Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mang Jamal

Manusia riang gembira, tinggal di Bandung, sayang anak, hobi ngakak :)

cabang desain

REP | 13 April 2011 | 03:28 Dibaca: 2883   Komentar: 1   0

Cabang Desain

Desain Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan sains dalam membuat desain struktur dan bangunan. Pengertian yang lebih luas mencakup desain lingkungan buatan (built environtment) dari ukuran makro seperti tata kota, urban design, lanskap, sampai bidang yang lebih mikro seperti desain mebel. Desain arsitektural biasanya menyangkut fungsi dan estetika bagi pemakai sedangkan bagi pengembang atau pembangun (kontraktor) menyangkut masalah kelayakan dan biaya. Perencanaan arsitektur adalah menggubah ruang, volume, tekstur, cahaya, bayangan, atau elemen abstrak agar mencapai estetika yang menyenangkan. Ini yang membedakan arsitektur dari sains terapan atau rekayasa (engineering) yang biasanya hanya berkonsentrasi lebih pada aspek fungsional dan kelayakan desain konstruksi dan struktur.

Dalam bidang arsitektur bangunan, dituntut keahlian dari yang kompleks seperti rumah sakit atau stadion hingga bangunan yang relatif sederhana seperti rumah tinggal. Banyak karya arsitektur dilihat juga sebagai simbol budaya dan politik dan atau suatu karya seni. Peran arsitek, meskipun berubah, telah menjadi sentral keberhasilan atau kegagalan desain dan implementasinya di dalam lingkungan tempat manusia hidup. Arsitektur juga merupakan seni merancang lingkungan buatan. Bangunan, lanskap dan desain jalan memberikan karakter fungsional dan estetika terhadap suatu proyek.

Arsitektur dapat disebut sebagai ibu seni karena (terutama pada desain klasik) seluruh seni rupa, dari seni lukis, seni patung, seni ukir dan lain sebagainya bergabung atau menjadi bagian integral di dalam arsitektur. Dalam era modern, seluruh seni tampaknya berdiri sendiri, memisahkan diri dari arsitektur. Seni patung atau seni ukir tidak lagi menjadi bagian integral dari suatu karya arsitektur sebagaimana terdapat dalam desain klasik, meskipun begitu seni bangunan atau arsitektur masih menjadi tempat sebagian karya seni disimpan, sebagai hiasan ruang.

Desain Interior

Desain interior adalah proses pembentukan pengalaman dalam ruang interior melalui gubahan ruang atau pengolahan volume spasial dan pengolahan permukaan. Desain Interior memfokuskan perhatian pada aspek psikologi lingkungan, arsitektur, desain produk dan desain mebel dengan tambahan dekorasi tradisonal. Desainer interior adalah orang yang dikenal ahli dalam lapangan desain interior atau mereka yang membuat desain interior sebagai bagian dari pekerjaannya. Desain interior adalah praktek kreatif yang menganalisa informasi program, membentuk arahan konseptual, menentukan arah desain dan membuat dokumen komunikasi grafis dan konstruksi.

Dalam desain interior terdapat beberapa area spesialisasi dalam desain interior, seperti desain interior hunian (residential), retail, perusahaan, hotel dan restoran (hospitality), perawatan kesehatan (rumah sakit), atau institusional. Bagian penting dari seluruh gaya desain adalah konsep, warna, proporsi, keseimbangan, ergonomi dan fungsi desain. Meskipun seluruh gaya membedakan setiap penggunaan elemen, seluruhnya merupakan bagian integral dari keseluruhan dan citarasa suatu ruang. Desainer menggabungkan tujuh elemen desain dan gaya: bentuk, masa, wujud, garis, warna, tekstur dan pola.

Desain Produk/Desain Industri

Desain industri atau desain produk adalah seni terapan dimana estetika dan manfaat suatu produk ditingkatkan. Aspek desain dispesifikasi oleh desainer industri termasuk keseluruhan bentuk objek, lokasi penempatan detil yang saling menunjang satu sama lain, warna, tekstur, bunyi dan aspek yang berkenaan dengan ergonomi produk. Desainer industri dapat pula membuat spesifikasi aspek yang bertalian dengan proses produksi, pemilihan material dan cara suatu produk dipresentasikan kepada konsumen di tempat penjualan.

Pemakaian tenaga desainer industri dalam proses pengembangan suatu produk diharapkan dapat menambah nilai produk dengan cara meningkatkan manfaat produk tersebut, termasuk kemungkinan pengaturan proses produksi sehingga dapat menekan biasa produksi yang lebih rendah tetapi menghasilkan produk yang lebih menarik. Untuk menjadi desainer industri penting diperhatikan bahwa produk yang dihasilkan harus melalui proses industri, misalnya seorang seniman tidak bisa disebut desainer industri meskipun mungkin menghasilkan suatu produk.

Meskipun begitu, beberapa desain industri dikenal sebagai produk klasik yang dapat disejajarkan dengan karya seni dan karya rekayasa (engineering). Desain industri fokus terhadap konsep, proses dan produk.

Sebagai tambahan terhadap pertimbangan estetika, manfaat (aspek guna, usability) dan ergonomi, juga dapat mencakup rekayasa objek, faktor kegunaan yang bermanfaat, penempatan produk di pasar, dan masalah lainnya. Desain produk atau desain industri sering bersinggungan dengan bidang desain lain seperti desain informasi dan desain interaksi. Sekolah-sekolah desain produk atau industri banyak yang memiliki aspek tertentu, berkisar antara seni murni (fine art) yang mengarah pada penggayaan produk (product styling) hingga campuran dengan rakayasa (engineering) dan desain pameran dan desain interior.

Istilah “desain industri” muncul di Amerika pada 1940an dan berkembang selama abad 20, periode ketika peralatan produksi dipadukan dengan filsafat perencanaan modern untuk menciptakan objek yang indah dari segi estetik, berguna dan konstruktif menurut model logika rasional. Pada akhir Perang Dunia I muncul kecenderungan gerakan yang mengarah pada pengembangan kehidupan yang lebih baik di daratan Eropa yang salah satunya ditempuh dengan pengembangan desain. Sebagaimana diutarakan kaum Futuris Italia, adalah sangat memungkinkan untuk mengembangkan dunia yang baru, modern dengan konsep masa depan. Proyek ini menjadi instrumen perubahan kondisi manusia yang diidentifikasi di sekolah Bauhaus yang menjadi pusat pandangan baru. Di sekolah Bauhaus tersebut seniman dan desainer garis depan mengembangkan sistem pendidikan dan praktik konkret dalam bentuk eksperimen, yang dengan metode ini sekolah tersebut menghasilkan pengaruh yang dalam terhadap kebudayaan Eropa keseluruhan. Suatu bahasa objek baru yang ekspresif datang ke dalam kehidupan dengan material baru seperti baja, metal baru dan kaca.

Desain Komunikasi Visual (DKV)

Jaman sekarang ini disebut “Abad Informasi”, maksudnya adalah bahwa masyarakat kita sekarang berdasarkan pada penyebaran dan pemrosesan informasi. Tujuan desain grafis atau desain komunikasi visual adalah untuk membuat masyarakat dapat menerima informasi tersebut secepat dan semudah mungkin. Ada banyak cabang atau spesialis dalam desain komunikasi visual yang umumnya dibagi ke alam dua area utama yaitu barang cetakan (print matter) dan multimedia.

Barang cetakan diantaranya desktop publishing, advertising, desain majalah, penerbitan, identitas perusahaan (corporate identity), logo, tipografi, desain kemasan, dan produksi barang cetakan seperti majalah, koran, poster, material bisnis, iklan media cetak, iklan media luar ruang, dll.

Multimedia termasuk desain (tayangan) televisi dan film, produksi video, game komputer, desain interaktif, animasi, grafis TV, judul film (film tittles), dan desain web. Dengan munculnya media interaktif yang digunakan citra visual dan suara membuat peluang yang tersedia semakin lebar. Desainer grafis bekerja untuk berbagai macam bisnis, industri dan institusi.

Dahulu, Desain Komunikasi Visual bernama Desain Grafis yaitu suatu bentuk komunikasi melalui rupa (visual). DKV adalah suatu proses memberi bentuk dan struktur bagi komunikasi visual. Sebagian proses ini melibatkan pengaturan tipografi atau tata letak huruf, gambar dalam berbagai bentuk seperti foto atau desain tiga dimensi. Prosesnya juga dapat menggabungkan berbagai media seperti ilustrasi, ikonografi termasuk pembuatan merek produk dan lain sebagainya.

Berdasarkan teori klasik desain, daya tarik visual karya desain adalah hasil dari bagaimana komposisi elemen desain menciptakan gaya, mood, pesan dan penampilan. Seni grafis muncul pada abad 15 dari kebutuhan untuk menghasilkan lebih dari satu kopi suatu gambar yang sama dalam suatu masyarakat yang melahirkan masyarakat pedagang dan borjuis yang mempunyai sarana ekonomi hingga kebutuhan pengembangan kebudayaan dan pengetahuan sebelumnya hanya kepada masyarakat kelas atas.

Proses desain grafis berubah sesuai perjalanan waktu, pada pertengahan 1980an, munculnya desktop publishing dan pengenalan aplikasi software komputer melahirkan generasi desainer yang bekerja dengan membuat manipulasi citra lewat komputer dan pencitraan citra 3D. Komputer sekarang dipakai sebagai bagian penting dalam industri desain komunikasi visual, meskipun sebagian desainer ada yang tetap menggunakan peralatan tradisional dan manual. Pemakaian komputer membuat pekerjaan menjadi jauh lebih cepat dan praktis.

Karena tidak ada aturan universal yang absolut, desainer komunikasi visual dihadapkan pada tantangan dan peluang yang membantu mengembangkan keahlian dalam berpikir logis dan kritis untuk memahami tujuan desain, siapa target audiens dan bagaimana karya DKV tersebut akan dipergunana.. Dalam bekerja, DKV tidak berakhir dengan sendirinya seperti seni lukis atau seni patung. Ia melibatkan tujuan client, target audiens, dan pesan yang akan disampaikan. Dengan alasan ini DKV kadang disebut “seni komersial”.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 9 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 11 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: