untuk pendidikan sangat besar sekali. Salah satu contoh Web pendidikan yaitu Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) yang diselenggarakan oleh Pustekom. Jardiknas menyediakan berbagai macam pilihan program, misalnya untuk program pembelajaran SD, SMP, SMA, dan SMK, serta program lainnya. Jardiknas juga menyediakan layanan untuk pembelajaran secara on-line, dimana pebelajar melakukan kegiatan belajarnya dengan memanfaatkan internet dan test dilakukan secara on-line dimana pebelajar akan langsung memperoleh umpan balik secara langsung. Beberapa perguruan tinggi di Indoensia telah memanfaatkan internet untuk kegiatan belajar para mahasiswanya. Selain itu, guru dan dosen telah memanfaatkan internet untuk menunjang kegiatan pembelajaran di luar kelas. Dan tak ketinggalan, pihak swasta (diluar pemerintah) juga membuat web untuk pendidikan. Kemudahan dalam mengakses internet pada saat ini membuat internet menjadi salah satu teknologi komunkasi yang paling banyak diminati untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.
Pengembangan komputer pembelajaran pada saat ini berkembang sangat pesat. Banyak ragam dan pilihan ditawarkan para pengembang program pembelajaran. Komputer pembelajaran atau CAI (Computer Assisted of Instructional) ada dalam bentuk tutorial dan media pembelajaran. Peran komputer pembelajaran di Indonesia sangat besar sekali. Kemudahan dalam pemanfaatannya membuat program komputer pembelajaran banyak dimanfaatkan di dalam sekolah maupun di luar sekolah untuk kepentingan belajar ssecara mandiri.
Selain yang telah diuraiakan di atas, peran teknologi pendidikan di Indonesia adalah perannya di sekolah dan pelaksanaan kurikulum. Peran teknologi pendidikan di sekolah adalah pada pengelolaan dan pemanfaatan media dan sumber belajar. Beberapa sekolah yang maju telah mengguakan prinsip-prinsip teknologi pendidikan dalam mengelola dan memanfaatakan media dan sumber belajar. Peran teknologi pendidikan di kurikulum adalah terletak pada desain sistem pembelajaran dan pelaksanaan pembelajarannya. Pada desain sistem pembelajaran adalah bagaimana menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Peran teknologi pendidikan pada pelaksanaan kurikulum pada saat ini yang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) adalah pada pemanfaatan media dan sumber belajar serta pada cara tingkat pencapaian ketuntasan belajar. Pada pencapaian tingkat ketuntasan belajar yang biasa disebut dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah menggunakan program pengayaan dan remedial yang menggunakan prinsip belajar berprograma dalam hal test. Yaitu, dimana para pebelajar yang belum menguasai sesuai dengan kriteria tertentu harus melakukan remidial, dan bagi siswa yang telah menguasai sesuai dengan kriteria tertentu diadakan pengayaan.
Peran teknologi pendidikan di Indonesia telah berjalan lama sekali dan telah membumi tanpa kita sadari. Peran radio untuk kepentingan pendidikan di Indonesia sangat besar hingga saat ini. Televisi membawa perubahan penyampaian program pendidikan dari audio ke audio visual. Dalam usaha pemerataan pendidikan dilaksanakan pendidikan belajar mandiri dengan belajar berprograma dan belajar jarak jauh. Perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia tak lepas dari sentuhan teknlogi pendidikan dengan memanfaatkannya untuk program pendidikan. Peran teknologi pendidikan di sekolah pun sangat kuat, yaitu dalam hal pengelolaan, pemanfaatan media dan sumber belajar dan pelaksanaan kurikulum.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 4 jam lalu

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 11 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 12 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: