Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Afif _albayan

now im student in SMA albayan boarding school Sukabumi.

Kurang Meratanya Tingkat Pendidikan di Indonesia

OPINI | 09 May 2011 | 13:12 Dibaca: 1942   Komentar: 0   0

Indonesia adalah negara berkembang yang masih mengalami berbagai proses pembangunan. Di sektor pendidikan, Indonesia masih kurang mengembangkan SDM yang dimiliki masyarakat. Buktinya, dalam sebuah survei mutu pendidikan, Indonesia menempati urutan ketiga dari bawah di antara 40 negara lain. Sistem pendidikan di Indonesia selalu disesuaikan dengan kondisi politik dan birokrasi yang ada. Padahal menurut saya, itu bukanlah masalah utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Yang lebih penting adalah bagaimana pelaksanaan di lapangan, termasuk kurangnya pemerataan pendidikan, terutama di daerah tertinggal. Fenomena yang ada di Indonesia cukup ironis. Banyaknya lulusan sekolah tingkat menengah dan perguruan tinggi setiap tahunnya, ternyata tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang disediakan. Hal itu jelas menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Bahkan angka pengangguran mencapai 9,5% per tahun.

Saat ini sebuah konsep pendidikian yang perlu kita cermati khususnya ialah mengenai kesempatan belajar, kesetaraan pendidikan, memaksimalkan fungsi sekolah, serta orientasi layanan sesuai kebutuhan. Hal ini dilakukan agar pemerataan pendidikan bisa menyeluruh. Mentri pendidikan saat ini mengatakan salah satu konsep yang harus di geser saat ini ialah wajib belajar Sembilan tahun agar di geser menjadi hak belajar Sembilan tahun, jadi masyarakat memiliki hak untuk menuntaskan pendidikannya selama Sembilan tahun.

Belum ratanya tingkat pendidikan di Indonesia apalagi jauhnya mutu pendidikan antara di daerah dengan di kota menyebabkan banyak siswa siswi yang berasal dari daerah banyak yang tidak lulus ujian nasional. Jika kita cermati hal ini memang sangat mengkhawatirkan apa lagi sarana dan prasarana sekolah yang berada di daerah dan sekolah yang berada di kota sangat jauh sekali perbandingannya.

Gambar ruang kelas di daerah terpencil:

Gambar ruang kelas di kota besar:

Jika kita lihat dari gambar di atas jauh sekali sarana dan prasarana antara sekolah yang berada di daerah terpencil dengan sekolah yang berada di kota kota besar,jadi tidak heran jika mengapa saat ujian nasional banyak sekali siswa siswi yang beraasal dari daerah yang tidak lulus ujian nasional karena dari sarana dan prasarananya saja sudah jauh berbeda . Sudah patutnya pemerintah memperhatikan sekolah sekolah yang kurang layak sebagai langkah awal menuju pemerataan pendidikan di Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 16 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 17 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 18 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 18 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: