Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mohamad Sholihan

Selain sebagai reporter, saya juga menggeluti dunia pengobatan alternatif tenaga dalam supra natural jarak jauh selengkapnya

Penyakit Sembuh dengan Sedekah

REP | 08 July 2011 | 08:05 Dibaca: 734   Komentar: 0   0

Sehat bukan segalanya. Tapi tanpa sehat segalanya bukan apa-apa. Ungkapan untaian kata tersebut menunjukkan kesehatan itu sangat penting bagi hidup dan kehidupan manusia. Apa artinya jabatan tinggi, banyak uang, memiliki rumah dan mobil mewah, serta kekayaan berlimpah kalau kita tidak bisa menikmati secara maksimal karena sakit.

Apalagi kalau hidupnya tidak kaya alias  pas-pasan saja akan semakin menderita kalau masih ditambah dengan memiliki penyakit yang tidak kunjung sembuh. Hal itu berarti mengalami dua penderitaan, hidup pas-pasan masih dibebani berbagai penyakit.

Saya belum lama ini pernah menderita penyakit yang sangat menyiksa. Bagaimana tidak, saya tidak bisa menikmati secara sempurna makanan yang dimasak oleh sang istri tercinta, karena setiap kali makan yang pedas sedikit, perut terasa tidak enak. Demikian pula jika menghadapi makanan yang berlemak seperti gorengan, yang mengandung santan, dan asam, langsung perut terasa tidak enak.

Yang susah bukan hanya saya, tetapi juga istri saya di rumah. Sebab dia tidak bisa lagi masak satu kali yang bisa dimakan bersama-sama dengan suami dan anak-anaknya. Dengan sangat terpaksa, istri saya harus membuat masakan dua macam. Yang satu pedas, asam, atau pakai santan. Yang kedua, bebas dari pedas, asam, dan santan.

Menyadari hal itu saya harus berobat. Tapi saya tidak mau makan obat. Saya sudah berusaha mengobati sendiri penyakit saya, tapi tetap tidak sembuh. Akhirnya saya berobat kepada Allah. Kebetulan musholla di dekat rumah saya akan mengadakan Peringatan Isra Mi’raj, saya menyumbang (sedekah) hanya sebesar Rp 100 ribu dengan niat agar Allah menyembuhkan penyakit saya.

Aneh tapi nyata, tidak percaya tapi terbukti penyakit saya sembuh dalam waktu relatif singkat hanya dua hari setelah saya bersedekah. Saya sangat senang sekaligus bersyur kini saya bebas makan apa saja tanpa pantangan. Yang tidak kalah senangnya istri saya yang berarti tidak repaot-repot lagi membuat masakan di rumah. Cukup membuat satu macam masakan, bisa dimakan oleh seluruh keluarga.

Sebetulnya bukan hal yang aneh kalau penyakit saya sembuh disebabkjan sedekah, karena Hadis Nabi memang menyebutkan, “Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”¬† Semakin berat penyakitnya, semakin besar pula sedekah yang harus dikeluarkan. Semakin besar sedekah yang dikeluarkan semakin besar pula peluangnya untuk sembuh. Jika Anda mengikuti jejak saya, tapi ternyata tidak sembuh, maka saran saya, perbesar lagi sedekahnya. Kalau besarnya sedekah cocok dengan beratnya penyakit Anda, Insya Allah penyakitnya akan sembuh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 14 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Matinya Filsafat, Matinya Kemanusiaan …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Jadilah Peniru …

Wiwik Agustinanings... | 8 jam lalu

Belajar Ungkapan (Idiom) Amerika - Part 7 …

Masykur | 8 jam lalu

Sempatkan Berwisata ke Sumatra Barat …

Nurul Falah Elyandr... | 8 jam lalu

Pesan Membaca di Film The Book of Eli …

Eko Prasetyo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: