Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ridwan Sami

a civil engineer, freelancer 2d 3d autocad dan 3dmax

Indonesian Skills Competition Tingkat Nasional Ditunda

OPINI | 28 June 2011 | 02:15 Dibaca: 221   Komentar: 2   2

Indonesian Skills Competition atau yang biasa dikenal dengan Lomba Keterampilan Siswa (LKS), adalah lomba yang sangat bergengsi di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Alhamdulillah saya bisa mewakili provinsi saya di salah satu bidang yang diperlombakan yaitu Cad Building. Tapi saya sangat merasa kecewa terhadap keputusan Kemendiknas yang mengurusi bidang SMK, karena LKS pada tahun ini ditunda pada bulan November 2011.

Tentu ini membuat banyak pro dan kontra di kalangan siswa dan pembimbing dari daaerah, jika LKS ditunda bulan November maka lomba ini banyak diikuti oleh siswa/siswi yang sudah lulus baik itu bekerja maupun yang kuliah, tapi untung persyaratan untuk ikut LKS adalah siswa/siswi SMK tahun 2010/2011, walaupun saya sudah lulus, tapi saya masih bisa untuk mengikuti lomba ini. Namun ada juga yang mengambil hikmah dari penundaan ini yaitu siswa bisa mempertajam strategi untuk menang pada LKS, dengan kata lain masih ada waktu untuk latihan sebelum perlombaan sebenarnya dimulai.

Lomba Keterampilan Siswa pada tahun ini bisa dikatakan amburadul, padahal lomba ini sangat bergengsi dan banyak dtunggu oleh dunia usaha maupun dunia industry. Sebenarnya saya belum mendapatkan alasan yang jelas mengapa LKS pada tahun ini ditunda, ada banyak opini seperti penundaan LKS tahun ini dikarenakan adanya dugaan korupsi dana LKS 2010, mungkin Kemendiknas lebih hati-hati supaya tidak terjadi korupsi lagi pada dana LKS pada tahun ini.

Dampak penundaan ini sangat terasa kepada pembinaan bibit-bibit ungul yang akan mengikuti lomba pada tahun mendatang disetiap daerah, dan juga jika yang mengikuti LKS adalah siswa yang sudah lulus maka akan mengganggu jadwal kuliah atau jadwal kerja mereka.

Saya harap KEMENDIKNAS yang menangani bidang SMK dapat memberikan alas an yang jelas terhada Diknas-Diknas yang ada di daerah agar tidak ada spekulasi yang negative terhadap institusi pendidikan ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari Jejak Pencetus Indonesia …

Olive Bendon | | 05 March 2015 | 13:31

Watu Jaran, Sepotong Surga di Keheningan …

Hendra Wardhana | | 05 March 2015 | 15:18

Menyibak Akar Sengkarut APBD DKI …

Zetya1 Setiawan | | 05 March 2015 | 16:00

Mengenal “Swinger”: Ancaman dan …

Wahyu Tanoto | | 05 March 2015 | 15:31

[Tutorial] Google Hangout dan Cara …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 22:15


TRENDING ARTICLES

Pelayanan Luar Biasa Fx Sudirman …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 10 jam lalu

Humor Revolusi Mental #071: Repetitio Mater …

Felix | 11 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 11 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: