Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ukiran Asmat yang Mendunia

REP | 16 May 2011 | 15:03 Dibaca: 60   Komentar: 0   0

Kekayaan budaya Indonesia bagian timur tidak hanya sebatas tarian, adat istiadat, upacara keagamaan tetapi juga ukiran kayu. Seperti ukiran Asmat yang berasal dari Papua, yang nota bene daerah yang terbelakang. Dari sana ternyata lahir ukiran yang bernilai tinggi dan diminati oleh mancanegara. Mengapa demikian? karena patung dan seni ukiran yang diciptakan oleh tangan-tangan orang Asmat mempunyai ikatan sosial dan budaya yang kuat. Dengan kata lain, masing-masing etnis memliki keunikan masing-masing yang pastinya tidak sama. Bagi kelompok tersebut, patung tersebut tidak hanya sebuah patung sebagai hasil karya tetapi lebih dalam lagi adalah cara mereka mengekspresikan penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang mereka. Selain itu, pola ukiran yang diciptakan hanya memilki satu pola saja tidak ada yang sama. Inilah yang membuat ukiran Asmat sangat dicari-cari oleh mancanegara.

Tags: telkomsel

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: