Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asrim

Lahir di Makassar, Ijazah Dokter dari UNHAS Makassar, dapat Master di Amsterdam, Ahli Epidemiology di selengkapnya

Surat Keterangan Bersih Diri

OPINI | 05 June 2011 | 05:46 Dibaca: 889   Komentar: 7   0

Zaman Orde baru ada ketentuan yang harus diikuti oleh mereka yang akan mendaftar jadi calon Pegawai Negri yaitu selain melampirkan ijazah, surat keterangan bersìh diri juga harus dilampirkan, SKBD ini sebagai keterangan resmi bahwa seseorang tidak terlibat G30S PKI. Untuk memperoleh surat ini warga harus membawa keterangan mulai dari Rt/RW/Lurah& camat selanjutnya ke Polwil. surat ini menunjukkan bahwa seseorang tak punya hubungan darah dengan individu yang jadi anggota partai terlarang.↲Tak dapat dipungkiri bahwa dalam perjalanannya ada juga orang-orang yang dapat mengelabui petugas atau dapat memperoleh SKBD dengan memberi informasi palsu, selanjutnya lolos masuk jadi PNS atau Tentara maupun Polisi bahkan jadi pejabat namun demikian bila kelak ketahuan pada skrining-skrining berikut yang rutin dilakukan pada seleksi untuk suatu jabatan atau ada pihak yang melaporkan maka akan sulit memperoleh peluang untuk mendapat promosi.↲sungguh banyak ceritera sedih dibalik pemberlakuan SKBD ini, demikian pula protes dari para pemerhati Hak Asasi Manusia dalam dan luar negri, saya yakin sekarang sudah tidak berlaku lagi. Bagaimana pendapat kompasioner jika pendekatan mirip SKBD ini diberlakukan lagi tapi dimodifikasi dikit jadi SKBDK atau Surat Keterangan Bersih dari Korupsi, yaitu mereka yang pernah terlibat korupsi atau keluarga Koruptor tidak diberi kesempatan untuk jadi CPNS, TENTARA. Polisi atau jadi Pejabat ?

Tags: polri cpns surat

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: