Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Christie Damayanti

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as selengkapnya

Orca: ‘Killer Whale’ yang Penyayang dan Tidak Pernah Mengganggu Manusia

HL | 25 July 2011 | 04:43 Dibaca: 4292   Komentar: 24   6

By Christie Damayanti

13115829051571537830

villagewiki.pbworks.com

Salah satu mamalia laut adalah paus. Dan salah satu paus disebut sebagai paus pembunuh, sering disebut ‘Orca’ ( Orca Orcinus ). Mamalia laut ini, berbentuk seperti ikan tetapi tidak di sebut sebagai ikan, hanya ‘paus’ dan orca disebut ‘paus pembunuh.’ Habitatnya di daerah dingin, Kutub Utara dan Antartika. Walaupun paus pembunuh, Orca tidak membunuh manusia, tetapi hanya makan ikan atau jenis yang besar memakan singa laut atau anjing laut. Orca dianggap sebagai predator bahkan orca mampu membunuh ikan hiu putih ( jenis hiu yang paling ganas, sering di juluki ‘Jaws’ ).

13115679311986806438

1311567962915414189

White shark ini adalah ikan hiu putih, yang terganas di kelompoknya. Sering disebut ‘Jaws’ ( film yang ber-seri2 tahun 1980-an ). Aku di depat kerangka rahang ikan hiu putih dewasa. Bayangkan, ikan ini besar, dan kadang2 lebih besar dari anak Orca, tetapi hiu putih takut dengan Orca ….. Sehingga Orca dianggap bisa ‘merangkul’ manusia jika ‘tersesat’ di lautan …..

Orca sangat ’sosial’, beberapa jenis hidup berkelompok. Dengan badannya yang tidak terlalu besar, Orca bisa berinteraksi dengan manusia dan bisa di ‘latih’ di salah satu konsevasi satwa laut di Amerika ( Sea Word ). Orca mempunyai teknik berburu yang canggih dan perilaku mereka dijadikan manifestasi dari budaya. Orca sangat menonjol dalam mitologi budaya asli dengan reputasi mereka.

Kehidupan kita haruslah seimbang, bukan hanya behubungan dengan sesame kita manusia, tetapi kita juga harus memperhatikan sesame makhluk hidup di sekeliling kita ; hewan dan tumbuhan. Sedikit untuk hewan, kita memang bisa hidup berdampingan dengan hewan, masing2 bisa memberikan ’sesuatu’ untuk kehidupan kita, ’simbiosisi mutualitis’. Termasuk juga mamalia laut, paus pembunuh atau Orca.

Orca hanya memakan ikan2 kecil, penguin dan anjing laut dan Orga tidak pernah terlihat mengganggu manusia, apalagi memakan manusia. Justru Orca sangat penyayang, seperti lumba-lumba.

1311568016954077904

Seekor Orca sedang ‘menyantap’ beberapa penguin kecil. Orca tidak akan membunuh ikan atau penguin atau anjing laut, KECUALI memang membutuhkan makanan …..

Pertama aku melihat Orca, sewaktu aku SD di Sea World San Diego, California, aku terkesima. Seekor ikan paus pembunuh ( dulu, aku belum mengenak ‘mamalia’, semua menurut aku adalah ‘ikan paus’ ). Memang, Orca dewasa tidak sebesar paus2 lain, tetapi tetap saja lebih besar dari Lumba-lumba / Dolphin. Badan Orca yang besar dan gempal, tidak seperi lumba-lumba dan warna hitam-putih yang khas, membuat gampang mengingatnya. Beritu aku pertama kali melihat Orca dan melihat kepiawaiannya, semua memberkas di kepalaku.

13115681011413063620

13115681221408345495

Beberapa atraksi di Sea World. Badannya yang khas, berwarna hitam dengan bercak2 putih simetris, membuat kita gampang mengingatnya.

13115681821565493851

13115682491925668068

Kolam tempat beberapa Orca beratraksi di Sea World. Beberapa Orca yang kita bisa lihat melalui kaca kolam ini.

Orca, ataupun lumba-lumba, atau jenis paus yang lain, memang jenis mamalia laut yang pandai. Paus tidak disebut ‘ikan paus’ tetapi hanya ‘paus’ saja karena mereka bukan ikan ( lihat tulisanku ‘Whale Watching’: Menonton Paus di Habitatnya ). Di beberapa titik lautan, lumba-lumba bisa diandalkan untuk menolong manusia jika dalam bahaya ( misalnya, kapal karam atau di serang ikan hiu ). Dan walau Orca tidak secerdik lumba-lumba, Orca juga bisa di andalkan untuk bersahabat dengan manusia ( seperti film ‘Free Willy’ sekita tahun 1980-an ).

13115683311189219777

Orca dan lumba-lumba memang besahabat, dengan menyandang ’sahabat dari lautan’ sering ‘dimintakan’ pertolongan bila manusia ‘tersesat’ di lautan.

Seperti di Gelanggang Samudra Ancol, konservatori paus pembunuh menjadi perhatian banyak kalangan. Jika konservatori lumba-lumba banyak terdapat di banyak negara, lain halnya dengan Orca. Ya, memang karena habitatnya lah, Orca hanya bisa di daerah dingin, tidak mungkin Orca ‘hidup’ di Jakarta yang merupakan daerah tropis. Orca juga bisa dilatih seperti lumba-lumba, untuk meloncat dan meliuk2kan tubuhnya juga bisa dilatih untuk berhitung.

13115683591005417138

13115684171592495597

13115684161066726633

Orca dan lumba-lumba memiliki tubuh yang ’streamline’ ( ingat tidak, di pelajaran biologi kelas 3 SMP, bahwa paus tubuhnya sangat bisa berputar, berloncatan dan sangat luwes? ).

Jika kita memegang dan mengusap lumba-lumba di Gelanggang Samudra Ancol, kita merasakan kulitnya yang ‘mulus’ dan kita bisa memeluknya karena tubuh lumba-lumba tidak jauh berbeda dengan tubuh manusia. Tetapi jika kita memegang dan mengusap tubuh Orca, kita sedikit ‘gamang’. Mengapa? Walau Orca yg di Sea World sudah terlatih ( sudah jinak ), aku merasakan mata yang ‘mengawasiku’ ( karena aku berdiri untuk memegang, ‘memeluk’ dan dicium Orca dan pandangan mataku sejajar dengan si Orca  setelah ‘keluar’ dari kolam ). Matanya yang kecil ( tidak sebanding dengan badannya yang besar ), selalu menatap sayu, bukan menatap garang. Buatku, itu mennandakan bahwa Orca adalah makhluk yang lebut hati, tidak seperti ikan hiu yang selalu menatap ‘garang’ …..

1311568488887487885

13115685101675940029

Walau tubuhnya besar, tetapi Orca memiliki hati yang lembut. Lihatlah matanya ….. sangat tidak sebanding dengan tubuhnya, dan matanya selalu menatap kita dengan sayu …..

Orca selalu berpindah / berimigrasi dengan keluarga kecilnya, dari satu tepat ke tempat yang lain. Jika kita ingat cerita tentang anak Orca yang ‘kehilangan’ anaknya ketika mereka ber-imigrasi, terlihat bahwa Orca bisa di latih seperti lumba-lumba, karena Orca memang merupakan makhluk laut yang pintar.

131156856180924520

Sebuah keluarga Orca yang bahagia ( lihat, ada beberapa anaknya ! ) sedang berpindah untuk mencari makanan.

Beberapa karakteristik tentang Orca :

1.       Badannya yang ’streamline’, sering berloncatan di atas air, seperti lumba-lumba.

2.       Warnanya khas hitam putih dengan corak yang khas juga, termasuk ekornya berwarna putih sehingga gampang mengenalinya.

3.       Hidup berkelompok, merupakan penyayang keluarganya, juga penyayang makhluk lainnya.

4.       Berjiwa sosial, seperti lumba-lumba, walau banyak orang takut dengannya dengan menyandang jabatan ‘killer whale’.

5.       Badannya termasuk sedang, bukan berbadan kecil seperti luma-lumba atau berbadan besar seperti badan2 paus lainnya.

1311568567630675717

Selain Orca sering berloncatan, juga sering membuat kagum dengan gerak2 tubuhnya yang memang streamline.

1311568651934511938

1311568650603612367

Ekornya yang putih gampang untuk mengenalinya. Hidupnya berkelmpok dan berjiwa sosial yang tinggi.

13115687191200908729

Orca atau semua paus, selalu keluar dari air untuk bernafas. Jika bernafas, mereka bisa beberapa menit sebelum masuk lagi ke dalam lair.

1311568779187259719

m.eb.com

Perbandingan Orca dewasa dengan manusia.

Aku adalah penyayang binatang, termasuk dunia bawah laut. Buatku, paus adalah sangat unik. Tuhan memang menciptakan semua makhluk dengan keunikannya sendiri2. Dan sabagai manusia yang merupakan makhluk yang paling ‘atas’ selayaknyalah selalu menyayangi makhluk2 hidup lainnya. ‘Mereka’ saja bisa ‘menyayangi’ kita ( dengan keterbatasannya ), pertanyaannya : mampu dan bisakah kita menyayangi mereka semua ?

Sumber gambar : beberapa dari Google.

13096071791943036955

Profil |

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Promosi Multikultur ala Australia …

Ahmad Syam | | 18 April 2014 | 16:29

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Liburan Paskah, Yuk Lihat Gereja Tua di …

Mawan Sidarta | | 18 April 2014 | 14:14

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 10 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Misteri Pertemuan 12 Menit yang Membungkam …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 14 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: