Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Anakia Kia

Ingin menulis karena jika bicara pasti tdk akan di dengar-dengar! mau ortu saya menjadi PNS selengkapnya

Komite Sekolah.. Komite Untung

OPINI | 25 March 2011 | 03:20 Dibaca: 160   Komentar: 0   0

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang teman saat hendak sholat Jumat-an di sebuah masjid. Setelah bertegur sapa di perjalanan ia mengungkapkan bahwa dirinya telah di angkat untuk di jadikan sebagai sekertaris komite sekolah SMP#@&*Kendari. Nah..ia ingin menawarkan padaku apakah saya ingin bergabung dalam kepengurusan komite tersebut?, spontan saya katakan mau..mau..kala itu.

Nah beberapa hari kemudian saya bertemu lagi dengan teman tersebut, di tengah perbincangan tentang komite sekolah ia mengatakan bahwa beberapa teman-teman pengurus lainnya merasa keberatan keikut sertaan saya dalam komite tersebut..apa alasannya? pertanyaan saya kala itu? Hmm…jadi penasaran…katanya karena saya belum nikah dan belum punya anak yang sekolah di SMP tersebut hahahaha….jadi ketahuan de’ masih single:)

Yaa…saya katakan saja bahwa keinginan saya untuk masuk di komite sekolah karena saya ingin melihat secara transparan proses keterbukaan dalam pengambilan keputusan dalam komite tersebut, selain itu saya juga kan alumni di sekolah itu, mana rumah saya berdomisili saat ini dekat dari SMP*$#Kendari, kira-kira cuma jalan kaki 4 menit sudah sampai.

Mungkin mereka lupa beberapa aturan dalam keanggotaan Komite Sekolah yang di pakai beberapa sekolah seperti contoh di bawah ini :

ANGGARAN DASAR KOMITE SD NEGERI CIJAWURA

KOTA BANDUNG

BAB III
KEANGGOTAN DAN KEPENGURUSAN

Pasal 9
KEANGGOTAAN

Keanggotaan Komite Sekolah terdiri dari :

1. Unsur Masyarakat dapat berasal dari :

  1. Pewakilan orang tua / wali peserta didik

  2. Tokoh masyarakat (Ketua RT / RW/ RK, ulama,budayawan, dll)

  3. Anggota masyarakat yang mempunyai perhatian atau dijadikan figure untuk meningkatkan mutu pendidikan.

  4. Pejabat pemerintahan setempat ( Lurah, Kepolisian, Korem I, Depnaker, dan Instansi lain )

  5. Dunia usaha/ industri ( Pengusaha Industri, jasa, asosiasi, dan lain-lain).

  6. Pakar pendidikan yang mempunyai perhatian pada peningkatan mutu pendidikan.

  7. Organisasi profesi tenaga pendidikan (PGRI,ISPI,BMPS).
    h. Perwakilan forum alumni SD yang dewasa dan mandiri.

Nah..dari contoh di atas perasaan tidak ada aturan yang mengatakan, haru sudah nikah, dan punya anak yang sekolah di SMP bersangkutan iyakan?:)..nah karena itu kecurigaan saya mulai timbul heheh…ada apa ini? Adakah U di balik B? Hmm….

Alhasil singkat cerita, alhamdullilah saya di masukin juga sebagai salah seorang pengurus dalam Komite Sekolah tersebut, kalau berdasarkan SK yang saya terima katanya saya di bidang Pemberdayaan (kata-kata racun. :))

Setelah dari situ, beberapa waktu lalu saya di undang rapat komite sekolah ne’ katanya dengan agenda “Pembiayaan Siswa (i) dalam Try out Jelang UN” yang menarik adalah dari persentase kepala sekolah ternyata mampu menyihir semua anggota pengurus untuk sepakat menetapkan biaya Try out yang akan di kenakan pada siswa (i), karena Sekolah “Kekurangan Anggaran”.

Berikut item pembiayaan di sekolah tersebut :

Tujuan

Tujuan dalam pembuatan proposal ini adalah :

  1. Untuk memperoleh partisipasi orang tua siswa

  2. Untuk mempermantap materi-materi kelas VII dan kelas VIII dalam mempersiapkan UAN dan UAS

Rincian kegiatan

1. Belajar tambahan bagi siswa kelas IX persiapan UAN dan UAS T.P 2009/2010 dilksanakan selama 64 hari

2. Pelaksanaan belajar tambahan untuk UAN 403 jam ( Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Matematika, Fisika dan Biologi )

3. Pelaksanaan belajar tambahan untuk UAS 173 jam ( Pendidikan Agama, PKn, Sejarah, Ekonomi dan Gegrafi )

4. Dalam pelaksanaan belajar tambahan, dilaksanakan Uji coba selama 3 kali

C. Sumber dana :

  • Sumber dana dalam kegiatan ini adalah :

1. Dari dana BOS sebesar = Rp. 23.000.000 ( Sesuai RAPBS )

2. Dari sharing komite sebesar RP. 25.000.000 ( sumbangan siswa kelas IX ) dengan rincian :

 Setiap siswa dikenakan beban Rp. 174 x 576 jam = Rp. 100.000

 Dari Rp. 100.000 x 250 siswa kelas IX = Rp. 25.000.000

Jadi Total = Rp. 48.000.000


D. Rincian pengeluaran :

1. Honor guru Rp. 40.000 x 576 jam = Rp. 23.040.000

2. Transpor Rp. 10.000 x 576 jam = Rp. 7.488.000

3. Konsumsi Rp. 5000 x 20 orang x 64 hari = Rp. 6.400.000

4. Honor panitia = Rp. 8.150.000

5. Biaya Uji coba selama 3 kali = Rp. 2.172.000

  • Honor Pembuatan soal 10 mapel x Rp 25.000 x 3 kali uji coba

  • Honor Pemeriksaan soal 10 mapel x Rp 25.000 x 3 kali uji coba

  • Transpor Pengawas ruang Rp. 10.000 x 18 orang x 3 kali

6. Biaya tak terduga = Rp. 750.000

Total = Rp. 48.000.000

Wow!!!…susahnya sekolah saat ini!. Setelah melewati berbagai perdebatan antara saya dengan pengurus yang lain, bahkan dengan pihak sekolah, ya tetap saja usulan-usulan dari saya tetap tak di terima karena kalah jumlah dalam suara terbanyak akhirnya di simpulkan pembiayaan ini tetap akan di kenakan pada siswa (i) kelas 9.

Dengan sedikit kesal melangkahlah saya untuk keluar ruangan rapat (walk out ni yeee)..ngambek dalam hatiku.. namun tiba-tiba saya di cegat oleh Bendahara Sekolah yang mengharuskan saya bertanda tangan untuk menerima uang transport….WTF*_*#!?. UANG TRANSPORT!? Rp 50.000.- Kata anggota pengurus yang lain katanya itu sudah lumrah, dan biasa, bahkan beberapa pengurus komite lainnya yang kebetulan juga menjadi pengurus Komite di sekolah lain mengatakan jumlah itu masih sedikit karena di sekolah lain ada yang mencapai Rp 100.000.-. terang saja saya menolak! Mengapa demikian ironi sekali, di satu sisi sekolah mengaku kekurangan anggaran tapi juga menghambur-hamburkan uang cuma alasan pengganti transportasi. Dan lagian saya katakan kalau saya mau cari duit yang jelas bukan di komite sekolah….keciiillll itu jumlah Rp 50.000.- heheheh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 7 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 7 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 7 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 8 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: