Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhammad Asy'syaukani

syaukanialasmat.blogspot.com @syaukaniasmat

Teroris dalam Pandangan Islam

OPINI | 05 June 2011 | 03:12 Dibaca: 2542   Komentar: 0   1

Akhir akhir ini sering kali telinga kita mendengar kata ” teroris” yang mana dipikiran kita masing masing   menyimpan   saratus, seribu,  bahkan   berjuta  juta   makna   teroris, adakalanya   jahat, buruk, pembawa bencana, mirisnya lagi ada yang mengatakan kalau teroris itu orang islam dan lebih lebih ada pula yang mengatakan kalau teroris itu dari kalangan kaum sarungan atau bisa dikatakan santri. Ya, itu lah yang membuat telinga umat islam dan sebagian besar santri merasa panas.

Di era modern ini banyak sekali para fanatisme agama yang menganggap agama mereka paling benar, selalu mengedepankan agamanya tuk menepis semua problematika kehidupan yang seringkali di terpanya. Parahnya, mereka saling tuduh menuduh teroris satu sama lainnya, agama satu dengan agama yang lainnya. Kalau kita pikir, apakah pantas sebagai umat islam kita saling tuduh menuduh seperti itu?

Di dalam konsep kerajaan surgawi banyak para pelajar yang memiliki faham yang berbea beda, ini  merupakan  suatu   fenomenal di   kalangan   para pelajar   surgawi saja. Hanya   mereka   yang   tahu bagaimana konsep dan literature pendidikan serta ilmu yang mereka terima dari kerajaan surgawi pilhan mereka, zaman sekarang  banyak sekali  faham faham berbahaya yang masuk secara ilegal di kerajaan suci mereka, para wakil tuhan  . Jadi tak dapat dipungkiri bagaimana para pelajar tersebut mengamali segala ilmu dan amaliyah kesehariannya di masyarakat yang mereka dapat dengan faham yang berbeda beda. Adakala baik adakala buruk yang keduanya sangat berpengaruh bagi kehidupan dan kelanjutan kisah ras manusia di atas panggung sandiwara ini.
Ya, realitanya saat ini banyak sekali pengeboman yang terjadi di tanah air tercinta kita ini, jangan jauh jauh mengambil  contoh  tentang terorisme yang ada di WTC Amerika Serikat sana, cukup kita lihat di negeri  kita sendiri, Cirebon.   Baru  baru   ini banyak sekali   bom yang ber motif bom  kotak, buku dan sebagainya.  Seperti   yang   terjadi di universitas  universitas  ternama  dan  di tempat khalayak umum lainnya.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, terorisme dapat diartikan secara  gamblang dan luas. Menurut   kamus besar   Indonesia terorisme   adalah penggunaan   kekerasan  untuk   menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan  ( terutama tujuan politik ). Nah, dari penafsiran diatas dapat   di  paparkan  bahwa terorisme  tak  hanya  terwujud  dalam   satu   kata  yaitu “ teroris “. Yang pekerjaannya sudah taka asing lagi di Insonesia ini, suka mengebom, pembawa bancana bagi semua manusia.  Namun  tidak hanya orang   jahat   saja yang  suka  mengebom  yang  dikatakan terorisme, melainkan para politisi, para pejabat negara yang tak pernah merasa puas dalam bersaimbara mencari cari laci dunia yang dapat dikatakan sebagai  terorisme.
Banyak para  pemain politik yang saling menjatuhkan harkat dan martabat lawan politiknya,  mengancam dengan tindak kekerasan atau pembunuhan dengan maksud tercapainya satu tujuan menguasai dan memberantas apa apa yang menghalangi alur roda politiknya. Itulah terorisme, itulah politik. Sama jahatnya  dengan  para teroris. Karena  poitik  banyak  masyarakat  miskin yang tercekik hutang, kelaparan, sengsara dan selalu dipandang hina di mata para konglomerat, darah biru dan orang orang kaya. Kembali ke pembahasan awal.

Cobalah kita lihat dari  kacamata sosial  tentang  terorisme.  Sungguh sangat buruk  bukan, dan ironsinya, negara kita ini saya rasa sangatlah lengah dalam menindak lanjuti dan menyelesaikan masalah dalam negri seperti teroris yang saat ini di perdebatkan  dari berbagai kalangan. Serasa negri  kita sudah sangat  rapuh, lelah  dan  lengah  tuk  bertindak.  Bisa  dikatakan  urusan  yang  satu  belum  selesai malah pindah ke urusan yang lainnya. Itulah negeri tercinta kita ini.

Bagaimana dalam pandangan islam, cobalah kita lihat dari beberapa ayat kitab suci umat islam dan hadis hadis rasulullah.
Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS. Al-Anbiyaa' : 107]

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada ummat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [QS. Saba' : 28]

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki sifat lemah-lembut serta hati beliau  terasa  amat  berat  atas penderitaan  yang  menimpa   pada manusia, maka beliau  berusaha keras   untuk   membebaskan   dan   mengangkat   penderitaan   yang dirasakan  oleh  manusia  tersebut.

Dalam kata lain perbanyaklah untuk melakukan perbuatan baik, dan berlindung kepada Allah, bergaul dengan para ulama ” Al ulama waratsatul anbiya “.
Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya. [HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874]

Dari   beberapa  ayat  Al Qur’an   dan   Hadis hadis   rasul   dapat   kita   lihat   bagaimana   islam memandang teroris dan terorisme. Islam agama yang indah, penuh kasih cinta dan sayang. Seperti yang diajarkan rasulullah tuk menyayangi satu dengan yang lainnya. Maka salah jika mengklaim islam sebagai  agama   teroris,  dan  salah   besar   jua  jika  menghancurkan   umat   beragama  non  muslim  dengan mengedepankan islam dan menancapkan kata kata ” Jihad fi sabilillah ” di hati para orang islam, seperti kasus bom Bali Amrozi, Imam Samudera dan temannya.

“ Dan orang orang yang berjihad dijalan kami. Sungguh kami benar benar akan menunjukkan mereka pada kami “ (QS: Al Ankabut : 69 )
“ Siapa siapa yang berjihad maka sesungguhnya ia erjihad untuk dirinya sendiri. “ ( QS: Al Ankabut : 6 ).
Makna jihad sangatlah luas jika dipandang sebelah mata. Jihad berarti berjuang dan bersungguh sungguh dengan tujuan mendapat maklamat disisi Allah diatas muka bumi ini, dengan pengorbanan jiwa dan raga bahakan matipun menjadi taruhan tuk berjihad. Kalau kita lihat dan dibaca sejenak mudah sekali kita menafsiri apa itu jihad, secara tanggap jihad seperti para teroris yang mengklaim dirinya sendiri sebagai sosok yang sangat berharga bagi umat islam lainnya, yang mana niat mereka ialah berjihad fi sabilillah, seperti yang kasus Amrozi dan kawan kawan.
Kalau kita maknai jihad hanya seperti itu sangatlah salah, dan fatal akibatnya bagi pertumbuhan dan pemikiran para anak bangsa yang notabenenya mayoritas beragama slam. Kita harus mempunya ilmu fiqih dan kaidah kaidah ushul fiqih yang mumpuni tuk memaknai arti Jihad tersebut.
Jihad bisa diterapkan di kehidupan masyarakat antara lain : Berbuat baik antar sesama, saling menasihati, berperasangka baik, mengikuti   aturan Allah dan Rasulullah serta menjalankan printah perintah-Nya   dan   menjauhi segala  larangan-Nya. Itulah   tekad dan   akhlak mulia yang harus kita tanamkan disanubari kita khususnya semua umat islam di belahan dunia manapun  agar  terhindar dari perbuatan  maksiat  dan  kezhaliman  yang saat ini tengah merajalela di kalangan umat beragama. Allah yahfaz.

Maka kita sebagai umat beragama dengan kepercayaan masing masing tidak baik untuk saling menyalahkan    dan   menuduh   satu  dengan   yang   lainnya   atas   perasangkaan  teroris.  Dengan memperhatikan  petunjuk-petunjuk Allah  dan  praktek  Rasulullah dalam menggalang ummat, serta menghindari terorisme  dalam  mencapai tujuan.

Dengan demikian, jelas dan teranglah bahwa Terorisme dalam pandangan agama Islam tidak dibenarkan, dan jauh dari tuntunan Islam. Semoga bermanfaat. Amin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 7 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 11 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 15 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: