Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Syaiful Rohman

SEMANGAT, KESABARAN dan KEIKHLASAN, 3 (tiga) istilah yang membuat kita tetap BERKARYA di dalam kehidupan. selengkapnya

Catatan Harian Guru (7): Peserta Didik, Guru dan Model Pembelajaran

OPINI | 07 August 2011 | 11:31 Dibaca: 4992   Komentar: 2   0

Dalam dunia pendidikan di Indonesia, ada istilah atau kosa kata yang tidak asing bagi kita semua, yaitu murid/siswa, pelajar, anak didik dan peserta didik. Istilah murid/siswa mempunyai arti orang yang sedang belajar atau bersekolah. Arti pelajar adalah seseorang yang sedang menuntut ilmu di dalam lembaga pendidikan dasar dan menengah. Istilah anak didik mempunyai arti anak (pribadi yang belum dewasa) yang diserahkan oleh orang tua/wali kepada tanggung jawab guru atau guru yang menyayangi murid seperti anaknya sendiri. Adapun istilah peserta didik adalah kata yang saat ini sering dipakai pada proses pembelajaran di sekolah. Penggunaan istilah peserta didik lebih ditekankan kepada pentingnya murid/siswa untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran.

Perubahan istilah dari murid/siswa ke anak didik, kemudian dari anak didik ke peserta didik, bertujuan untuk memberikan perubahan tugas, kewajiban dan tanggung jawab seorang murid/siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini tercermin dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa pengertian peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Sejak lama proses pembelajaran di sekolah pada umumnya dilakukan secara konvensional, yaitu melalui teknik komunikasi oral. Proses pembelajaran semacam ini lebih cenderung menekankan bagaimana guru mengajar (teacher centered) daripada bagaimana peserta didik belajar (student centered), dan secara keseluruhan hasilnya tidak banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses dan hasil belajar peserta didik.

Pembelajaran yang bersifat teacher centered untuk masa sekarang dipandang kurang efektif karena kurang melibatkan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak secara kritis, kurang dapat mengembangkan kemampuan berkolaborasi dalam proses belajar mengajar, peserta didik kurang termotivasi dan kurang bertanggung jawab terhadap proses belajar.

Dalam proses pembelajaran, terjadi interaksi positif antara guru dan peserta didik. Guru memiliki peranan utama dalam menentukan kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan berkaitan dengan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor) yang akan diperoleh peserta didik .

Motivasi peserta didik adalah unsur utama dalam proses pembelajaran. Motivasi adalah dasar pemikiran dan keinginan yang kuat bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan motivasi yang tinggi, peserta didik akan mampu menghadapi berbagai tantangan di depannya. Tidak mudah menyerah ketika mengerjakan soal ulangan yang sulit, tidak mudah mengeluh ketika menghadapi berbagai macam tugas, dan mampu menyelesaikan tugas dan persoalan dengan baik dan benar.

Secara singkat, motivasi yang tinggi mampu membuat proses pembelajaran jadi lebih bergairah dan bersemangat. Peserta didik akan memiliki niat dan semangat untuk bersama-sama menjadi yang terbaik dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Jika kondisi seperti ini sudah tercapai, maka semua mata pelajaran yang akan diterima di sekolah akan dipelajari dengan ikhlas, punya niat dan semangat yang tinggi dalam belajar.

Model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan dalam merencanakan proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, yang berpedoman pada pendekatan, strategi, metode yang akan digunakan, tujuan pembelajaran, tahap kegiatan, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Model pembelajaran menuntut peran serta secara aktif peserta didik dalam proses pembelajaran, karena merupakan syarat pertama dan utama dalam proses pembelajaran. Peserta didik perlu menyadari tentang tugas dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran, karena mereka yang melakukan aktivitas-aktivitas pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran.

Menurut UNESCO (2004), ada empat pilar pendidikan yang harus dipahami oleh guru dan peserta didik, yaitu learning to do, learning to know, learning to be, and learning to live together. Dalam proses pembelajaran, para guru tidak seharusnya memposisikan peserta didik sebagai pendengar ceramah, seperti botol kosong yang diisi dengan ilmu pengetahuan. Peserta didik harus diberdayakan agar mau dan mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya (learning to do) dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungannya baik lingkungan fisik, sosial, maupun budaya, sehingga mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia di sekitarnya (learning to know). Diharapkan hasil interaksi dengan lingkungannya itu dapat membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya (learning to be). Kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu atau kelompok yang bervariasi (learning to live together) akan membentuk kepribadiannya untuk memahami kemajemukan dan melahirkan sikap-sikap positif dan toleran terhadap keanekaragaman dan perbedaan hidup.

Untuk menjembatani fakta dan kenyataan itu, maka diterapkanlah suatu model pembelajaran yang menarik, bervariasi dan menyenangkan, sehingga akan berimplikasi pada motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, salah satunya adalah PAIKEM.

PAIKEM adalah singkatan dari pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Hal ini karena pembelajaran yang dirancang diharapkan dapat mengaktifkan peserta didik, munculnya inovasi dari peserta didik, pengembangan kreativitas peserta didik, hasil pembelajaran yang efektif, namun tetap menyenangkan bagi semua peserta didik. Model pembelajaran yang seperti itu perlu dilaksanakan dan dikembangkan secara berkesinambungan.

Secara garis besar, gambaran PAIKEM adalah sebagai berikut: pertama, peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat (learning by doing), kedua, guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik, ketiga, guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan pojok baca, keempat, guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok, dan kelima, guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah dan mengungkapkan gagasannya.

Semenjak diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai tahun pelajaran 2007/2008, PAIKEM merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dan banyak disosialisasikan ke seluruh sekolah di pelosok tanah air dan dipandang tepat untuk merealisasikan pembelajaran yang berbasis kompetensi. Beberapa model pembelajaran PAIKEM seperti Jigsaw, Cooperative Script, STAD, CIRC, Problem Based Learning, Think Pair Share, Think Pair Square dan Team Game Tournamen telah banyak diimplentasikan di sekolah-sekolah.

Dengan adanya berbagai macam model pembelajaran itu, semua peserta didik harus siap jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas, kewajiban dan tanggung jawab secara utuh. Jika ada guru yang berani berinovasi, beradaptasi dan berimplementasi dengan model pembelajaran PAIKEM seperti Jigsaw, Cooperative Script, STAD, CIRC, Problem Based Learning, Think Pair Share, Think Pair Square, Team Game Tournamen dan lain-lain, maka perlu diapresiasi secara positif, didukung dan tetap diberi semangat. SEMOGA…..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 10 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 12 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 14 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Memahami Sektor E-Commerce di Indonesia …

Tommy Soependi | 7 jam lalu

Tayangan Televisi Program Dangdut Terbaru …

Jeremi Somin | 7 jam lalu

Gede-Pangrango, Kami Jatuh Cinta :) …

Maria Anindita Nare... | 8 jam lalu

“Besok, Solar Masih Disubsidi, Premium …

Suhindro Wibisono | 8 jam lalu

Maafin Rina Ya Ma… …

Michelle Mesakh | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: