Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Adrea Retha

Pemerhati dan Inspirasional.

Lulus Kuliah?

OPINI | 16 March 2011 | 03:47 Dibaca: 1504   Komentar: 1   0

13001979741135105640

LULUS?


Lulus Kuliah merupakan suatu kebahagiaan bagi Orang Tua, teman-teman, dan tentunya Wisudawan/Wisudawati itu sendiri. Tolok ukur Keberhasilan bagi Kampus tentu adalah Output jumlah kelulusan Mahasiswa yang menjadi almamater kampus tersebut.

Bagi anda para wisudawan/wisudawati sadarkah anda ketika Lulus dari Perguruan Tinggi / Universitas / Akademi / Sekolah Tinggi bukan akhir dari pencapaian?

Ya, tentunya jawaban ini perlu disadari dengan Semangat Penuh Amunisi.. Bahwa lulusnya wisudawan/wisudawati tersebut adalah AWAL dari TANDA-TANDA bergabungnya Lingkungan Masyarakat.

Tips singkat bagi para wisudawan/wisudawati :

1. Kenali gelar kelulusan / Title dirimu.

2. Lakukan Rencana Aksi dengan cepat.

3. Evaluasi dalam waktu singkat sejauh mana pencapaian dirimu.

4. Maju terus, cari jalan keluar dan Link dari setiap permasalahan dengan berkonsultasi dengan para senior (Orang Tua, Kakak Kandung/ Saudara kandung, dan Para almamater kampus yang sudah sukses).

Keempat langkah tersebut merupakan langkah singkat yang simple. Sebagai contoh, kenali gelar kelulusan/ title merupakan langkah awal dimana jika wisudawan/wisudawati bergelar S.T(Sarjana Teknik) dan gelar lainnya yang bersifat keterampilan, maka wisudawan/wisudawati tersebut dihimbau untuk jangan terlalu bangga dengan kelulusan karena dalam dunia bekerja (berkaitan dengan title keterampilan) membutuhkan Expert Skill untuk memenangkan persaingan dunia kerja.

Untuk itu segeralah lakukan pendaftaran pada lembaga yang khusus mempertajam keterampilan wisudawan/wisudawati dengan title tersebut. Di sisi lain, wisudawan/wisudawati yang berkaitan dengan title keterampilan tersebut dihimbau untuk perlu terus menimba ilmu dengan Magang pada proyek-proyek dari skala kecil sampai ke  skala besar.

Banyak alasan yang umumnya diungkapkan oleh perusahaan besar bertingkat Nasional dalam menghadapi Karyawan Fresh Graduate. Namun keseragaman alasan dari tiap perusahaan tersebut dalam menghadapi Karyawan Fresh Graduate yaitu: Karyawan Fresh Graduate yang masuk tidak bisa MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KETERAMPILAN YANG TERTULIS DALAM CV nya sendiri.

Rencana Aksi diperlukan guna mengejar ketertinggalan dari Zona Kompetitif antar pesaing. Bayangkan saja ketika pada satu tahun bisa terdapat Ribuan bahkan Jutaan wisudawan/wisudawati. Berapa banyak saingan anda wahai para wisudawan/wisudawati??? Ya pasti banyak, untuk itu Bersegeralah, Lakukan Rencana Aksi!

Evaluasi diperlukan. Gunakan Timeline dalam hidup dan kehidupan kita ini. bikin timeline atas kehendak diri anda sendiri wahai wisudawan/wisudawati. Misal, 3 Bulan pertama apa saja pencapaiannmu? Cata setiap langkah sehingga dengan mudah anda para wisudawan/wisudawati dapat mengukur dimana letak kekeliruan strategi dalam hidup ini. Segera Evaluasi dan Lakukan pola yang sama apabila ada habitual activity yang dirasa membawa keberhasilan.

Maju Terus! Langkah ini merupakan refleksi dari Kesuksesan yang tertunda. Apabila anda gagal, janganlah sembarangan asal cari kerja! Tapi tetaplah berusaha!

Contoh: jika anda sarjana teknik atau wisudawan/wisudawati dengan gelar keterampilan, belum dapat kerja. Maka janganlah berfikir untuk kerja serabutan. Sadarlah dengan anda Bekerja di tempat yang bukan di bidang anda, SAMA SAJA ANDA MENGAMBIL LAHAN YANG SEHARUSNYA DIISI OLEH ORANG YANG KOMPETEN DI BIDANGNYA.

UNTUK ITU, SEBAGAI PENUTUP. PERTAHANKAN IDEALISME ANDA BILA ANDA MENGHORMATI GELAR PENDIDIKAN ANDA SENDIRI. JANGANLAH BERPIKIR UNTUK MASUK DALAM PENEMPATAN YANG MENAWARKAN POSISI DIMANA ITU BUKAN POSISI YANG SESUAI DENGAN KOMPETENSI & GELAR ANDA.

Buat apa ada spesialisasi dalam Gelar pendidikan bila misalnya Sarjana Pendidikan kerja di tempat animasi lalu Sarjana Teknik kerja di HRD. Bukan penulis merendahkan kompetensi, tapi Berpikirlah untuk menghargai sejauh mana kita berusaha di bangku kuliah dengan begitu hargailah posisi yang kiranya itu adalah milik wisudawan/wisudawati lainnya sesuai bidang gelar kependidikannya.

Lihatlah Negara Maju, mereka selalu menghargai satu dan lainnya. tidak ada kerja serabutan dan Semua Pekerjaan dalam rumusnya pasti dapat diselesaikan oleh orang yang berkompeten di Bidang Keahliannya.

Sekian & Terima Kasih.


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gandari: Menyibak Karakter dan Sikap …

Olive Bendon | | 18 December 2014 | 17:44

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

KOMiK Nobar Film Silat Pendekar Tongkat Emas …

Komik Community | | 17 December 2014 | 11:56



Subscribe and Follow Kompasiana: