Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Penggunaan Media Gambar dalam Pelajaran Fiqh tentang Tayamum

REP | 16 May 2011 | 15:14 Dibaca: 9479   Komentar: 3   0

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan.

Ruper C. Lodge, dalam buku Metodologi Pengajaran Agama Islam karangan Ahmad Tafsir (2008:5), menyatakan bahwa dalam pengertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. Sedangkan dalam arti sempit, ia berpendapat bahwa pendidikan adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah[1]

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggungjawab penuh dalam menjalankan amanat pendidikan. Sekolah merupakan suatu institusi yang dirancang untuk membawa peserta didik pada proses belajar, dibawah pengawasan guru. Pendidikan di sekolah dilakukan dalam suatu proses yang disebut pembelajaran. Belajar merupakan perubahan yang relative permanent dalam perilaku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.[2] Sedangkan pembelajaran

2

merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sutikno (2008;37) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari: tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi.[3]

Guna meningkatkan hasil belajar peserta didiknya, guru harus selalu berupaya dengan berbagai strategi, termasuk diantaranya adalah dengan menggunakan media belajar yang efektif dan menyenangkan bagi peserta didik. Media belajar merupakan sarana bagi guru untuk mempermudah penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Media belajar juga merupakan sarana bagi peserta didik untuk mempermudah pencapaian hasil belajaryang diinginkan. Media belajar yang tepat akan membuat peserta didik lebih termotivasi, lebih aktif, dan lebih mudah mencerna ilmu pengetahuan yang diberikan oleh gurunya selama proses pembelajaran, serta membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan.

Wiranataputra (2005:55) mengemukakan beberapa evied mengapa media pembelajaran sangat penting sehingga harus terintegrasi dalam proses pembelajaran yaitu:

  1. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila siswa turut aktif dalam pembelajaran tersebut, dan hal ini hanya dapat terjadi dengan adanya media.

3

  1. Rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indera memiliki komposisi sebagai berikut:

    1. 75% melalui penglihatan (visual)
    2. 13% melalui pendengaran (audio)
    3. 6% melalui sentuhan
    4. 6% melalui penciuman dan pengecap
  2. Pengetahuan yang dapat diingat seseorang antara lain bergantung pada melalui indera apa ia memperoleh pengetahuannya.

Wiranata juga menyebutkan sifat media pengajaran sebagai berikut:

  1. Meletakkan dasar-dasar yang kongkret untuk berfikir, sehingga mengurangi verbalisme
  2. Memperbesar perhatian dan minat siswa terhadap materi pembelajaran.
  3. Membuat pembelajaran lebih menetap dan tidak mudah dilupakan.
  4. Memberikan pengalaman yang nyata kepada siswa
  5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkelanjutan
  6. Membantu tumbuhnya pengertian dan perkembangan berbahasa
  7. Menarik minat siswa untuk membicarakannya lebih lanjut.

Terdapat beberapa jenis media belajar, diantaranya

1, Media visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik

2. Media Audial : Radio, tape recorder, Lab. Bahasa. Dan sejenisnya

3. Projected still media: slide, projektor dan sejenisnya

4. Projected motion media: film, tv, video (VCD,DVD,VTR) komputer dan

4

sejenisnya.[4]

Media gambar merupakan salah satu jenis media yang paling disukai peserta didik, terutama peserta didik usia anak-anak. Media gambar lebih memudahkan mereka dalam memahami materi pembelajaran. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek sebagai berikut: Al Qur’an Hadits, Aqidah, Akhlak Fiqih, Tarikh dan kebudayaan Islam. Materi Tayamum merupakan salah satu materi pembelajaran yang termasukdalam aspek fiqih yang kemudian harus disampaikan kepada siswa melalui pembelajaran yang menyenangkan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan dalam penggunaan media gambar dalam pembelajaran Tayamum sebagai berikut:

  1. Pengertian media pembelajaran
  2. Kelebihan dan kekurangan media
  3. Fungsi media pembelajaran
  4. Penggunaan media gambar
  5. Rancangan proses belajar mengajar fqih kelas VII MTsN

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran tentang penggunanaan media gambar dalam pembelajaran Tayamum di lembaga pendidikan MTSN Kls VII khususnya pendidikan di Indonesia.

BAB II

MEDIA PEMBELAJARAN

A. Pengertian Media Pembelajaran

Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Secara garis besar, media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media berasal dari bahasa latin merupakan jamak dari evied yang secara harfiyah berarti perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Winataputra (2005:23) menyatakan belajar merupakan proses mental dan evied an atau proses berfikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif. Terdapat tiga atribut pokok belajar, yaitu: proses, perilaku,dan pengalaman.

Syah (2008:89) menyatakan bahwa belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fondamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Syah (2008:92) juga mengungkapkan belajar sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Dengan demikian, hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh dari suatu proses belajar.

Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari komponen-komponen berikut: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, sumber belajar, evaluasi, dan

5

6

media belajar. (Sutikno,2008:37). Media belajar merupakan salah satu unsur yang harus tersedia dalam dalam proses belajar. Dengan dimanfaatkannya media belajar yang sesuai, maka diharapkan proses belajar dapat berlangsung dengan efektif dan menyenangkan. Media gambar merupakan salah satu bentuk media ajar yang termasuk jenis media visual, yang diketahui memberi pengaruh paling besar terhadap siswa di antara jenis media lainnya.

Media gambar memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Tayamum. Hal ini mengacu pada pernyataan Winataputra (2005:55) yang menyatakan bahwa penglihatan (visual) memiliki komposisi paling besar (75%) dalam hal rata-rata jumlah informasi yang dapat diperoleh seseorang. Informasi yang diperoleh melalui penglihatan juga lebih mudah ditangkap dan diingat oleh memori seseorang. Media gambar apabila didukung oleh metode pembelajaran yang sesuai, juga dapat membawa siswa pada lingkungan belajar yang aktif dan menyenangkan.

Dalam pembelajaran PAI/Fiqih pada materi Tayamum, sangat memungkinkan untuk menggunakan media gambar. Apalagi di dunia modern ini, dimana media gambar dapat dengan mudah dibuat atau ditemukan dengan bantuan komputer dan internet. Penerapannya pun sangat mudah, karena tidak memerlukan fasilitas dan sarana khusus, serta dapat diterapkan kepada hampir setiap kelompok peserta didik tanpa menilik usia atau latar belakang lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana guru memadukannya dengan materi dan metode yang sesuai.

7

Dari sini dapat kami simpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

B. Kelebihan dan Kelemahan Media Gambar

Adapun kelebihan media gambar menurut Sadiman yaitu antara lain: sifatnya kongkrit dan lebih realitas dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita, memperjelas masalah bidang apa saja, dan harganya murah dan mudah didapat dan digunakan. Sedangkan kelemahan media gambar yaitu hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok siswa, gambar diinterprestasikan secara personal dan subyektif, gambar disajikan dalam ukuran kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran.(Sadiman, 1996:35)

C. Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi media antara lain:

  1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman ana, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut.

8

  1. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas. Misalnya objeknya terlalu besar, objek mengandung unsur bahaya yang tinggi dll.
  2. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya
  3. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
  4. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkrit dan realistis
  5. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
  6. Media memberikan pengalaman yang integral dari yang kongkrit sampai dengan yang abstrak (Sadiman, 1996)

D. Penggunaan Media Gambar

Menurut Oemar Hamalik (1986:43) bahwa “gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran”[5]. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 329) “gambar adalah tiruan barang, binatang, tumbuhan dan sebagainya.”[6]

9

Menurut Arief Sadiman, Dkk (2003: 28-29): Media grafis visual sebagimana halnya media yang lain. Media grafis untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampian pesan dapat berhasil dan efisien.[7]

Selain fungsi umum tersebut, secara khusus gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin cepat akan dilupakan atau diabaikan tidak digambarkan. Gambar termasuk media yang relatif mudah ditinjau dari segi biayanya.

Media gambar untuk membantu guru dan siswa dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, Secara umum fungsi media gambar menurut Basuki dan Farida (2001: 42) yaitu:

1)      Mengembangkan kemampuan visual

2)      Mengembangkan imanijasi anak

3)      Membantu meningkatkan kemampuan anak terhadap hal-hal yang

abstrak atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan di dalam kelas

4)      Mengeningkan kreativitas siswa[8]

Gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik, dan jelas”. (Azhar Arsyad,2002: 23). Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa jika penggunaan media gambar tersebut sesuai dengan materi yang disampaikan dan disertai dengan penjalasan – penjelasan yang sesuai dan tepat yang dapat menunjukkan keadaan yang digambarkan serta gambar dan penjelasan – penjelasan tersebut dapat disajikan secara terorganisir, jelas dan spesifik, sehingga dapat  digunakan sebagai alat komunikasi dalam elemen – elemen pengetahuan dalam sebuah pembelajaran, maka kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan. Seperti yang di kemukakan oleh Judy Lever-Duffy, Jean B. Mc Donald and Al P. Mizell (2003: 286) yang menyatakan bahwa :

Every visual consists of number of elements presented in adeliberate arrangement. There are three primery categories of design elements: visual, text, and affective elements. Visual elements may include graphics, symbol, real object, or organizational visuals. Text elements include all aspects of textual presentation, ranging from the word choosen to the font style, colors, and size used. Affective elements are those components of visual that can elicit a response from the viewer, such as pleasure, surprise, or humor. Selecting and arranging these elements appropriately result in effective display. Folling the guidelines discussed here will assist you in creating clear and effective visual.[9]

Secara khusus gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin cepat akan dilupakan atau diabaikan jika tidak digambarkan. Maksud dari uraian diatas adalah bahwa dengan penggunaan, media gambar dapat menarik perhatian, jika perhatian siswa sudah tertarik, maka

11

siswa semangat untuk belajar serta membantu memantapkan pengetahuan pada benak para siswa dan dapat menghidupkan pelajaran,

sehingga dengan semangat belajar yang meningkat dan disertai penggunaan media gambar yang tepat dan sesuai dengan materi dapat dijadikan sebagai alat pengingat, maka hasil belajar siswa akan meningkat.

Menurut evied an Lenz dalam bukunya Azhar Arsyad ( 2002: 16) menyatakan bahwa “Media pembelajaran, khususnya media visual (gambar) mempunyai 4 fungsi  yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungsi kognitif, (c) afektif serta (d) fungsi  kompentsatoris”. Media visual (gambar) dalam proses belajar mengajar dapat mengembangkan kemampuan visual, mengembangkan imajinasi anak, membantu meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan dikelas”. (Angkowo dan A Kosasih, 2007: 28). Secara singkat dapat dikatakan bahwa media gambar dapat  meningkatkan hasil belajar siswa.

Seperti yang di kemukakan oleh Parker dalam bukunya  Judy Lever-Duffy, Jean B. Mc Donald and Al P. Mizell (2003: 288) menyatakan bahwa:

All of the individual pieces must be correctly fitted together to create the visual picture. This big picture is massage to communicated, and each piece representations a design element. When creating visual display for the learning environment, you need to first envision the picture or massage you wish to communicate and then, elemnent by element, build the massage to communicate your vision to your learners. Because visual learning is nessesery for many

12

learner, being skillful in creating and using effective visuals is a critical skill for educators.[10]

Dengan pengembangan kemampuan visual, imajinasi serta penguasaan terhadap hal yang abstrak, maka siswa secara tidak langsung dapat memperoleh pembelajaran yang lebih bermakna karena siswa memperoleh pengetahuan yang telah disampaikan oleh guru.

E. Rancangan Proses Belajar Mengajar Fiqih Kelas VII MTsN

Sebelum memberikan pelajaran Fiqih Guru mengucap salam dan berdo’a, kemudian memberikan motivasi kepada siswa akan pentingnya hukum Islam untuk dimengerti dan dipahami karena itu berkaitan dengan kehidupan sehari – hari, sehingga siswa tertarik untuk mempelajarinya.

Selanjutnya pada pembahasan kali ini adalah tentang Tayamum

Kompetensi Dasar :

Siswa mampu memahami tata cara tayamum.

Indikator :

  1. Menyebutkan syarat tayamum.
  2. Menyebutkan rukun Tayamum.
  3. Menjelaskan Sebab – sebab Tayamum
  4. Menyebutkan hal – hal yang membatalkan tayamum

Pelaksanaanya

Siswa ditanya Apa itu Tayamum?, Lalu guru memberikan keterangan setelah siswa–siswi  menjawab serta menuliskannya dipapan tulis mengenai definisi tayamum.

13

Indikator : 1. Menyebutkan Syarat Tayamum

Guru menerangkan tentang syarat – syarat tayamum dan menuliskannya di papan tulis ( sebagai media ), siswa diminta membaca bersama – sama.

Indikator : 2 Menyebutkan rukun Tayamum

Guru membawa gambar orang yang sedang bertayamum

( sebagai media ) kemudian memberi keterangan mengenai gambar tersebut yaitu :

Gambar 1 : Orang sedang berniat melakukan tayamum

Gambar 2 : Mengusap kedua telapak tangan yang berdebu pada muka

Gambar 3 : Mengusapkan kedua telapak tangan yang berdebu pada kedua

tangannya sampai ke siku.

Kemudian guru menjelaskan juga tentang sunnah–sunnah dalam bertayamum lalu mempraktekkannya di depan para siswa tentang tata cara bertayamum

Setelah itu guru meminta dua orang siswa dan siswi untuk maju ke depan dan mempraktekkan didepan siswa siswi lainnya tentang tata cara bertayamum, dengan melihat gambar, kemudian diulang lagi tanpa menggunakan gambar, selanjutnya seluruh siswa diminta untuk mempraktekkannya bersama sama tentang rukun bertayamum.

Indikator 3 : Menjelaskan sebab – sebab tayamum

Guru bertanya kepada siswa apa sebab orang boleh tayamum!,  setelah siswa menjawab, guru menjelaskan tentang sebab – sebab boleh bertayamum.

Indikator 4 : Menyebutkan hal – hal yang membatalkan Tayamum.

14

Guru menyebutkan kepada siswa tentang hal yang membatalkan tayamum, dan sebagai tugas!, pertemuan berikutnya setiap siswa diminta mempraktekkan cara bertayamum.

BAB III

KESIMPULAN

Dari makalah yang kami buat ini dapat di kongklusikan bahwa media merupakan ahan ajar yang efektif dalam proses pembelajaran, hal ini terbukti dengan adanya media dalam proses belajar mengajar mampu menjadikan siswa lebih aktif dan paham dalam menangkap pelajaran yang diajarkan oleh guru.

Pelajaran Fiqih merupakan mata pelajaran yang diajarkan di Madrasah, baik Ibtidaiyah, Tsanawiyah Maupun Aliyah, dan pelajaran tersebut merupakan pelajaran mengenai hukum (syari’at) Islam, oleh sebab itu dibutuhkan media dan sarana lain untuk memudahkan dalam proses pembelajaran.

Dalam kegiatan belajar mengajar diatas media yang digunakan adalah media praktek langsung, karena media tersebut mudah diperagakan dan tidak perlu mengeluarkan biaya, sehingga lebih efektif dan efisien, walaupun sebenarnya media proyeksi jauh lebih bagus namun karena keterbatasan sarana dan prasarana, maka media tersebut sangat membantu bagi siswa dalam kegiatan belajar.

15

DAFTAR PUSTAKA

Basuki dan Farida,2001, Media Pembelajaran, Bandung, Rosda,

Hamalik, 1994, Media Pendidikan, Bandung, Citra Aditya Bakti

Judy Lever-Duffy, Jean B. Mc Donald and Al P. Mizell, 2003

Rahadi,Ansto. 2003, Media Pembelajaran, Jakarta, Dikjen Dikti Depdikbud.

Sadiman, Arif, 1996 Media Pendidikan, Jakarta Raja.

Suryosubroto,2002, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta, Rineka Cipta.

Sutikno, M S 2008 Belajar dan Pembelajaran, bandung: prospect

Syah Muhibbin, 2008, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung PT Remaja Rosda Karya.

Tafsir, Ahmad, 2008. Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung PT Remaja Rosda Karya.

Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta

Winata Putra, Udin S. 2005, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, UT

16

LAMPIRAN

Materi Pembelajaran Tentang Tayamumi

Kadang kala seseorang terhalang menggunakan air untuk bersuci, maka baginya ada keringanan yaitu bertayamum. Ini termasuk bukti sempurna dan mudahnya agama Islam. Seseorang diperbolehkan bertayamum jika tidak mendapatkan air atau terhalang menggunakan air karena suatu sebab. Allah berfirman,

4 bÎ)ur NçGYä. #ÓyÌó£D ÷rr& 4’n?tã @xÿy™ ÷rr& uä!%y` Ӊtnr& Nä3YÏiB z`ÏiB ÅÝͬ!$tóø9$# ÷rr& ãMçGó¡yJ»s9 uä!$|¡ÏiY9$# öNn=sù (#r߉ÅgrB [ä!$tB (#qßJ£Ju‹tFsù #Y‰‹Ïè|¹ $Y6ÍhŠsÛ (#qßs|¡øB$$sù öNà6Ïdqã_âqÎ/ Nä3ƒÏ‰÷ƒr&ur çm÷YÏiB

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih). sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.. (al Ma’idah: 6)

Keadaan diperbolehkannya bertayamum :

Pertama, jika tidak ada air untuk bersuci, sebagaimana firman Allah diatas “lalu kamu tidak memperoleh air..”.

Kedua, ada air tetapi air tersebut diperlukan, misal untuk minum dan lainnya. Jika air tersebut digunakan untuk bersuci maka akan membahayakan kebutuhan, misalnya kehausan dan lainnya.

Ketiga, jika takut menggunakan air akan membahayakan dirinya, misal karena sakit. Sebagaima firman Allah diatas “Dan jika kamu sakit..”

Keempat, tidak mampu menggunakan air karena tidak bisa bergerak dan tidak ada yang mewudhukan, sedang ia takut akan keluar dari waktu shalat.

Kelima, jika sangat dingin dan ditakutkan menggunakan air akan membahayakan jiwa. Allah berfirman, Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri (an Nisa: 29).

Yang digunakan untuk tayamum

Salah bentuk keindahan agama ini adalah dijadikannya tanah sebagai sesuai yang mensucikan. Jika tidak ada air maka boleh memakai tanah untuk bersuci. Rasulullah bersabda, Dan dijadikan bumi bagi kami suci (dan mensucikan)

Diperbolehkan bertayamum dengan apa-apa yang ada dipermukaan bumi baik berupa tanah, debu, kerikil dan lainnya. Dan ini yang shahih diantara pendapat para ulama’, sebagaimana dulu Nabi dan para sahabat jika mau shalat maka mereka bertayamum dengan permukaan bumi ditempat mereka ingin shalat, baik itu diatas tanah maupun yang lainnya.

Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya. Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum.

Syarat Sah Tayamum :

- Telah masuk waktu salat

- Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran

- Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum

- Sudah berupaya / berusaha mencari air namun tidak ketemu

- Tidak haid maupun nifas bagi wanita / perempuan

- Menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh

Rukun Tayamum :

- Niat Tayamum.

- Menyapu muka dengan debu atau tanah.

- Menyapu kedua tangan dengan debu atau tanah hingga ke siku.

Sebab  Melakukan Tayamum :

- Telah berusaha mencari air tapi tidak diketemukan

- Pada sumber air yang ada memiliki bahaya

- Air yang ada suhu atau kondisinya mengundang kemudharatan

- Air yang ada hanya untuk minum

- Sakit dan tidak boleh terkena air

- Dalam perjalanan jauh

- Air berada di tempat yang jauh yang dapat membuat telat shalat

- Jumlah air tidak mencukupi karena jumlahnya sedikit

Sunah / Sunat Ketika Melaksanakan Tayamum :

- Membaca basmalah

- Menghadap ke arah kiblat

- Membaca doa ketika selesai tayamum

- Medulukan kanan dari pada kiri

- Meniup debu yang ada di telapak tangan

- Menggodok sela jari setelah menyapu tangan hingga siku

Perkara yang membatalkan tayamum

1. Segala apa perbuatan atau perlakuan yang membatalkan wuduk maka

akan batal juga tayamum.

2. Terdapat air setelah hendak melakukan sembahyang.

http://nurusshidiq.com/modules/news/images/tayamum.pngTata Cara / Praktek Tayamum :

- Membaca basmalah

- Renggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu,

tekan-tekan hingga debu melekat.

- Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan

untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup

ke arah berlainan dari sumber debu tadi.

- Niat tayamum : Nawaytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi

ta'aala (Saya niat tayammum untuk diperbolehkan melakukan shalat

karena Allah Ta'ala).

- Mengusap telapak tangan ke muka secara merata

- Bersihkan debu yang tersisa di telapak tangan

- Ambil debu lagi dengan merenggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu,

tekan-tekan hingga debu melekat.

- Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu

yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.

- Mengusap debu ke tangan kanan lalu ke tangan kiri

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : MTsN

Mata Pelajaran : Fiqih

Kelas / Semester : VII / Ganjil

Pokok Bahasan : Bersuci

Sub pokok Bahasan : Tayamum

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. 1. Standart Kompetensi

Siswa mampu memahami tata cara tayamum.

2. Kompetensi dasar

Mempraktekkan tata cara tayamum

3. Indikator

-Menyebutkan syarat tayamum.

-Menyebutkan rukun Tayamum.

-Menjelaskan Sebab – sebab Tayamum

-Menyebutkan hal – hal yang membatalkan tayamum

B. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat mempraktikkan tayamum

C. Metoda Pembelajaran : Demontrasi, tanya jawab, pemberian tugas

D. Model Pembelajaran : Langsung dan Kooperatif Learning

E . Langkah-langkah Pembelajaran

A. Kegiatan Awal

-Pengkondisian kelas, salam, do’a dan absen

-Siswa menyiapkan Al Qur’an

-Siswa bersama-sama membaca Ayat Al Qur’an tentang tayamum 5-10 menit

-Apersepsi, motivasi

B. Kegiatan Inti

Guru menjelaskan masalah definisi tayamum dan yang berkaitan

dengan tayamum.

Guru menyuruh siswa memperhatikan gambar yang ditempel di papan.

Gambar 1 : Orang sedang berniat melakukan tayamum

Gambar 2 : Mengusap kedua telapak tangan yang berdebu

pada muka

Gambar 3 : Mengusapkan kedua telapak tangan yang

berdebu pada kedua tangannya sampai ke siku.

C. Kegiatan Akhir

Siswa mempraktikkan tatacara tayamum

Guru memberi tugas kepada siswa untuk praktika tayamum

Guru mengakhiri pelajaran dengan bacaan hamdallah

B. Alat/Bahan/Sumber : Buku Fiqih kelas VII MTs

LKS

Al Qur’an

Gambar tayamum

C. Penilaian

    1. Teknik penilaian : Tes dan non tes
    2. Bentuk penilaian : Demosrasi
    3. Instrumen : Praktek tayamum secara individual

http://nurusshidiq.com/modules/news/images/tayamum.png


[1] Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung: PT Remaja Rosda karya,,

2008 hal. 5

[2] Winataputra, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, UT, 2005, hal. 23

[3] Sutikno, Belajar dan Pembelajaran, Bandung, Prospect, 2008, hal. 31

[4] Ibid hal 23

[5] Oemar Hamalik, 1994, Media Pendidikan, Bandung, Citra Aditya Bakti. Hal. 43

[6] Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008, Kamus Bahasa Indonesia,

Jakarta,329.

[7] Sadiman, Arif, 1996 Media Pendidikan, Jakarta Raja. 28-29

[8] Basuki dan Farida,2001, Media Pembelajaran, Bandung, Rosda, 42

[9] Judy Lever-Duffy, Jean B. Mc Donald and Al P. Mizell, 2003

[10] Ibid 228

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

“Telitinya” Petugas PT KAI dalam …

Iskandar Indra | | 24 July 2014 | 16:25

Catatan dari Batam …

Farchan Noor Rachma... | | 24 July 2014 | 17:46

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Rumah “Unik” Majapahit …

Teguh Hariawan | | 24 July 2014 | 15:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: