Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Yuven Lapu

aku orangnya item manis dan baik hati,, suka bergaul,, suka bertukar pikiran dengan siapa saja..

Kenakalan Remaja

OPINI | 21 March 2011 | 11:39 Dibaca: 10086   Komentar: 2   0

PENDAHULUAN

  1. A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL

Setelah kita memasuki era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak, TV, internet, komik,  media ponsel, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat  yang besar bagi kehidupan kita. Setiap fenomena yang ada dan terjadi di dunia, tentunya akan  memberikan nilai positif  sekaligus negatif. Sangat tergantung pada pola pikir dan landasan hidup pribadi masing-masing.

Setiap teknologi memberikan efek positif dan negatif . Maraknya penggunaan ponsel  telah  menurunkan  interaksi individu secara langsung. Hal ini akan cenderung membuat pola hidup manusia menjadi indivualistis. Dampak negatif ini tentunya  dapat dikurangi bahkan dihindari jika saja si pengguna memiliki pemahaman etika dan sikap yang kuat (bijak-positif) untuk memanfaatkan sesuatu secara selektif dan tepat guna. Inilah titik permasalahannya bagi anak dan remaja. Penyaring internal (pemahamam, etika dan sikap) anak dan remaja kita masih sangat rapuh. Di era kompleksitas arus kehidupan saat ini, orang tua (terutama di perkotaan) telah kehilangan daya mendidik dan membangun keluarga bagi anak-anaknya.masalah ini muncul karena  kurang perhatiannya orang tua terhadap anak.

Masa remaja adalah  masa dimana  mereka mencari  identitas diri, oleh karena itu pada masa ini orang tua harus berperan aktif dalam hal menerapkan pola asuh yang baik bagi remaja.dan orang tua harus bisa memahami psikologi remaja agar tidak terjadi salah pola asuh, karena hal ini akan berakibat buruk pada saat remaja menginjak masa dewasa, karena anak akan menjadi anak yang nakal dan akan menjadi  pembangkang  dalam keluarga. Seperti yang penulis katakan diatas, bahwa pengaruh  teknologi  juga  sangat  berpengaruh terhadap perkembangan remaja, jika remaja salah dalam menanggapi setiap info  dan pesan yang diperoleh dari media teknologi tersebut karena secara tidak langsung hal itu sudah menjadi bahan pembelajaran bagi remaja.

Dari penjalasan diatas tadi membuat penulis merasa penting untuk mengangkat hal ini.sehingga penulis memilih  judul “KENAKALAN REMAJA” dan dengan ini penulis berharap ini bisa berguna.

LANDASAN TEORI

  1. Definisi Kenakalan

Menurut  kamus besar   bahasa Indonesia, kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut. Sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu  ketenangan orang lain ; tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat. Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Definisi kenakalan remaja menurut para ahli, salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi mengemukakan pendapatnya bahwa Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”. Dan Santrock mengatakan bahwa  ”Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang  dilakukan  oleh remaja. Perilaku tersebut  akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Banyak  anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya.

  1. Definisi Remaja

Masa remaja adalah masa transisi/ peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik,psikis & psikososial. Remaja awal (13-14 thn) Remaja Tengah (15-17 Thn) Remaja akhir (18-21 Thn)

Istilah “Remaja” berasal dari bahasa latin “Adolescere” yang berarti remaja. Mencakup kematangan mental,emosi,social,dan fisik. Pandangan ini diungkapkan oleh Jhon Pieget, :secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi  dengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkat yang sama. Presepsi umum tentang remaja merupakan kelompok yang biasanya tidak berada dengan kelompok manusia yang lain, ada yang berpendapat  bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas, semangat patriotisme yang menjadi harapan penerus bangsa  Perlu dilakukan pembinaan remaja oleh orang tua dan guru harus memahami kejiwaan dan dunia mereka. Bila tidak akan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.

  1. Pandangan Alkitab Terhadap Remaja

Alkitab mengajarkan bahwa sebagai remaja Kristen, tubuh kita adalah bait Allah yang hidup. Paulus amat memperhatikan perbuatan dan tingkah laku orang Kristen. Ia berkata kepada orang-orang Kristen di Korintus demikian: “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1Kor. 3:16). Kemudian ia berkata lebih lanjut: “Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait  Roh Kudus yang diam di dalam kamu. . . ?” (1Kor. 6:19). Paulus menulis kepada umat Tuhan di Korintus dengan memakai gaya bahasa retoris “tidak tahukah kamu” yang mempunyai pengertian bahwa mereka  sesungguhnya sudah harus tahu bahwa sebagai orang-orang percaya, tubuh mereka adalah bait Allah yang hidup di mana Roh Kudus diam di dalam mereka.

Bagi remaja dunia, tubuh adalah alat untuk melampiaskan nafsu tetapi bagi remaja Kristen, tubuh ialah bait  Allah yang kudus sehingga remaja Kristen sepatutnya hidup dalam kekudusan. Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena itu kalau kita tetap hidup menuruti hawa nafsu berarti kita mendukakan Roh Kudus. Kita dipanggil untuk meninggalkan  semua kebiasaan yang dapat memperhamba kita tetap hidup dalam dosa supaya kita dapat hidup dalam kekudusan. Apakah ada dosa-dosa yang membelenggu kita seperti pesta-pora, mabuk, judi, narkoba? Kita perlu memohon kepada Tuhan agar kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk lepas dari perbuatan-perbuatan dosa yang memperhamba  kita. Menurut  remaja dunia, pesta-pora, mabuk, judi dan narkoba adalah hal yang normal. Tetapi menurut Alkitab semua itu memperbudak kehidupan kita sehingga kita hidup dalam belenggu dosa.

KENAKALAN REMAJA

  1. PERGAULAN BEBAS REMAJA

Perilaku yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat mencemaskan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya angka aborsi dikalangan remaja. Karena perilaku yang tidak bertanggung jawab, maka seringkali kehamilan terjadi diluar kehendak mereka. Maklum, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap sembrono. Sangat berbahaya mengingat hal ini menyangkut  jiwa manusia dan kesehatan reproduksinya dimasa mendatang. Ketidaksadaran akan hal ini sungguh sangat mengkuatirkan. Hal lain yang patut dikuatirkan adalah penggunaan obat terlarang yang marak beredar di pesta-pesta anak muda. Gaya hidup dengan pergaulan seks yang tidak bertanggung jawab juga mereka lakukan pada pacar sendiri. Dan dianggap sebagai ungkapan rasa cinta bila mereka akhirnya bisa tidur bersama. Banyak dilihat kasus-kasus narkoba yang mengarah pada sifat suka mencuri atau bahkan merampok. Konsumsi narkoba memerlukan biaya yang tidak sedikit.

  1. PENGARUH TEKNOLOGI BAGI REMAJA

Setiap teknologi memberikan efek positif dan negatif Setiap individu dari kita akan merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Setelah kita memasuki era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak, TV, internet, komik,  media ponsel, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Setiap fenomena yang ada dan terjadi di dunia, tentunya akan memberikan nilai positif sekaligus negatif.

Masalah ini Sangat tergantung pada pola pikir dan landasan hidup pribadi masing-masing. Maraknya penggunaan ponsel telah menurunkan interaksi individu secara langsung. Hal ini akan cenderung membuat pola hidup manusia menjadi indivualistis. Dampak negatif ini tentunya dapat dikurangi bahkan dihindari jika saja si pengguna memiliki pemahaman/pengetahuan, etika dan sikap yang kuat (bijak-positif) untuk memanfaatkan sesuatu secara selektif dan tepat guna.

  1. FAKTOR-  FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

1. Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.

Kasih Sayang orang tua merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan remaja karena dukungan orang tualah yang bisa membuat remaja termotivasi untuk berusaha dan untuk berprestasi tetapi jika orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tidak mempedulikan remaja tersebut, ia akan menjadi anak yang kurang kasih sayang dan ia akan mencari kesenangan sendiri yang bisa membuat dia tenang dan tidak memikirkan masalah dirumah, paling  banyak kasus dari kenakalan remaja ini Indonesia adalah mereka yang berasal dari golongan atas/ anak dari orang tua yang berlebihan dalam materi, orang tua yang sibuk dengan segala urusan bisnis membuat anaknya terlantar dan hanya diurusi oleh pembantu.

2. Pergaulan Dengan Teman Yang Tidak Sebaya.

Akibat dari kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua anak akan mencari  kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman  yang tidak sebaya. Yang lebih dewasa dari mereka karena mereka merasa dilindungi sehingga mereka mencari teman-teman yang lebih dewasa dari mereka. Dengan begitu mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa.

3. Peran Dari Perkembangan Iptek Yang Berdampak Negatif

Perkembangan  iptek memang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi  para remaja, namun saat ini remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka menyelewengkan  fungsi teknologi yang sebenarnya.

4. Tidak Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah.

Peran guru  di sekolah juga sangat berpengaruh pada sikap dan tingkah laku seorang remaja. Terkadang guru di sekolah lebih lebih mementingkan intelegensi pelajar dari pada pembinaan terhadap mental dan sikap mereka dan hal ini juga akan berepengaruh pada tingkah laku mereka ada masa depan, karena  guru juga sangat bertanggung jawab atas murid atau pelajar yang mereka didik.

5. Dasar-Dasar Agama Yang Kurang.

Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini. karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan.

6. Tidak Adanya Media Penyalur Bakat Dan Hobinya

Masa remaja merupakan  masa dimana mereka mulai menyalurkan berbagai bakat dan potensi yang mereka miliki dan terkadang media atau  tempat untuk mereka menyalurkan bakat mereka,tidak tersedia dan akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari kesenangan sendiri dan lebih suka hura-hura daripada duduk tenang dirumah atau belajar.

7. Kebebasan Yang Berlebihan

Ada orang tua yang dalam mendidik anak mereka menerapkan pola asuh yang demokratis yang berlebihan sehingga anak menjadi yang keras kepala dan sering memaksakan kehendaknya kepada orang tua dan pola asuh seperti ni akan berakibat buruk pada anak.

8. Masalah Yang Dipendam

Masa remaja sering penuh dengan berbagai problem,terkadang remaja tidak  terbuka pada orang tua, sehingga merek merasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah itu sendiri.ternyata mereka tidak sanggup. Contoh masalah berpacaran,ketika remaja putus cinta terkadang mereka tidak mau menceritakan hal ini kepada orang tua tetapi yang mereka lakukan adalah memendam dan akhirnya mereka sendiri yang depresi dan akhirnya lari ke hal-hal yang tidak baik.mabuk-mabukan merokok,dl.

  1. PENANGGULANGAN TERHADAP KENAKALAN REMAJA

Diatas penulis sudah menjelaskan sedikit tentang kenakalan remaja dan faktor-faktor penyebab kenakalan remaja tersebut. Dan disini penulis akan membahas tentang bagaimana menanggulangi kenakalan remaja.

1. ORANG TUA

Dalam hal pembinaan terhadap remaja, orang tua seharusnya yang berperan aktif dalam memberikan motivasi bagi anak remaja,dan masalah kenakalan remaja juga sangat bergantung pada pola asuh yang diterapkan orang tua bagi anak. Dan hal ini harus sudah di mulai sejak dini mungkin sehingga ketika anak memasuki masa remaja mereka tidak salah dalam pergaulan dan mereka  menjadi anak  yang penurut dan taat kepada orang tua. Karena hal ini sangat berpengaruh dengan pola asuh  maka di sini penulis juga memberikan beberapa contoh pola;

a. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh seperti ini adalah pola asuh yang salah, karena anak akan selalu berada dibawah kekuasaan orang tua,karena orang tualah yang berkuasa dan anak hanya bisa mengikuti semua aturan dan tidak boleh membantah, pola asuh seperti ini membuat anak menjadi  seorang  anak yang penakut dan tidak bisa bertanggung jawab terhadap pribadi sendiri, karena anak akan beranggapan bahwa semuanya biarlah orang tua yang mengaturnya, anak tidak mandiri dalam membuat sebuah keputusan kelak nanti, mental anak akan menjadi seorang yang anak yang tidak percaya diri dan tidak berani menghadapi tantangan hidup. Pola asuh seperti ini juga terkadang ada  yang bersifat  kekerasan,dan hal ini yang akan lebih berbahaya, karena anak akan menjadi berwatak keras dan susah diatur,dan ada juga yang menyimpan akar pahit kepada orang tua.

b. Pola Asuh Permisif

Pola asuh permisif adalah pola asuh yang dimana anak yang akan  selalu menjadi mendominasi setiap pengambilan keputusan dan orang tua hanya bisa mengikuti setiap apa yang diinginkan anak, hal ini terjadi karena orang tua biasanya terlalu berlebihan dalam  memanjakan anak dan jika ini yang dilakukan oleh orang tua, maka anak akan menjadi anak  yang bebas,  karena apapun yang ia lakukan  pasti akan disetujui oleh orang tua, dan jika hal ini tidak segera dirubah maka anak akan menindas orang tuanya sendiri.

c. Pola Asuh Demokratis

Pola asuh ini lebih menitik beratkan pada sebuah kebebasan,tetapi kebebasan yang bersyarat, artinya setiap hal yang ingin di lakukan oleh anak akan dipertimbangkan oleh orang tua dan dalam hal ini biasanya antara orang tua dan anak menjalin kerja sama yang baik dalam membuat sebuah keputusan, sehingga tidak ada satu pihak yang di rugikan atau satu pihak yang akan mendapat keuntungan, jika pola asuh seprti ini yang diterapkan anak akan menjadi anak yang bijaksana dalam membuat satu keputusan, dia akan belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan juga masukan dari orang yang lebih dewasa daripada dia. Anak akan tumbuh menjadi seorang anak yang taat dan juga patuh pada orang tua, dan patuh pada setiap aturan yang berlaku dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan jika anak yang diasuh dengan pola asuh seprti ini  membuat satu kenakalan, sangat mudah diatasi.

Setelah kita melihat beberapa pola asuh diatas, yang harus dan perlu diperhatikan dalam setiap sistem pola asuh dan setiap tindakan orang tua terhadap anak harus berpedoman pada firman Tuhan agar tidak salah arah dan akan selalu berjalan sesui dengan koridornya,pola asuh sangat penting dan sangat bermanfat bagi pendidikan anak dalam keluarga, jadi dari penjelasan diatas kita dapat mengatakan bahwa untuk menangulangi kenakalan remaja  yang perlu kita lakukan adalah merubah pola asuh yag salah selama ini. ganti dengan pola asuh yang baik dan sesuai dengan Alkitab agar anak bertumbuh menjadi anak yang patuh dan taat.

Selain pola asuh yang sudah kita tahu, yang perlu kita prhatikan juga adalah tentang  keadaan keluarga, apakah kelurga itu sedang dalam keadaan brokenhome, atau saja orang tua lebih mementingkan diri sendiri dan  segala urusan diluar daripada rumah tangga dan pengasuhan anak ditugaskan kepada pembantu,perhatian dan kasih sayang sangat penting bagi pertumbuhan kejiwaan, kerohanian dan intelektual anak, jadi disini para orang tua harus bisa lebih jeli dalam memperhatikan hal ini agar. Anak bisa di didik dengan baik, dalam hal ini kesadaran orang tua akan tanggung jawabnya yang akan membuat semuanya berjalan dengan baik.selain itu pendidikan seks dalam keluarga juga perlu ditanamkan sejak dini mungkin agar anak tahu tentang seks itu dan batasan dalam pergaulan, agar anak tidak salah melangkah dan terlibat dalm pergaulan bebas dan seks pranikah yang selama ini sangat marak terjadi dikalangan remaja

2. SEKOLAH

Sekolah sebagai lembaga pendidikan juga harus berperan aktif dalam penanggulangan terhadap kenakalan remaja.terutama guru, guru yang merupakan orang tua dari anak ketika ia berada disekolah seharusnya juga bisa memainkan perannya dengan baik. Guru tidak boleh hanya mementingkan pengetahuan anak dibidang ilmu. Namun, harus memperhatikan juga kehidupan remaja dan bisa menjadi mentor  yang baik bagi anak dalam pertumbuhan iman remaja. Dalam hal ini peran guru pendidikan agama Kristen sangat dibutuhkan, sehingga guru PAK bisa menjadi Pembina bagi remaja,dalam hal ini kerja sama antar orang tua dan sekolah juga harus terjalin dengan baik, agar pembinaan dari sekolah bisa lebih efektif.

3. GEREJA

Gereja sebagai organisasi keagamaan harus juga berperan aktif dalam pembinaan terhadap remaja, karena remaja dan pemuda/i merupakan tulang punggung gereja, mereka adalah masa depan gereja, jika mereka tidak hidup berdasarkan dasar-dasar ajaran agama itu sendiri, bagaimana gereja akan bertumbuh?, dan disini peran gembala sidang dan para pelayan sangat bisa mendukung remaja untuk bisa bertumbuh dalam iman dan kepercayaannya kepada Tuhan, gereja harus lebih bisa memperhatikan dan mengontrol kegiatan pemuda/I gereja,dan membawa mereka untuk lebih dekat kepada Tuhan.

Seperti yang tahu bahwa masa remaja adalah masa emas, dimana mereka akan menonjolkon segala potensi yang ada pada mereka, namun jika kita tidak peka dengan hal itu,dan membiarkan mereka begitu saja pasti mereka akan melampiaskan segala aktivitas mereka kearah yang tidak baik. Dalam hal ini orang tua, sekolah, dan gereja harus bisa bekerja sama dalam hal, pengembangan bakat dan minta remaja, kita bisa membuat event-event yang mereka senangi sehingga mereka akan merasa kalau kita mempedulikan mereka dan dengan begitu mereka akan meresponi hal itu dengan baik, karena salah satu faktor penyebab kenakalan remaja adalah tidak adanya wadah untuk menyalurkan bakat mereka. Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan, contohnya membuat pertandingan bola, bible champ, parade musik, melukis, dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa kita buat agar mereka dapat meyalurkan bakat mereka, dan dalam kegiatan-kegiatan yang lakukan itu kita bisa langsung mengkampanyekan tentang bahaya narkoba,  miras,merokok,AIDS, dan pergaulan bebas.

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Remaja adalah masa transisi/ peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik,psikis & psikososial

Masa remaja, dianggap sebagai masa topan badai dan stress (storm and stress), karena  telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib diri sendiri. Disinilah peran penting keluarga dalam membimbing & mengarahkan remaja menuju masa depan yang cerah.dan menurut penulis hal utama yang perlu diperhatikan adalah polah asuh yang baik sejak dini sehingga ketika anak memasuki masa remaja mereka tidak salah jalan, dan untuk menanggulangi masalah ini, banyak hal perlu diperhatikan. Penyebab atau faktor-faktor  yang mempengaruhi kenakalan itu yang perlu diperhatikan dan jika belum sesuai dengan apa yang salama ini dilakukan, inilah saatnya untuk merubah semua itu, tidak ada kata terlambat untuk suatu hal yang akan mendatangkan kebaikan.

Gereja juga sangat bertanggung jawab terhadap perkembangan iman remaja

Karena remaja merupakan tulang punggung gereja. Jadi gereja harus turut berperan aktif dalam pembinan terhadap remaja.

B .       SARAN

1. Bagi orang tua, didiklah anak menurut kehendak Tuhan (Amsal 22 : 6)

2. Bagi sekolah dan guru, juga demikiaan jangan hanya pengetahuan intelektual  yang diperhatikan tetapi pertumbuhan iman juga perlu diperhatikan dan dipelihara dengan baik.

3. Bagi gereja, harus lebih memperhatikan pelayanan terhadap remaja dan lebih bagus lagi kalau mereka dilibatkan dalam pelayanan gereja.

1. Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia, 1999

2. Homrig Husen E. G Dr dan Enklaan I . H. DR

3. Jay Kesleh Tolong aku punya anak remaja, BPK Gunung Mulia, 1997

4. Kamus Bahasa Indonesia

5.    Diktat kuliah. PAK Remaja Pemuda, Merdiati Marbun, M.Th

6.   Sumbangsi Penulis

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 3 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 11 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 15 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Mungkinkah? Entah! …

Aisditaniar Rahmawa... | 7 jam lalu

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | 7 jam lalu

Mendayung Di Sungai Ayung …

Aisditaniar Rahmawa... | 8 jam lalu

Apakah Emoticon Benar-benar Mewakili …

Dewi Nurbaiti | 8 jam lalu

Ada Cinta #14 : Bintang Jatuh …

Ryan M. | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: