Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhammad Armand

Lahir di Polmas-Sulbar. Penulis Buku: "Remaja & Seks". ILUNI. Mengajar di Universitas Sultan Hasanuddin, Makassar-Sulawesi selengkapnya

Upin Ipin Berkonten Porno

REP | 15 May 2011 | 01:31 Dibaca: 1634   Komentar: 61   8

Kupikir konten porno pada CD anak-anak selama ini hanyalah isapan jempol belaka dan hanya kabar-kabar burung saja. Ternyata CD porno anak-anak benar adanya.

Selama ini jika anakku memesan CD anak-anak seperti Spongebob, Ipin Upin, Berbie. Saya burning-kan via internet. Tetapi namanya anak-anak, kadang ingin sesuatu yang lain. Bosan mungkin dengan burninganku. Atau pengen aja beli kepingan. Ia pun merengek ke pamannya untuk dibelikan CD anak-anak. Saya ingat rengekannya itu tiga hari lalu.

Dan kemarin, pamannya membawakan pesanan anakku, dua keping CD Upin Ipin. Kata pamannya dia beli di sebuah emperan Mall Makassar, tetapi karena saya was-was akan isi CD tersebut maka saya putar terlebih dahulu sebelum sampai di tangan anakku.

13054267561543060050

Di balik CD ini terputar beberapa menit adegan seronok penghancur moral anak-anak kita

Wah ternyata, di sela-sela CD tersebut terselip beberapa menit adegan hot. Adegan seronok ini berada menjelang akhir playing. Untunglah belum sampai di tangan anakku.

Para orangtua. Berhati-hatilah karena konten porno dalam CD anak-anak benar adanya. Sebaiknya kalau mau beli CD anak-anak ataupun CD apa saja, jangan yang bajakan seperti yang dilakukan adikku.

Tapi jika memang alternatifnya harus bajakan karena terkadang juga pesanan CD anak-anak yang mereka mau tidak ditemukan di toko CD resmi atau stoknya habis.

Maka sebagai orang tua, wajib memutarnya terlebih dahulu untuk memastikan CD anak-anak itu aman dari konten porno. Menjadi orangtua saat ini memanglah harus selalu siaga terhadap ancaman dan bahaya terhadap perkembangan anak-anak kita. Rasanya menjadi orangtua saat ini lebih sulit dibanding orangtua kita jaman dulu. Anak-anak sekarang benar-benar dikepung dengan aktifitas orang yang hendak menghancurkannya.

Waduh. Beragam cara orang ternyata untuk membentuk “karakter” anak-anak kita. Berhati-hatilah di zaman yang semakin mencemaskan ini.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 9 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 11 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: