Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Cahyo Prayogo

orang ini adalah seorang penulis puisi amatir.

Perbedaan Nyata antara Puisi dengan Prosa

OPINI | 23 April 2011 | 08:50 Dibaca: 1674   Komentar: 31   6

Belakang ini, kita semakin sulit membedakan puisi dengan prosa. Misalnya, ketika kita membaca puisi Sapardi yang berjudul “Air Selokan” maka kita akan kebingungan menentukan genre karya sastra tersebut. Bentuk “Air Selokan” sangat prosais, sama sekali tidak mirip seperti bentuk puisi.

Puisi juga sering menyerap unsur prosa, yaitu narasi. Begitu pula prosa sering menyerap unsur puisi sehingga sering kita dengar ada prosa yang puitis. Maka, pemetaan kedua genre ini berdasarkan unsur narasi, rima, atau iramanya pun belum sempurna.

Lalu, apakah perbedaan nyata antara puisi dengan prosa? Menurut Pradopo (1987), perbedaan nyata antara puisi dengan prosa hanya terdapat pada kadar kepadatan bahasanya (Dichtung). Berdasarkan hal tersebut, bila terdapat karya sastra yang padat bahasanya maka disebut puisi, bila tidak padat maka disebut prosa.

Puisi adalah ekspresi kreatif hasil memadatkan bahasa. Sementara itu, prosa adalah ekspresi konstruktif hasil menguraikan. Kata kreatif itu bukan lawan kata konstruktif, tetapi ada perbedaan nyata antara aktivitas memadatkan imaji (kondensasi) dan aktivitas menguraikan imaji (dispersi) (Pradopo, 1987).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

PKS Selundupkan RUU Wajib Militer …

Hendra Budiman | | 31 January 2015 | 16:33

Hou Yifan Memecahkan 26 Tahun Rekor Judit …

Cut Ayu | | 31 January 2015 | 19:20

Dari Undangan Diskusi di Kompasiana TV; …

Subronto Aji | | 31 January 2015 | 08:45


TRENDING ARTICLES

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 10 jam lalu

Musni Umar: Save Jokowi Walau Dapat Rapor …

Musni Umar | 10 jam lalu

Fakta Menjelang Jatuhnya QZ8501 Mulai …

Mas Wahyu | 12 jam lalu

Topeng Ketua KPK Abraham Samad Dibeberkan …

Edi Abdullah | 13 jam lalu

Siapa yang Bakal Terdepak dari Istana? …

Anis Kurniawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: