Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jima’ yang Tidak Berdosa di Bulan Ramadhan?

OPINI | 15 July 2011 | 10:06 Dibaca: 482   Komentar: 10   1

Bulan ramadhan sebentar lagi, bulan yang punya kekhususan dan keutamaan dari bulan-bulan yang lainnya. Bulan dimana setiap muslim diwajibkan untuk berpuasa, mengekang dan mengendalikan nafsu dan syahwat.

Mungkin menurut sebagian orang hal itu agak berat. Namun seorang hamba yang taat serta paham Al-Qur’an dan Sunnah tidak akan ragu bahwa Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya dan tidak menginginkan kesulitan padanya. Allah dan Rasul-Nya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang puasa, dan tidak menganggapnya suatu kesalahan jika mengamalkannya. Diantara perbuatan-perbuatan yang dibolehkan diantaranya ;

  • Memasuki Waktu Subuh Dalam Keadaan Junub
  • Bersiwak
  • Berkumur Dan Istinsyaq (menghirup air ke hidung)
  • Bercengkrama Dan Mencium Isteri
  • Mengeluarkan Darah dan Suntikan Yang Tidak Mengandung Makanan
  • Berbekam
  • Mencicipi Makanan ( tidak sampai ke tenggorokan)
  • Bercelak, Memakai Tetes Mata Dan Lainnya Yang Masuk Ke Mata
  • Mengguyurkan Air Ke Atas Kepala Dan Mandi

Mungkin ada tambahan lain selain diatas, hal-hal yang tidak membatalkan puasa. Namun ada tambahan sederhana yang mungkin kita belum tahu. Ternyata didalam bulan itu dibolehkan suami-istri jima’ (berhubungan badan) di siang hari. Ada beberapa keraguan bagi mereka yang belum mendengarnya. Apakah benar boleh dan tidak berdosa? Mereka berusaha memberi jawaban, tapi belum sesuai dan terbantahkan dengan alasannya. Beberapa diataranya menjawab ;

- Iya jelas boleh kalau dimalam hari.

+ Bukan,.. sudah dikatakan mereka (suami-istri) melakukannya disiang hari.

- Hhmmm?? Mereka berdua lupa kali, kalau sedang bulan puasa?

+ Mereka tahu saat itu bulan Ramadhan.

- Mungkin keduanya selesai bangun tidur, sehingga agak² kurang sadar gitu, trus langsung jima’.

+ Mereka melakukannya dengan sadar.

- Mungkin istrinya selesai haid dan suaminya lupa.

+ Sudah dijawab suaminya tidak lupa dan sadar.

- Mereka adalah ; istrinya bukan muslim (ahlul kitab) yg tidak diwajibkan puasa, yang memaksa suaminya (muslim) untuk berjima’

+ Mereka berdua muslim

- Mereka berdua dipaksa, jadi tidak ada dosa.

+ Mereka melakukan dengan suka sama suka.

- ??? nyerah deh.. :(

—–

Adakah yang bisa membantu, bagaimana hal itu bisa terjadi?


Dan ini jawabannya :
Mereka adalah ; Istri yang selesai dari haidnya di siang hari, dan Suaminya pulang dari safar pd saat itu jg dlm kondisi tidak puasa.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Hak Menahan Tersangka, Kartu ATM Polisi …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Jangan Biarkan Sulit Tidur Mengganggu Hidup …

Dr Andri,spkj,fapm ... | 9 jam lalu

Kebohongan Ajudan Nazar Dalam Menjerat Ibas …

Tuty Handayani | 9 jam lalu

Kompas Jelajah Sepeda Manado-Makassar, Bikin …

Muhammad Zulfadli | 9 jam lalu

Start Lamban United dengan 3-5-2 …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: