Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rudi Purwanto

PNS, Bekerja di sebuah lembaga Pemerintahan

Apakah Sertifikasi Guru Berdampak Positif

OPINI | 28 April 2011 | 12:40 Dibaca: 132   Komentar: 1   0

Apakah sertifikasi berdampak positif bagi kinerja guru

Sertifikasi guru sampai pada saat ini telah berjalan kurang lebih 4 tahun sejak di luncurkan pertama kali pada 2006 yang lalu. Guru yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi pun terus meningkat. Memang luarbiasa bahwa tunjangan sertifikasi mampu menaikkan gaji guru 100 %,tentu bagi guru yang telah mendapatkan tunjangan tersebut.Terlebih sebenarnya banyak daerah yang telah memberikan insentif bagi guru dengan jumlah bervariasi tergantung keuangan daerah, namun di Kalimantan timur jumlah insentif guru tersebut sekitar 1 juta rupiah.Maka makin teballah kantung baju guru dengan gaji yang jumlahnya mencapai 5 juta rupiah.

Tunjangan sertifikasi semakin meningkatkan gap penghasilan antara guru karena guru yang mendapatkan tunjangan tersebut masih sangat sedikit sekali. Bahkan dalam satu sekolah baru ada beberapa guru yang sudah mendapatkannya, terlebih untuk guru yang berada di daerah-daerah pelosok.

Dewasa ini kiranya pemerintah harus lebih bertindak adil lagi dalam peningkatan kesejahteraan guru karena tampaknya tidak banyak peningkatan kinerja guru yang bisa di lihat sebagai dampak dari pemberian tunjangan sertifikasi. Guru tetap saja bersikap seperti biasa, tidak lantas menjadi rajin sekali dalam mengajar atau bersemangat sekali atau menjadi gemar mencari ilmu baru atau menjadi semangat dalam melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajarannya. Peserta didik yang tidak lulus ujian pun tetap saja dari tahun ke tahun, dan bahkan semakin meningkat manakala ujian berlangsung dengan jujur tanpa keterlibatan tim sukses. Yang terjadi justru sebaliknya, kinerja guru lain di kuatirkan menjadi mengendor mengingat guru lain yang tidak mendapatkan tunjangan sertifikasi jumlahnya jauh lebih banyak dari yang sudah mendapat tunjangan. Dalam jangka panjang penurunan motivasi tersebut menjadi sangat mungkin terjadi.

Kiranya perlu di carikan formula peningkatan kesejahteraan guru yang lebih adil bagi semua. Tunjangan seharusnya semua guru bisa mendapatkannya. Jika memang tunjangan tersebut tidak mungkin di berikan untuk semua maka kurangilah jumlahnya namun semua bisa mendapatkannya. Biar hanya 500.000 namun dari sabang sampai merauke bisa mendapatkannya dari pada tunjangan 2 juta tapi hanya di peruntukkan bagi segelintir guru, sementara guru lain hanya bisa terus saja meneteskan air liurnya menanti giliran mendapatkan tunjangan sertifikasi tersebut. Menunggu sesuatu yang tak jelas waktunya karena bisa jadi yang terjadi adalah guru yang mendapatkan tunjangan sertifikasi pensiun baru bisa masuk guru lain untuk menggantikan mengingat kecilnya jatah guru yang mendapatkan tunjangan tersebut

Peningkatan mutu guru dan tingkat kesejahteraan guru harus terus di lakukan, namun upaya peningkatan kesejahteraan guru tersebut haruslah adil bagi semua.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | | 24 November 2014 | 10:33

Disambut Pelangi Halmahera Utara …

Joko Ade Nursiyono | | 24 November 2014 | 09:41

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 13 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: