Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Analgin Ginting

Peduli, Memberi dan Berbagi.

Gaji Besar Prestasi Nol?

REP | 18 July 2011 | 21:28 Dibaca: 1481   Komentar: 13   1

Berapa gaji yang Anda peroleh setiap bulannya saat ini? Berapa gaji take home pay (gaji bersih yang Anda bawa pulang ke rumah setiap bulannya)? Kalau gaji Anda diatas Rp 50.000.000 per bulannya berarti gaji Anda sama dengan yang diperoleh anggota DPR RI yang terhormat itu. Sebab setiap anggota DPR membawa pulang ke rumah sekitar Rp 51.567.200. Angka ini adalah gaji untuk anggota DPR yang tidak mempunyai jabatan dalam alat kelengkapan Dewan. Jika seorang anggota DPR merangkap wakil ketua alat kelengkapan maka gajinya bisa lebih besar Rp 3-4 juta rupiah lagi.

Untuk kalangan swasta, kisaran gaji Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 125.000.000 adalah standar gaji untuk level Direktur. Apakah direktur keuangan, direktur operasional ataupun direktur penjualan atau direktur pemasaran. Gaji yang besar dikalangan swasta sejalan dengan tanggung jawab yang diembannya yang tergambar dalam Key Performance Indikator-nya. Jadi gaji adalah gambaran dari tanggung jawab dan seluruh kinerjanya. Satu level dibawah direktur, yaitu senior manager sampai general manager, gajinya adalah sekitar Rp 20 sd 50 juta per bulannya.

Bagaimana kalau gaji Anda hanya sekitar Rp 4-5 juta per bulan. Jangan berkecil hati karena sebenarnya dengan gaji Rp 4 juta atau Rp 5 juta perbulan sebenarnya jabatan Anda adalah seorang Jenderal atau Laksamana, atau juga Jenderal Polisi atau Marsekal. Sebab secara resmi gaji pokok para Jenderal berbintang 4 itu adalah Rp 4,2 juta per bulan, untuk masa kerja sekitar 32 tahun. Hampir sama dengan gaji pegawai negeri dengan golongan tertinggi, IV E.

Gaji terendah dalam militer pun hampir sama dengan gaji terendah dalam pegawai negeri Sipil yaitu Rp 1,260.000 per bulannya. Memang belum termasuk tunjangan tunjangan. Kalau sudah masuk tunjangan maka gaji terendah Prajurit adalah sekitar Rp 2.625.000, sedangkan gaji terendah PNS adalah Rp 2000.000,. Untuk Buruh di Jakarta, UMR tahun 2011 ini adalah sebesar Rp 1.290.000,.

Jadi dari gambaran diatas paling enak nampaknya menjadi anggota DPR, karena take home pay nya sudah sedemikian gede, belum lagi kalau dapat bagi bagi uang seperti ramai diberitakan akhir akhir ini. Bisa sekali putaran dapat Rp 400 juta sampai Rp 2 Milyar seperti dilaporkan oleh Nazaruddin yang mantan bendahara Partai Demokrat itu.

Akan tetapi denga gaji sebesar itu apakah anggota DPR dapat membuat perubahan yang benar benar meningkatkan kesejahteraan rakyat? Saya ragu. Anda bagaimana rekan rekan Kompasianer? Mengapa saya ragu sebab pernah seorang pendeta di Inggris mengatakan seperti di bawah ini.

Saya tidak merendahkan/menyangsikan pekerjaan parlemen yang dapat memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat, akan tetapi penyembuhan yang paling baik terhadap luka-luka dunia tidak dipengaruhi oleh legislatif akan tetapi oleh anugerah penebusan Allah. Oleh karena itu menyebarluaskan anugerah penebusan ini merupakan panggilan pekerjaan tertinggi yang dapat dilakukan oleh seorang manusia.

JD Jones mengatakan seperti diatas ketika dia menolak tawaran menjadi anggota Parlemen Inggris di awal abad 20.

(Analgin Ginting, diolah dari berbagai sumber)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 10 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 11 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | 8 jam lalu

Hargai Penulis dengan Membeli Karyanya …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Kompilasi Buku, Haruskah Ada Ijin dari …

Cucum Suminar | 9 jam lalu

“Kematian Allah” untuk Kehendak …

Ps Riswanto Halawa | 9 jam lalu

Masyarakat Pedesaan Pikir-Pikir Beli Elpiji …

Akhmad Alwan A | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: