Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bahasa Sebagai Alat Kontrol Sosial

OPINI | 29 July 2011 | 18:42    Dibaca: 2110   Komentar: 0   0

Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.

Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.

Contoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang. Semangat siang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ayo Jalan-jalan ke Lapangan Banteng Jakarta! …

Amirsyah | | 30 May 2015 | 16:31

Menyiapkan Keluarga untuk Menyambut Ramadhan …

Cahyadi Takariawan | | 30 May 2015 | 13:09

Mini Market Tanpa Miras, Kita Lihat …

Kompasiana | | 30 May 2015 | 18:33

Catatanku di Eropa: Pungutan Kuliah? No! …

Dyah Rahmasari | | 30 May 2015 | 04:59

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 9 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 10 jam lalu

Berkat Jokowi Rakyat Indonesia Semakin Kuat …

Stefanus Toni A.k.a... | 11 jam lalu

Jika Ibu Kota Dipindah ke Palangka Raya! …

Jimmy Haryanto | 13 jam lalu

Buku Kontroversial: Akulah Istri Teroris …

Muthiah Alhasany | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: