Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Enny Bonaventura

Saya seorang ibu rumah tangga. Hidup saya ini adalah milik Tuhan. Kerinduan hati saya adalah selengkapnya

Pentingnya Apa Sih Keperawanan Itu?

OPINI | 10 March 2011 | 06:59 Dibaca: 746   Komentar: 10   0

12997376811555587895

Menyimak gaya hidup anak muda bahkan ABG (Anak Baru Gede) jaman sekarang.. Seperti-nya tak seperti jaman saya masih muda dulu (sekarang saya udah “hampir” tua..hehee)

Di lingkungan sekitar saya, bahkan anak-anak muda dan ABG yang kelihatan-nya kenal Tuhan pun.. seolah tak mengerti tentang penting-nya arti sebuah keperawanan yang Tuhan karuniakan pada setiap wanita.

Keperawanan Tuhan berikan, tak lain tak bukan adalah untuk kebaikan jasmani rohani buat setiap wanita..

Kebaikan dalam hal jasmani adalah dalam hal menjaga kesehatan setiap wanita, maka Tuhan ciptakan “segel” keperawanan tersebut, arti-nya, setiap wanita di maksudkan untuk memberikan keperawanan tersebut pada seorang pria saja, yaitu : suami-nya.

Kalo kebijakan Tuhan itu di langgar, dan keperawanan itu di berikan pada seorang pria yang bukan  suami-nya. . Maka jangan heran kalo kemudian akan timbul masalah-masalah.

Masalah yang pertama, kita harus sadar bahwa bagian tubuh yg menyandang keperawanan itu adalah bagian tubuh yang sangat sensitif, begitu bagian tubuh itu kehilangan keperawanan-nya, maka bisa timbul berbagai kemungkinan negatif akibat kemasukan “benda asing’ yang tidak jelas asal muasal-nya tersebut.. Apalagi kalo “benda asing”-nya mulai berganti-ganti.. (ganti-ganti pasangan)

Masalah yang kedua, bagaimana kalo sampai hamil? Hamil di luar nikah tentu menimbulkan berbagai masalah yang lain juga. Ada kemungkinan akan di putuskan untuk di aborsi, ini akan menimbulkan rasa berdosa dan rasa bersalah yang dalam buat pelaku-nya, juga buat keluarga-nya (kecuali si pelaku atau keluarga-nya sudah “baal/kebal” terhadap nilai-nilai moral dan ke-Tuhan-an). Kemungkinan berikut-nya, kalo pun tidak di aborsi, maka akan timbul masalah baru, bagaimana dengan status si bayi yang tak berdosa tersebut? Haruskah si calon ibu ini menikah dengan orang yang menghamili-nya? Dan sebagai-nya.. dan seterus-nya.. pokoknya bakalan ruwet dehh..

Secara rohani, jika kebijakan Tuhan tersebut dilanggar, dan keperawanan itu di berikan pada seorang pria yang bukan  suami-nya. .  Maka akibat dari hubungan intim tersebut adalah membuat jiwa dari kedua pelaku tersebut akan saling “melekat” dan “terikat”..  Ibarat dua lembar kertas yang di beri “perekat/lem” maka apabila dua lembar kertas yang sudah di lekat-kan tersebut suatu saat di pisahkan, maka akan ada bagian-bagian kertas yang saling “tertinggal” pada bagian kertas yang lain.

Kejadian  2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Matius  19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

1 Korintus 6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Dari Firman Tuhan di atas, dapat di ambil kesimpulan, bahwa, kehilangan keperawanan di luar pernikahan, sungguh adalah sebuah dosa terhadap Tuhan dan terhadap tubuh wanita itu sendiri.

Belum lagi kutuk yang di timbulkan oleh hubungan di luar nikah tersebut, mungkin orang jarang mendengar-nya, tapi saya sudah melihat betapa jahatnya kutuk tersebut bekerja, yaitu : “Kutuk Amnon”

Apa itu “Kutuk Amnon”… ?

Singkat cerita-nya begini : Amnon adalah seorang keturunan Daud, dia jatuh cinta pada Tamar yang cantik, sehingga dengan segala daya upaya, Amnon berusaha untuk “meniduri” Tamar.. setelah berhasil, eh, timbul-lah kebencian yang amat sangat dan tanpa sebab yang jelas di hati Amnon terhadap Tamar.

Pasangan-pasangan anak muda yang melakukan hubungan seks diluar nikah, biasanya mengalami pertengkaran-pertengkaran dengan sebab yang “tidak jelas”.. bahkan juga setelah mereka “jadi” menikah.. Pasangan-pasangan seperti itu memang bukan tidak mungkin di pulihkan Tuhan, namun sungguh sayang, mengingat betapa mahal-nya harga yang harus dibayar untuk pemulihan tersebut.. Mereka harus benar-benar bertobat dan mencari Tuhan sungguh-sungguh..

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk mereka yang masih muda, belum menikah.. bahkan juga untuk para orang tua yang punya anak-anak di usia muda / ABG.. :)

God bless u all.. :)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 7 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 10 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 11 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: