Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rus Rusman

Lahir di Kecamatan Jatirogo Kab. Tuban Jawa Timur. Lulus SD 1973 SMP 1976 SPG 1980 selengkapnya

Pentingnya Kesadaran Pendidik tentang Permasalahan Pendidikan

OPINI | 30 June 2011 | 16:17 Dibaca: 645   Komentar: 2   0

Dalam dunia pendidikan keberhasilan siswa dalam belajar sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yang diantaranya adalah :

1. tingkat kematangan berpikir dan tingkat perhatian siswa,

2. sosial ekonomi keluarga, lingkungan budaya dan geografis,

3. inteligensi (IQ), kerajinan belajar, kepribadian, bakat, minat dan sebagainya.

Pada sisi lain bentuk nyata dari keberhasilan guru dalam mengajar juga sangat ditentukan oleh beberapa faktor, ialah: kemampuan, latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, beban mengajar, kondisi sosial ekonomi, motivasi kerja dan komitmen terhadap tugas utamanya, disiplin, kreativitas pembelajarannya dan lainnya.

Dari sekian banyak faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar dan guru dalam mengajar adalah tingkat kecerdasan dan motivasi siswa dalam belajar. Kedua faktor ini sangat menentukan bagi keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi. khususnya yang menyangkut prestasi belajar dalam mata pelajaran eksakta.

Mata pelajaran yang membidangi eksakta (ilmu pasati) memang menuntut daya konsentrasi yang tinggi dalam diri para siswa. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak siswa yang merasa kurang percaya diri saat mempelajari mata pelajaran tersebut.

Dari hasil pengalaman yang telah dilakukan oleh guru selama kegiatan proses belajar mengajar berlangsung, kenyataannya menghadapi banyak tantangan dan hambatan yang menunjukkan adanya hal-hal yang dirasakan kurang serasi dan lancar dalam upaya mencapai keberhasilan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan diharapkan tersebut.

Dalam keberadaannya guru nampaknya dihadapkan dengan kenyataan adanya permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran siswa yang menyebabkan siswa kurang bisa berprestasi secara maksimal. Banyak penyebab yang menjadi kendala, yang diantaranya adalah penggunaan metode yang kurang tepat untuk membentuk siswa yang terampil.

Padahal kalau kita amati, selain dari peran guru juga banyak faktor yang mempengaruhi adanya keberhasilan belajar, yang diantaranya adalah kesadaran masyarakat dan orang tua siswa.

Dari pengalaman kegiatan belajar di sekolah, guru yang karena keberadaan dan fungsinya lebih dahulu mengetahui tentang aspek yang perlu dikembangkan melalui pembentukan keterampilan siswa yang menjadi anak didiknya dari pada orang lain sudah seharusnya berperan membantu dan berupaya dalam halam mengantisipasi atau untuk mengantisipasi adanya kegagalan belajar siswa akibat dari pada pengaruh faktor kepribadian siswa yang kurang mendukung tersebut.

Dampak negatif dari pada siswa yang keterampilan motoriknya kurang mendukung adalah bahwa siswa akan kurang bersemangat atau bergairah. Akibat lanjutnya adalah minat belajarnya sangat menurun drastis. Padahal apabila hal ini dibiarkan dan kurang mendapat perhatian dari guru akan berakibat negatif pada diri siswa.

Hal ini perlu diketahui oleh guru sebab setiap siswa yang kurang bergairah dalam kegiatan pembelajaran tersebut berasal dari faktor yang berbeda dan latar belakang yang berbeda. Dengan mengetahui penyebabnya dimungkinkan guru dapat mengambil langkah yang tepat dalam mengantisipasi penyembuhannya. Apabila hal ini dapat diantisipasi oleh guru sedini mungkin, siswa lambat laun akan kembali bersemangat dan bergairah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Dan sesuai dengan penggunaan metode dalam pembelajaran di Sekolah Dasar, metode yang dipandang paling tepat sebagai penguatan dalam pembentukan keterampilan motorik siswa adalah dengan penerapan teknik latihan tindakan. Oleh sebab itu dalam tulisan ini, penulis telah mengupas tentang penerapan teknik latihan tindakan

Para guru selaku pengelola kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran, harus berusaha dan memanfaatkan potensi semangat yang tinggi yang ada pada sebagian para siswanya. Anak-anak yang menonjol motivasinya untuk maju harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu pendidikan menuju terwujudnya peningkatan hasil prestasi belajar siswa. Terutama hasil belajar yang bersifat tindakan nyata (skill).

Dengan kesadaran itu maka contoh pelatihan yang selam ini banyak dijelaskan dalam buku oleh para ahli, merupakan kondisi pelatihan yang masih membutuhkan penyesuaian bagi para praktisi. Adanya kekurangan atau kelebihan dari contoh-contoh tersebut merupakan bahan pengkajian yang dalam tulisan ini perlu disadarkan oleh penulis.**

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rekor pun Ternoda, Filipina Bungkam …

Achmad Suwefi | | 25 November 2014 | 17:56

Pak Ahok Mungutin Lontong, Pak Ganjar …

Yayat | | 25 November 2014 | 21:26

Menunggu Nangkring Bareng PSSI, Untuk Turut …

Djarwopapua | | 25 November 2014 | 21:35

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | | 24 November 2014 | 10:02

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41



HIGHLIGHT

Bau Apek Hilang dengan Kispray 3 in 1 …

Fadlun Arifin | 8 jam lalu

Revolusi dari desa, Revolusi dari Gagasan …

Basyir Iskandarsyah | 8 jam lalu

Ayah dan Anak Cacat 15 Tahun Tak Tersentuh …

Lugas Wicaksono | 8 jam lalu

Tujuan Jokowi Menaikkan Premium, Inikah …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Nonton Sepakbola Rasa Kesal, Timnas …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: