Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

kseragaman dalam keberagaman

REP | 20 May 2011 | 17:32 Dibaca: 138   Komentar: 3   0

KESERAGAMAN dalam KEBERAGAMAN

sultan

Manusia diciptakan dengan penuh keberagaman. Keberagaman manusia bukan hanya dilihat dari bentuk tubuh, jenis kelamin dan warna kulit saja,tetapi keberagaman dapat muncul melalaui kelompok, etnis, suku bahkan sampai agama. Dari beberap perbedaan ini, saya menfokuskan tulisan ini pada perbedaan yang terahir (agama). Perbedaan agama membuktikan bahwa masing-masing orang bahkan kelompok memiliki persepsi yang berbeda dalam keyakinan (iman) akan keesaan tuhan.

Perbedaan agama atau keyakinan tidak selamamnya akan melahirkan kedamaian dan pertentangan,seperti “istilah perbedaan adalah rahmah” bahkan dengan keberagaman agama memunculkan perbedaan yang melahirkan konflik, dan tidak jarang konflik menyebabkan perpecahan dan memakan korban, baik korban jiwa maupun korban harta-benda. Agama merupakan hal yang prinsipil bagi semua manusia, atas nama agama (Tuhan) orang brani mati, atas nama agama orang rela meninggalkan apa yang dimiliki, sehinga apabila terjadi persinggungan atas nama agama perpecahan pun tidak dapat dihindari.

Tetapi apakah selamanya perbedaan agama dan keyakinan akan melahirkan persetruan? Tentu pertanyaan ini perlu dijelaskan dengan jernih. Apabila kita kembali melihat isi dari ajaran masing-masing agama tidak ada satu pun yang mengajarkan untuk melakukan kekerasa, penolakan dan penyerangan kepada golongan atau kelompok agama yang berbeda. Bahkan sebaliknya, masing-masing agama mengajarkan kedamaian, kerukunan, saling menghormati dan membangun harmonisasi antar pemeluk agama yang berbeda. Tetapi bagaiman cara untuk mensinergsikan antara keberagaman menjadi fondasi kebersamaan sehingga akan memunculkan pola hidup keseragaman dalam keberagaman?

Kedamaian merupakan impian setiap manusia, karena tidak ada satupun insan di muka bumi ini yang menghendaki ketidak nyamanan dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari, bahkan kedamaian bukan hanya dibutuhkan di dunia melainkan sampai pada alam akhirat. Hal tersebut terbukti dengan munculnya permohonan dan permintaan masing-masing manusia untuk dapat hidup damai dan tentram baik di dunia maupaun akhirat.

Kedamaian akan muncul dari diri pribadi setiap manusia, melalui sikap saling menghargai dan membangun rasa kebersamaan di setiap lini kehidupan sosial dalam kemajmukan bermasyarakat. Cita-cita dalam mewujudkan kebersamaan dalam keberagaman dapat terwujudkan. Menjaga kebersamaan dan mengindahkan keberagaman menjadi solusi alternatif dan sekaligus tindakan preventif terhadap munculnya kekerasan-kekerasan yang dilatarblakangi dengan alasan perbedaan. Sudah saatnya kita memandang bahwa kebersamaan dapat tumbuh dalam bingkai kebergaman yang kita miliki.

Konsep kebersamaan dalam keberagaman dapat kita kembangkan dalam ranah kehidupan sosial di Negara Indonesia. Karena Indonesia dikenal dengan keberagaman, kemajmukan dan multi etnik. Keberagaman dan kemajmukan ini tampak dari adanya perbedaan agama, suku, bahasa, dan etnik. Sehingga untuk menjaga ketentraman dan kedamaian diperlukan untuk menghadirkan konsep kebersamaa. Perbedaan bukan lagi menjadi kendala dalam menjalankan kehidupan sosial tetapi menjadi bagian kekayaan yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Sehingga kekerasan tidak lagi muncul dengan alasan perbedaan.

Keberagaman cendrung dimanfaatkan oleh kalangan elit dalam menghidupkan dan menjalankan roda intrik politiknya demi kekuasaan, hal ini menjadi masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan, oleh sebab itu, saya merasa ada kecendrungan para penguasa politik menggunakan politik identitas sebagai salah satu strategi politiknya. Misalkan dalam pemilihan legislatif atau pemilihan kepala daerah, masing-masing calon menggunakan identitas tertentu, seperti memunculkan klaim putra daerah, atas nama satu golongan bahkan tidak jarang mengedepankan teologi masing-masing di antara mereka. Hal inilah sebenranya yang menjadi pemicu muncul pertikaian dalam kehidupan sosial kita, sehinga konsep kesamaan dalam keberagaman belum dapat terwujud.

Kesamaan dalam keberagaman dapat terwujud apabila masyarakat memahami akan pentingnya saling menghargai akan perbedaan yang ada di masing-masing individu maupun kelompok. Kita harus yakin bahwa perbedaan merupakan sunatullah yang harus dilestarikan tetapi tidak wajib untuk di pertentangkan.

Semoga bermanfaat.

sultan. pemulung kata di lingkungan STAIN Pontianak

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produksi Murah Jualnya Mahalan …

Gaganawati | | 23 October 2014 | 16:43

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | | 23 October 2014 | 17:48

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 6 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 12 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 12 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 14 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 8 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 8 jam lalu

Menimba Ilmu bersama Komunitas Media di JMR …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kapan Tahun Baru 1436 H? …

Kasmui | 8 jam lalu

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: