Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hengky_hamilton

Sedikit Provocative, Idealism and Crazy ... Cinta Dengan Kebenaran Yang Sejati ....

Ternyata Lakum Dinukum Waliadin (“Bagimu Agamamu - Bagiku Agamaku”) Sifatnya Universal

OPINI | 26 July 2011 | 19:19 Dibaca: 8697   Komentar: 6   0

Untuk sementara ini adalah pendapat pribadi penulis jikalau ada perbedaan atau ketidaksepahaman mohon untuk dimaklumi apalagi bisa memberikan pencerahan yang lebih kepada penulis mengingat penulis adalah hanya seorang yang biasa disebut Islam KTP yang hanya mempelajari dan mengerti islam tidak terlalu dalam. Tulisan ini kita mulai dengan sekelumit sejarah agama Islam yang pertama kali di perkenalkan oleh Rosululloh Muhammad di Negara bernama Saudi Arabia sekitar 612 M dan dari sinilah awal dimulai era baru sebuah peribadatan, hal ini ditandai dengan lahirnya agama baru yang bawa Muhammad yaitu agama Islam meskipun sebelumnya Muhammad masih mengikuti ajaran Nabiulloh Ibrahim A.S. dengan agama yang kalau tidak salah disebut agama Hanif.

Awal kehadiran islam yang berbeda dengan kultur dan budaya arab ketika itu memang tidak serta merta bisa diterima bahkan banyak sekali tantangan dan rintangan yang harus dihadapi Rosululloh Muhammad SAW untuk mensiarkan agama Islam bahkan setelah islam mulai berkembang dan diterima masyarakat bukan manis yang diterima oleh Muhammad tapi malah keadaan semakin buruk karena bukan hanya sekedar terror dan ancaman yang diterima Muhammad tetapi sudah menjurus pada kekerasan fisik dan dan terror psychologies yang diterima Muhammad beserta pengikut-pengikutnya namun dengan berbagai aksi terror dan kekerasan yang dilakukan oleh para musuh Islam, malah agama Islam makin berkembang dan berbagai aksi terror dan kekerasan fisik yang diterima Muhammad beserta pengikut – pengikutnya makin menjadi sebuah motivasi tersendiri untuk terus maju menegakkan agama Alloh meskipun tantangan semakin keras menghadang namun kaum penentang Muhammad juga melihat hal itu kalau kekerasan dan terror ternyata tidak mempan maka mereka mencari cara lain untuk menghentikan langkah Muhammad dalam menyebarkan Islam yaitu dengan tawaran Jabatan atau harta, wanita bahkan yang paling sableng adalah tawaran untuk Muhammad agar mau menyembah Tuhan Orang kafir dan kemudian mereka akan mengikuti Agama Islam yang dibawa Muhammad ditahun berikutnya dan proses itu berulang seterusnya. Namun Muhammad dengan tegas menolak apalagi Alloh memberikan petunjuk melalui surat Al-Kafirun ayat 1 – 6 (“ayat ke 6 adalah lakum dinukum waliyadin”)yang intinya penegasan kalau keimanan dan prosesi peribadatan suatu agama dangan agama lain dengan tidak boleh dicampur aduk yang kemudian peristiwa itu dikenal dengan sebutan Azbabun Nuzul.

Kalau pada masa Rosululloh memang makna Lakum dinukum waliadin untuk memisahkan antara Islam dengan Non-Islam namun sekian lama berjalannya waktu ternyata makna lakum dinukum waliyadin bersifat universal bukan sekedar untuk Islam dan non islam tetapi juga untuk sesama orang yang mengaku beragama islam mengingat banyaknya aliran-aliran agama yang mengatasnamakan Islam dan memproklamirkan bahwa ajarannya paling benar di jagat raya ini, kalau mau mencermati dari banyak buku dan mendengarkan ceramah dari para kyai atau ustadz bukankah memang salah satu tanda-tanda hari kiamat adalah ketika islam sudah terpecah belah menjadi berbagai aliran dengan ditandai munculnya para pendusta dan nabi palsu namun tetap pada akhirnya yang diakui kebenarannya dan diterima sama Alloh SWT hanya satu dan itu sampai sekarang sama-sama kita tidak mengerti dan mengetahui aliran mana yang benar karena kebenaran hanya milik Alloh. Nah jika mengacu pada peryataan diatas manusia diberikan kebebasan untuk beribadah sesuai keyakinannya tetapi benar atau salah bentuk peribadatan yang telah dilakukan manusia hanya Alloh yang tahu dan bukan kapasitas manusia untuk menentukan benar atau salah sebuah agama, kepercayaan ataupun peribadatan.

Bukan mendukung islam liberal apalagi islam yang nyeleneh tapi hanya sekedar share kalau 15 abad yang lalu masalah pluralitas juga pernah dihadapi oleh agama Islam sendiri yaitu pas diawal kelahirannya bahkan jawaban Alloh sangat jelas dan santun karena memang mencampur adukkan agama hasilnya pasti akan menimbulkan masalah baru.yang lebih rumit.

Well, mau percaya atau tidak kalau ini juga merupakan salah satu bukti kebenaran Al-Quran yang juga dirunkan untuk manusia 15 abad silam tetap releven dengan kondisi saat ini.

Allahu Akbar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Karnaval Kota yang Paling Ditunggu …

Ikrom Zain | | 30 August 2014 | 14:46

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 1 jam lalu

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 11 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 12 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Seorang Aktivis Papua Hilang, Presiden SBY …

Samson Noken | 8 jam lalu

Kurikulum Baru, Belum Matang Sudah Panen …

Alifah Saleha | 8 jam lalu

Peranku bagi Indonesia …

Wiranota Hesti | 8 jam lalu

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | 8 jam lalu

Penampilan Wadyabala Kanjuruhan dan …

Mas Ukik | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: