Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ajeng Kania

Guru di SD yang sedang asyik menemani bayi mungilnya

Nilai “Human Interest” Sebuah Postingan

OPINI | 25 May 2011 | 21:23 Dibaca: 939   Komentar: 8   4

Kegiatan menulis yang isinya sesuatu lumrah terjadi  dan datar-datar saja hanya akan menjadi postingan biasa saja.   Tetapi isi tulisan bila aktual, tajam dan mencakup serta  orisinil yang idenya langka biasanya akan menyedot rasa kepenasaran khalayak untuk terus  mengikutinya.

Begitu pun tulisan  memiliki muatan human interest,  meskipun awalnya tulisan ini awalnya  biasa-biasa saja akan  mampu mengobati kerinduan dan menghibur khalayak untuk terus  mengikuti kelanjutan ceritanya.   Definisi human interest ini berbeda-beda, namun pada umumnya terkandung “unsur yang menarik empati, simpati atau menggugah perasaan” khalayak .

Khalayak akan menantikan postingan atau tulisan berisi hal-hal ketidaklaziman (unusualness), kejadian tidak biasa atau sesuatu yang aneh  akan memiliki daya tarik kuat untuk dibaca.  Kisah tukang rongsok mendapatkan sebatang emas terkubur di tumpukan sampah mendadak kaya raya tentu membuat rasa kepenasaran untuk terus menantikan kisah seterusnya, atau Briptu Norman Kamaru yang awalnya polisi biasa saja tiba-tiba masuk dapur rekaman dan dikontrak sejumlah produser acara di Jakarta memberi gairah untuk terus mengikuti perkembangan anggota Brimob ini.

Begitu juga postingan atau tulisan yang memiliki unsur ketegangan (suspense), seperti publik dibuat kepenasaran habis menantikan tanggal 26 Mei 2011 di mana Kompasiana dan Telkomsel akan menggelar ngeblog seharian, seperti apa bentuknya,  tayangan atau sistemnya memungkinkan, membuat para kompasianer rela mengurangi jam tidurnya.    Masyarakat Indonesia dibuat tegang menunggu keputusan rapat FIFA akhir Mei ini perihal ada tidaknya sanksi buat Indonesia akibat kisruhnya Kongres PSSI lalu, sehingga setiap berita tentang Keputusan FIFA berkaitan Kongres PSSI lalu senantiasa ditunggu pembaca.

Tulisan mengandung human interest lainnya menyedot perhatian publik yakni simpati (sympathy).  Seorang ibu meratapi jasad anaknya yang meninggl karena penyakit kronis dideritanya bertahun-tahun tanpa bisa mengobatinya ke Puskesmas sekalipun,  akibat derita kemiskinan yang membelit  akan menarik simpati dan empati khalayak yang membacanya.  Begitu pun korban ketidakadilan menimpa seorang guru jujur, berdedikasi dan berprestasi serta memiliki motivasi kuat dalam memajukan pendidikan, tiba-tiba dimutasi ke lokasi terpencil dengan itikad menghukum dirinya yang tidak mau bersekongkol meluluskan semua siswanya.

Begitu pun yang postingan mengandung unsur konflik (conflift), seperti perkembangan aktual sindir-sampir Bang  Ruhut vs Pak Mahfud MD  atau Kelompok 78 vs KN menyita khalayak untuk terus mengikuti perkembangan berita berikutnya, sehingga postingan yang seperti ini sering bertengger di HL Kompasiana.

Postingan bermuatan “human interest”,  ada atau tidak muatan beritanya, tetapi memberikan  hiburan, manfaat dan pencerahan  bagi khalayak merupakan salah satu postingan yang dirindukan khalayak pembaca. ****

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 12 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 16 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 18 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 20 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Rebranding Sepak Bola di India …

Handy Fernandy | 12 jam lalu

Kesetrum, Antara Reflek dan Tuhan …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Judika Bangga Membagikan Budaya di Rising …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

i-Road, “Bajaj” Masa Depan ! …

Angga Saputra | 13 jam lalu

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: