Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Atiya Mahmud Hana

Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris yang mempunyai kecintaan tinggi terhadap dunia pendidikan

Belajar Bahasa Inggris dengan Fondasi Agama Islam

OPINI | 24 March 2011 | 17:08 Dibaca: 840   Komentar: 1   0

Pendidikan merupakan sebuah upaya untuk menuju kedewasaan. Pendidikan dapat diperoleh secara formal dan informal, hal itu disesuaikan dengan kemampuan dan minat seseorang. Kebanyakan sekolah formal di Indonesia senantiasa mengedepankan suatu capaian yang berkaitan dengan kemampuan intelektual. Efeknya, mengabaikan aspek perubahan perilaku yang justru jauh lebih penting dalam proses pembelajaran.

Terlebih dari itu, banyak perspektif dari orang tua yang saat ini lebih cenderung menekankan untuk mendapatkan ilmu umum daripada ilmu agama. Maksud penyataaan saya seperti ini: orang tua saat ini cenderung memasukkan putra-putrinya ke sebuah lembaga untuk belajar matematika atau bahasa Inggris daripada harus belajar di TPQ. Memang tidak semua orang tua mempunyai perspektif seperti ini, tapi sebagian besar tetap teguh dengan perspektif yang kurang tepat tersebut hal.

Di satu sisi ilmu umum seperti bahasa Inggris penting, tapi di sisi lain ilmu agama juga penting. Kemudian ada pertanyaan seperti ini; apakah ada manfaat belajar bahasa Inggris yang notebene budayanya berbeda dengan budaya kita?

Menjawab pertanyaan di atas sesungguhnya sangat mudah. Semua orang tahu bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang banyak digunakan oleh orang di dunia. Bahasa tersebut cenderung mengarah ke negara Inggris, Amerika, ataupun Australia. Tentu saja kebudayaan mereka tak sama dengan bangsa kita. Tapi kita pelu mempelajarinya untuk menghadapi persaingan global saat ini.

Untuk menghadapi persaingan global, banyak universitas yang menawarkan jurusan bahasa Inggris di Indonesia. Tapi hanya sedikit dari mereka yang menerapkan fondasi agama Islam dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah Fakultas Bahasa UNISSULA. Fakultas baru yang senantiasa melakukan internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran.

Melakukan proses pembelajaran di universitas Islam memberikan dampak positif terhadap dosen maupun mahasiswa di Fakultas Bahasa. Penerapan BUDAI (Budaya Akademik Islam) dalam kehidupan kampus merupakan bukti nyata kepedulian pihak kampus terhadap pendidikan agama di lingkungan universitas. Sudah barang tentu sulit untuk menemukan sebuah universitas yang menerapkan kebijakan seperti demikian.

BUDAI memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar ilmu umum sekaligus ilmu agama. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa karena kombinasi antara ilmu umum dan ilmu agama akan menghasilkan seseorang yang tangguh dalam menghadapi hidup. Percuma saja bila seseorang hanya menguasai satu ilmu (umum/agama), mereka akan tertatih dan akan menemukan banyak kesulitan hidup.

Mari kita tengok bagaimana penerapan BUDAI di Fakultas Bahasa UNISSULA. Penekanan untuk solat berjamaah menjadi poin penting di sini. Ketika waktu solat dzuhur dan ashar tiba, kegiatan belajar mengajar segera di akhiri dan baik dosen ataupun mahasiswa menuju ke masjid untuk melakukan solat berjamaah. Tak jarang juga dosen seperti Mr. Hartono dan Mr. Nuridin mengingatkan untuk menjalankan solat berjamaah ketika kita masih “berkongko-kongko” di sekitar fakultas.

Selain solat berjamaah, internalisasi nilai-nilai Islam juga dapat ditemukan dalam mata kuliah yang ditawarkan oleh pihak fakultas. Islam Education 1, Islam Education 2, Islam and Education, ketiga mata kuliah tersebut menjadi kewajiban untuk diambil setiap mahasiswa Fakultas Bahasa. Sudah barang tentu mata kuliah tersebut banyak berkaitan dengan Agama Islam. Tidak hanya belajar bagaimana agama Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga kita dapat mempelajari sejarah penyebaran agama Islam di dunia dalam mata kuliah Islam and Education. Subhanallah.

Fokus selanjutnya adalah cara berpakaian. Adab berpakain juga diperhatikan dalam pelaksanaan BUDAI. Tak seperti mahasiswa/mahasiswi di universitas lain yang sering identik dengan jeans, rok pendek, celana pensil, atau baju ketat, semua mahasiswi di UNISSULA sudah berkerudung dan sebagian besar dari mereka sudah memakai rok panjang meskipun sesungguhnya tidak diperbolehkan memakai selain rok panjang.

Solat berjamaah, mata kuliah berkaitan dengan Islam, cara berpakaian Islami belum cukup. Adanya larangan merokok di lingkungan kampus membuat kampus ini berbeda dengan kampus lain. Merokok yang menurut agama hukumnya makruh menjadi barang langka di UNISSULA. Mungkin hanya tamu atau jamaah solat Jumat yang mungkin merokok, itu toh mereka tidak tahu tentang larangan tersebut.

Pro kontra tentang penerapan BUDAI di kampus beberapa tahun lalu sudah perlahan-lahan terhapus seiring dengan berjalannya waktu. Pada akhirnya juga mahasiswa yang mendapatkan keuntungan dengan penerapan BUDAI. Internalisasi nilai-nilai Islam dapat semakin ditekankan. Sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu umum, tapi juga ilmu agama yang berguna bagi hidup mereka.

Berkaitan dengan ilmu yang dipelajari di Fakultas Bahasa, dapat dikatakan ilmunya jauh dari ilmu agama. Itu terjadi karena perbedaan kebudayaan. Kita menganut budaya ketimuran, sedangkan native speaker bahasa Inggris menganut budaya barat. Perbedaan itu menyebabkan mahasiswa harus melakukan filter terhadap budaya yang biasa dilakukan oleh native speaker.

Memang tidak mudah belajar bahasa yang tidak kita gunakan dalam komunikasi sehari-hari. Salah satunya bahasa Inggris, bahasa Inggris menjadi foreign language di Indonesia. Maka konsekwensinya adalah mahasiswa harus memanfaatkan kampus sebagai tempat strategis untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat melalui speaking, writing, atau ketrampilan bahasa yang lain. Tapi satu hal yang harus diperhatikan dalam belajar bahasa Inggris adalah harus menggunakan fondasi agama dalam melakukan filter terhadap budaya yang dipelajari.

Sejauh yang saya rasakan sebagai mahasiswa Fakultas Bahasa, saya dapat menyeimbangkan antara ilmu umum khususnya segala sesuatu tentang bahasa Inggris dan ilmu agama. Hal ini membuat semangat dalam belajar menjadi membumbung tinggi meskipun dalam keadaan sakit. Selain itu, suasana kampus yang kondusif juga membuat diskusi-diskusi yang tercipta antar mahasiswa menjadi lebih berwarna. Dari diskusi-diskusi seperti itu biasanya ilmu akan banyak didapat selain belajar di kelas.

Hal yang paling mengagumkan belajar di universitas ini khususnya Fakultas Bahasa ini adalah adanya internalisasi nilai-nilai Islam seperti dalam mata kuliah, cara berpakaian, kebiasaan solat berjamaah seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Tidak ada penyesalan karena hanya menuntut ilmu di PTS, rasa bangga justru kerap datang seiring bertambahnya ilmu yang didapat. Tapi rasa bangga itu tidak kemudian membuat berhenti untuk tetap menggali ilmu dan informasi yang.

Sesungguhnya di mana pun kita belajar kalau sudah didasari niat yang lurus, Insya Allah semuanya akan diberi kemudahan oleh Allah. Pernyataan itu semakin menguatkan hati untuk tetap belajar di fakultas ini. Dengan subjek yang kita pelajari sekarang (bahasa Inggris), kita sudah mempunyai sedikit ilmu yang dapat kita gunakan untuk menghadapi persaingan global. Tapi tetap dengan sebuah catatan: tetap menggunakan fondasi agama di setiap langkah. Karena fondasi agama dapat dijadikan alat kontrol agar tidak terjebak di lubang yang justru akan menjauhkan kita dari ridho Allah.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 6 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 10 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 11 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 12 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: