Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dedi Zakhran

dedi zakhran mc,presenter,penyanyi dangdut bisa di undang di berbagai acara dan di berbagai daerah atau selengkapnya

Bahaya Pergaulan Bebas

OPINI | 12 March 2011 | 17:47 Dibaca: 441   Komentar: 3   0

Bahaya Pergaulan Bebas Dari dulu, peringatan tentang Bahaya Pergaulan Bebas sudah sering dibicarakan oleh banyak pihak. Entah dari orang tua, guru-guru di sekolah, bahkan pemerintah ikut turun tangan dengan cara membuat iklan-iklan yang menghimbau untuk menghindari pergaulan bebas. Pergaulan bebas sendiri diartikan sebagai suatu pergaulan yang tidak memiliki batasan, mengabaikan norma-norma agama maupun sosial masyarakat. Karena itu, pergaulan semacam ini cenderung mengarah kepada hal-hal yang negatif, seperti seks bebas, pemakaian narkoba, kehidupan malam di diskotek atau tempat hiburan, dan lain-lain. ABG, atau anak baru gede, adalah subyek yang paling banyak terjun pada pergaulan bebas. Ini bisa dipahami, karena kebanyakan anak muda seusia mereka memang masih sangat labil. Mereka kadang susah membedakan sesuatu yang baik dan buruk bagi perkembangan hidup mereka. Apa Saja Bahaya Pergaulan Bebas? • Salah satu bentuk pergaulan bebas adalah seks bebas. Seks bebas artinya ada dua orang melakukan hubungan suami istri tanpa ikatan pernikahan. Anda pasti sudah bisa menebak apa bahaya pergaulan bebas yang satu ini. Ya, kehamilan di luar nikah! Hal yang sangat memalukan bagi siapa saja, terutama bagi orang Indonesia yang masih memegang adat ketimuran. • Menurunnya tingkat kesehatan. Anda mungkin agak aneh dengan bahaya pergaulan bebas yang satu ini, tapi banyak fakta yang sudah mendukungnya. Seks bebas akan berakibat hamil di luar nikah. Jalan keluar yang banyak diambil adalah menggugurkan kandungan. Ini jelas-jelas membahayakan kesehatan wanita yang melakukan. Tak hanya seks bebas, pemakaian narkoba atau konsumsi minuman beralkohol juga bisa menurunkan kesehatan. Bahkan, ada satu penyakit mematikan yang mengintai pergaulan bebas. Apa lagi kalau bukan AIDS? • Bahaya pergaulan bebas yang sangat fatal adalah kematian. Bahaya mengerikan ini bisa menimpa siapapun yang melakukan pergaulan bebas. Pengguguran kandungan terus-menerus atau dengan cara-cara yang tak sesuai aturan medis, over dosis narkoba dan munuman keras, semuanya pasti berujung pada kematian. • Meningkatkan kriminalitas. Bahaya pergaulan bebas yang satu ini bisa saja terjadi. Bayangkan bila ada seorang pemuda yang mencandu narkoba, di satu sisi ia harus mengkonsumsi barang haram tersebut, di sisi lain ia tidak punya banyak uang untuk membelinya karena harganya yang sangat mahal. Mencuri pun langsung dianggap sebagai jalan keluar terbaik yang paling cepat. • Terjerumus dalam satu aktivitas pergaulan bebas, akan mendorong si pelaku untuk masuk ke aktivitas negatif yang lain. Misalnya, seorang gadis pergi ke hiburan malam. Di sana ia akhirnya mencoba minuman keras atau narkoba. Ia menjadi kecanduan, untuk membeli narkoba ia pun butuh uang. Bisa jadi ia akan menjual tubuhnya (seks bebas) agar bisa membeli narkoba. Akhirnya ia stres dan butuh sesuatu yang menenangkannya. Lagi-lagi ia mengkonsumsi narkoba. Ia seolah tidak bisa keluar dari lingkaran pergaulan bebas yang suram. • Merenggangkan hubungan keluarga. Seorang anak yang terjebak dalam pergaulan bebas, cenderung memiliki emosi yang meledak-ledak. Ia akan jarang di rumah, jarang berkumpul dengan keluarga. Bahkan rasa hormat pada orang tuanya pun bisa hilang. • Menurunnya prestasi, baik prestasi akademik di sekolah maupun prestasi pekerjaan bagi yang sudah bekerja. Hal ini tentu saja bisa terjadi apabila seseorang lebih memilih untuk pergi ke hiburan malam, kehilangan konsentrasi akibat minuman keras dan narkoba yang berakibat nilai akademik atau produktivitas kerja menurun. • Dosa. Hal yang abstrak ini sudah jelas di depan mata apabila nekat terjun ke pergaulan bebas. Akibat menanggung dosa ini mungkin tidak akan kita rasakan di dunia. Namun setelah kematian menjemput, dosa akan mengantarkan kita pada sesuatu yang sangat mengerikan, yaitu neraka. Itu adalah beberapa contoh bahaya pergaulan bebas. Sudah sering dikumandangkan, tapi tetap saja banyak yang terjerumus ke sana. Ada banyak hal penyebab kenapa seseorang terjebak pada pergaulan negatif tersebut. Apapun penyebabnya, peran keluarga dan orang-orang terdekat sangatlah penting. Hendaknya orang tua menanamkan pemahaman agama sejak dini, mengontrol putra-putri mereka, dan menjalin komunikasi yang baik. Bila sudah seperti ini, lingkaran pergaulan bebas bisa dihindari dengan mudah.

By: Dedi Zakhrand

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 22 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 24 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 20 December 2014 09:14

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 December 2014 08:49

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: